Apakah keluar cairan bening dari payudara merupakan gejala kanker?

JY Info Penanya: JY, Pria, 19 Tahun
Siank dok,, saya ingin brtanya.Di payudara kiri saya terasa sakit dan pas saya penyet payudaranya keluar cairan bening dan payudara saya terasa berat gitu kayak penuh gitu dok..pertanyaan saya apakah ini berbahaya dok?? Apa ini tanda2 kanker payudara atau bukan.. Terus apa yang harus saya buat,,agar payudara saya tidak nyeri/sakit lagi??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang , JY.


Tidak semua cairan yang keluar dari payudara merupakan suatu tanda kanker. Pada wanita, cairan yang keluar dari puting payudara dapat merupakan suatu keadaan normal atau abnormal. Cairan yang keluar dapat berwarna bening, putih, kekuningan, bahkan bercampur dengan darah. Apabila bercampur dengan darah, mungkin dapat menjadi tanda dari penyakit serius. Namun jika hal ini terjadi pada laki-laki, maka merupakan suatu masalah dan sebaiknya dikonsultasikan ke Dokter Bedah.

Penyebab keluarnya cairan dari puting payudara, yaitu:

  • Rangsangan, dapat berupa gerakan memencet atau memeras, atau karena tergesek oleh bra.
  • Setelah menyusui, kadang cairan masih ada apabila dirangsang dalam beberapa waktu.
  • Abses, benjolan berisi nanah.
  • Infeksi pada payudara.
  • Gangguan hormonal.
  • Tumor jinak maupun tumor ganas (kanker) payudara.
  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat antidepresan, obat darah tinggi, pil KB, kokain, mariyuana, dll.

Tanda bahaya yang wajib Anda ketahui, antara lain : 

  • Benjolan atau kulit yang menebal pada payudara (walaupun benjolan yang ditemukan pada perempuan 90 persen bukan kanker).
  • Keluarnya cairan dari puting payudara yang lengket dan biasanya disertai dengan darah.
  • Kulit payudara mengkerut.
  • Perubahan bentuk puting.
  • Kemerahan/ruam di sekitar puting.
  • Benjolan di ketiak.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan rasa nyeri, antara lain kompres air hangat atau dingin, menggunakan bra yang sesuai ukuran, mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, mengurangi asupan kafein, dan berhenti merokok. Jika diperlukan, mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen juga dapat dilakukan. Namun perlu konsultasi lebih lanjut jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Jika menemukan gejala dan tanda di atas, Anda sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Bedah untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Semoga lekas membaik.

Salam Sehat.

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Cara kerja mamografi dalam mendeteksi kanker payuadara adalah memancarkan radiasi

Kanker Payudara pada Ibu Hamil: Cara Deteksi Dini dan Cara Perawatannya

Tanpa banyak disadari, kanker payudara merupakan salah satu kondisi keganasan yang dapat terjadi pada ibu hamil. Oleh karena itu, deteksi dini kanker payudara pada ibu hamil, penting untuk dilakukan. Ada empat langkah yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara pada ibu hamil, yaitu mengenali perubahan pada payudara, pemeriksaan ultrasound, biopsi, dan mamografi. Kemoterapi dapat menjadi pilihan perawatan kanker payudara saat hamil.