Apakah penderita kardiomiopati hipertrofik melakukan pemeriksaan rutin?

M Info Penanya: M
Halo, Dok. Apakah penderita kardiomiopati hipertrofik (genetik/keturunan) perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin? Jika iya, apa saja bentuk pemeriksaan yang harus dilalui?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, M.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kardiomiopati adalah kondisi dimana terganggunya fungsi otot jantung (miokardium) dalam memompa darah. Sedangkan keadaan hipertrofik adalah ketika otot jantung menjadi lebih tebal dari biasanya. Keadaan hipertrofik inilah yang menjadi salah satu penyebab jantung sulit memompakan darah ke seluruh tubuh. Kondisi penebalan otot jantung yang dialami umumnya mempengaruhi bagian ventrikel kiri jantung, sehingga jantung menjadi lebih sulit bekerja secara normal.

Pada sebagian besar kasus, kardiomiopati hipertrofik dapat tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga penderitanya dapat hidup dengan normal seperti yang lainnya. Namun, pada keadaan yang serius, kondisi ini dapat berkembang baik secara bertahap maupun secara mendadak atau progresif dan menyebabkan gagal jantung.

Penyebab utama dari kardiomiopati hipertrofik biasanya merupakan faktor genetik atau keturunan. Apabila salah satu dari orang tua memiliki riwayat penyakit yang sama, Anda memiliki peluang 50% dalam mewarisi gen tersebut. Namun, gejala yang dialami tidak selalu sama dengan yang dialami oelh orang tua. Dapat lebih ringan maupun lebih berat. 

Namun keadaan lainnya seperti tekanan darah tinggi, kelainan katup jantung, obesitas, diabetes, dan kondisi medis lainnya dapat menjadi faktor risiko terjadinya kardiomiopati. 

Terkait dengan pertanyaan Anda, seperti pada uraian diatas, karena pada kardiomiopati hipertrofik, kondisinya dapat tidak bergejala (asimptomatik) ada baiknya penderita tetap melakukan pemeriksaan kesehatan rutin khususnya mengenai keadaan jantung ke dokter Spesialis Jantung. Untuk keputusan selanjutnya dokter Jantung yang akan menentukan akankan pemeriksaan dilakukan rutin dan seberapa sering atau dalam jangka setiap berapa lama kah pemeriksaan perlu dilakukan dengan mengevaluasi kondisi keadaan jantung penderita saat ini. Evaluasi tersebut umumnya dilakukan dengan jenis pemeriksaan rekam jantung (EKG), ekokardiogram, MRI dan CT scan jantung. Pemilihan jenis pemeriksaan akan disesuaikan, bergantung pada keperluan evaluasi.

Untuk keterangan yang lebih mendalam, Anda dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter Spesialis Jantung

Adapun demikian, hendaknya untuk senantiasa menerapkan pola hidup yang sehat serta menjaga tekanan darah, kadar kolesterol dan kadar gula darah untuk mencegah komplikasi dari kardiomiopati hipertrofik yang diderita.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan aplikasi SehatQ.

Salam sehat,

dr. Rahmita Dewi

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Denyut nadi normal lansia saat beristirahat adalah 60-100 kali per menit.

Berapa Sebenarnya Detak Jantung Normal pada Lansia?

Aritmia adalah penyakit yang mengakibatkan detak jantung tidak normal dan tidak teratur yang sering menyerang lansia. Denyut nadi normal lansia saat beristirahat adalah 60-100 kali per menit.