Apakah HIV menular lewat air mani?

DP Info Penanya: DP, Pria
Permisi dok, mau tanya. Saya hiv positive, dulu pernah melakukan masturbasi di wc jongkok rumah saya. Seingat saya, saya kurang bersih ketika menyiramnya. Yang saya ingin tanyakan apa bisa menularkan ke orang yang menggunakan wc itu setelah saya ya dok? Soalnya ibu saya mengeluh sariawan dan beberapa minggu kemudian ada ruam kulit juga. Padahal ibu saya sudah lama tidak sariawan dan tidak ada alergi apapun yang bisa menyebabkan ruam. Saya takut jika itu terjadi karena virus dari saya. Walaupun saya juga tidak tau saat itu apakah ada luka di ibu saya yang membuat virusnya bisa masuk. Tapi seingat saya setelah melakukan masturbasi tidak ada yang menggunakan wc sekitar berjam-jam dok, seharusnya virusnya sudah mati ya? Mohon dijawab ya dok. Saya takut sekali. Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, DP.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai penularan HIV pada kasus Anda:

1. Berapa lama HIV bertahan di luar tubuh?

Tidak ada jawaban pastinya, hal ini tergantung dari cairan apa yang ditumpangi oleh virus, suhu ruangan, tingkat keasaman, paparan sinar matahari dan kelembapan. Namun jika pada cairan air mani, virus tidak dapat bertahan lama dan cepat mati ketika berada di luar tubuh, sehingga seseorang tidak bisa tertular HIV dengan cara ini.

2. Apa saja cara penularan HIV?

Sebelum ke bagaimana HIV bisa pindah dari 1 orang ke orang lain, berikut adalah bagaimana HIV TIDAK dapat menular:

- Tidak dapat menular melalui udara atau air

- Tidak dapat menular melalui air liur, keringat, air mata, bahkan berciuman

- Tidak dapat menular melalui binatang, misalnya nyamuk atau hewan peliharaan

- Tidak dapat menular melalui sharing toilet, makanan atau minuman

HIV dapat menular melalui cairan-cairan berikut dengan syarat cairan ini harus kontak dengan luka terbuka (melalui hubungan seks, seks oral, seks anal) atau disuntikkan langsung ke pembuluh darah:

- Darah

- Air mani

- Cairan vagina

- Cairan anus

- Air susu ibu

Bisa jadi saat ini ibu Anda sedang menderita penyakit yang lain. Jika Anda tidak yakin, konsultasikan keadaan ibu Anda ke dokter.

Jangan lupa untuk menjaga diri Anda dengan minum obat ARV, kontrol ke dokter dan cegah penularan semaksimal mungkin. Jika perlu temui seseorang untuk berbicara mengenai penyakit Anda dan mendapatkan dukungan.

Semoga informasi di atas dapat membantu.

Salam sehat.

 

dr. Anandika Pawitri

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Meski telah tersedia, pengobatan HIV berupa terapi antiretroviral (ART), belum dimanfaatkan secara optimal.

Seberapa Efektif Pengobatan HIV untuk Wanita?

Dengan pengobatan HIV berupa terapi antiretroviral (ART), penderita HIV tetap dapat menjalani hidup dengan sehat. Sayangnya, pengobatan HIV ini belum dimanfaatkan dengan optimal.