03 Jul 2020, 23:10Psikologi

Apakah patah hati hal yang wajar?

SU
Info Penanya: SU, Wanita, 22 Tahun
Dok, sudah 3 tahun saya memendam perasaan kepada orang yang saya sukai, sebelumnya kami telah menjalin hubungan cukup lama dan terasa sangat dekat sampai-sampai saya tidak ingin mencari yang lain, lalu apakah wajar masih mempunyai perasaan kepada seseorang yang sudah meninggalkan saya demi orang lain yang saya rasa lebih baik dari saya, hal ini menyebabkan saya sedih berkepanjangan dan sangat tertutup dengan orang lain.
5522 Views
2 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Rahmita Dewi
(0)
Selamat malam, AH.Patah hati adalah suatu hal yang wajar dialami manusia secara psikologis ketika mengalami perasaan yang tidak terbalas atau bersifat satu pihak, serta mengalami kegagalan dalam kehidupan asmara. Sejatinya patah hati normal dirasakan seperti jenis emosi lainnya dalam ilmu psikologis, asalkan tidak berlebihan. Patah hati pun telah banyak diteliti dan dapat dijelaskan dalam dunia medis sebagai aktivitas zat kimia otak yang khususnya melibatkan berbagai hormon yang bertanggung jawab dalam menimbulkan rasa bahagia (dopamin dan oksitosin), hingga stres (hormon kortisol).Mengenai keluhan patah hati yang Anda alami, jika berkepanjangan dan menimbulkan semacam trauma dalam menjalani kehidupan asmara yang baru maka mungkin telah mengganggu Anda secara psikologis. Secara normal, kedaan patah hati tidak berlangsung menetap dan umumnya dapat sembuh seiring proses pendewasannya. Namun, ternyata kesembuhan dari keadaan tersebut pun ditentukan oleh tekat untuk keluar dari keadaan tersebut.Untuk itu, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan ahli yang dalam hal ini ialah Psikolog untuk dapat membantu Anda menemukan keberanian untuk sembuh dan keluar dari keadaan patah hati Anda.Karena keadaan patah hati yang berat dan berkepanjangan dapat menimbulkan komplikasi secara medis dan berdampak pada kesehatan fisk seperti pada artikel berikut ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan aplikasi SehatQ. 
 
Salam sehat, 
 
dr. Rahmita Dewi
 
masalah kejiwaanhormongangguan psikologis
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil