Apakah berat dan tinggi anak normal?

AN* Info Penanya: AN*, Wanita, 29 Tahun
dok, saya ingin bertanya, anak saya laki-laki usia 23 bulan, saat ini berat badanya 10kg, tinggi badan 79 cm, lingkar kepala 47 cm, kondisi badanya sangat kurus, apakah normal ya dok? saat lahir berat badan dia 3.3 kg dgn panjang 48cm, orng disekeliling saya saat ini suka tanya kenapa anak saya kecil terlihat pendek? dia saat ini aktif dok, dan sudah bisa berbicara, saya mau konsultan ke dokter rumah sakit harus kemana ya dok? dokter spesialis anak atau dokter gizi,?mohon saranya dok.. pagi ini bangun tidur hidung dia keluar darah tapi baru pagi ini aja dok, badanya tidak panas, mohon solusinya dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi ETP,

Untuk memantau tumbuh kembang anak perlu dilakukan pemeriksaan berkala baik untuk memantau pertumbuhan fisik anak dan juga perkembangan anak. Salah satu upayanya adalah dengan memanfaatkan kegiatan Posyandu yang ada di setiap lingkungan tinggal setiap bulannya. Dimana akan dilakukan pengukuran dan juga pemantauan perkembangan salah satunya dengan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) serta pemberian vitamin pada bulan tertentu. Nantinya hasil pengukuran akan dipantau melalui Kartu Menuju Sehat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI sehingga kita dapat melihat apakah pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya.

Jika merujuk pada tabel tersebut, pada pengukuran fisik anak masih berada pada batas normal terutama berat badan dan lingkar kepala. Untuk tinggi idealnya saat berusia 1-2 tahun berkisar antara 72-82 cm. Pertumbuhan dan perkembangan anak tentunya sangat bervariasi sehingga tidak perlu terlalu gusar dengan komentar sekitar jika anak tetap sehat. Lakukan pemeriksaan berkala setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang anak. Anda juga dapat melakukan pemeriksaan pada dokter Anak untuk memastikannya. Jika dirasa pertumbuhan tidak seperti anak seusianya, dokter anak akan berkolaborasi dengan dokter gizi untuk penanganan agar tumbuh kembang dapat ideal. Untuk itu upaya terbaik adalah dengan memberikan asupan nutrisi yang seimbang dan juga melakukan stimulasi untuk perkembangan anak.

Untuk darah yang keluar dari hidung sendiri dapat merupakan mimisan penyebabnya sendiri beragam mulai dari benturan, trauma ketika mengorek hidung, disebabkan penyakit lain seperti gangguan darah, demam berdarah dan lainnya. Upayakan untuk tidak menengadahkan anak tetapi menegakan posisi anak dan tekan hidung, kompres pangkal hidung dengan es, apabila tidak berhenti dalam 15 menit segera periksakan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

 

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Cara mendidik orangtua yang salah bisa menjadi pemicu anak depresi dan merusak perilaku serta psikologi anak

10 Cara Mendidik Anak yang Salah Bisa Berdampak Buruk Bagi Psikologi Anak

Tak hanya faktor eksternal, didikan orangtua juga berkontribusi terhadap depresi yang dialami anak. Cara mendidik anak sangat berpengaruh terhadap psikologi anak. Pertengkaran orangtua dan kondisi rumah tangga yang berantakan dapat menyebabkan anak depresi.