20 May 2021, 00:34Saraf

Apakah konsumsi obat anti epilepsi jangka panjang, dapat merusak saraf ?

K1
Info Penanya: K1, Wanita, 20 Tahun
Malam Dok.... sebelumnya anak sy mengidap epilepsi dan di harus kan mengkonsumsi obat selama 2 tahun akibat dari kekurangan stok obat akhirnya kami mengurangi dosis yg di anjurkan sblm waktu nya 2 tahun, akibat dari takutnya kejang lagi akhirnya kami tetap mengkonsumsinya sampai 4 tahun sampai sekarang dan tiba-tiba anak sy mulut dan kakinya menjadu kaku. setelah di EEG kembali hasilnya normal tapi dokter tetap memberikan dosis yg sama dgn obat yg berbeda, apakah tidak berpengaruh pada sarafny
142 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Lidya Hapsari
(0)
Selamat malam, K.Epilepsi adalah suatu kondisi tubuh menjadi kejang baik tonik maupun tonik klonik atau istilah awam dikenal dengan kelonjotan. Epilepsi dapat pula terjadi pada bagian tubuh tertentu seperti mata. Epilepsi disebabkan oleh gangguan struktural neuron otak, genetik, gangguan metabolik, penurunan daya tahan tubuh, infeksi, dan dapat dipicu oleh stress dan kelelahan.

Bagaimana cara mengatasi epilepsi ?

Cara mengatasi epilepsi antara lain :
  • Obat antiepilepsi seperti carbamazepine, penythoin, benzodiazepine, barbiturat, gabapentin, asam valproat atau pregabalin. Pengobatan dapat diberikan 1 terapi maupun kombinasi tergantung respon pasien.
  • Pembedahan jika pasien tidak respon dengan obat-obatan.
  • Diet ketogenik.
  • Modifikasi dengan menjalani hidup sehat.
Anak Anda yang sudah mengkonsumsi obat epilepsi lebih dari 4 tahun dapat menimbulkan beberapa gejala seperti : nyeri kepala, penurunan nafsu makan, badan terasa lelah, penurunan daya ingat, ruam kemerahan pada kulit, peradangan hati, kesulitan bicara, depresi. Selama dosis obat antiepilepsi tidak berlebihan, maka tidak mempengaruhi saraf. Obat antiepilepsi yang diberikan dokter untuk mencegah kekambuhan. Saat mulut dan kaki anak kaku, dimana hasi EEG normal, penyebab bisa dari faktor lain selain epilepsi yaitu kekurangan elektrolit, kontraksi otot, kedinginan dan mengigil, aliran darah serta saraf tidak lancar. Tetap berikan makanan bergizi pada anak, biasakan untuk hidup sehat, rutin olahraga sesuai kemampuan, berikan vitamin dan rutin kontrol ke dokter saraf.Semoga bermanfaat.Salam sehat.dr. Lidya Hapsari.
masalah sarafepilepsisistem saraf
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil