Apa yang dimaksud dengan quarter life crisis?

FF Info Penanya: FF, Wanita, 29 Tahun
Pagi, dokter. Kebetulan saya punya anak usia 21 tahun dan sedang labil-labilnya. Kalau saya tanya, dia jawab lagi ada di fase quarter life crisis. Itu apa sih dok? Bahaya untuk mental kah?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, FF.

Quarter life crisis adalah kondisi dimana seseorang merasakan kecemasan yang berlebih pada usia sekitar seperempat abad, yaitu pada rentang usia 20-30 tahun. Seseorang dalam usia ini biasanya baru selesai menjalani pendidikan dan akan memasuki dunia baru. Biasanya, krisis ini terjadi apabila seseorang tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, apakah akan bekerja, sekolah yang lebih tinggi, menikah, atau refreshing sejenak.

Gejala awal quarter life crisis adalah:

  • Rasa cemas dan khawatir berlebihan
  • Sering kebingungan sehingga sulit untuk memutuskan sesuatu
  • Merasa rendah diri
  • Tidak tahu apa tujuan hidupnya

Quarter life crisis dapat semakin parah apabila orang tersebut mengalami tekanan dari orang-orang di sekitarnya, seperti keluarga atau teman-teman. Misalnya, paksaan untuk bekerja di bidang tertentu atau tuntutan dari lingkungan. Bisa juga diperparah oleh diri sendiri, dimana beberapa orang tertentu terlalu keras dan menciptakan target yang terlalu idealis untuk dirinya.

Terkait keluhan Anda, jika anak Anda mengalami quarter life crisis, Anda bisa mencoba memberikan dukungan dan pengertian bahwa semua orang memiliki waktu sendiri-sendiri. Beri tahu anak agar mengembangkan potensi dirinya, dan mensyukuri hal-hal baik yang sudah ia capai. Tetapi, tidak semua anak mau dinasehati ketika mengalami fase ini, jadi sesuaikan juga dengan kepribadian anak Anda, ya. Untuk informasi lebih lanjut, berkonsultasilah kepada psikolog atau psikiater.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia V

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kekerasan pada anak dan sindrom Munchausen, merupakan siklus berbahaya yang bisa terus berulang

Sindrom Munchausen dan Hubungannya dengan Kekerasan pada Anak

Sindrom Munchausen adalah gangguan psikologis akibat perilaku kekerasan pada anak. Sindrom Munchausen membuat penderitanya pura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian. Kondisi ini bisa dipicu oleh pengalaman kekerasan selama kanak-kanak.