Apa saja gizi untuk perkembangan otak anak?

FF Info Penanya: FF, Wanita, 29 Tahun
Dok, saya punya anak berusia 5 tahun yang susah sekali disuruh makan sayur. Bagaimana ya dok cara mencukupi zat gizi penting untuk perkembangan otak anak?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, FF.

Otak adalah organ yang sangat penting dalam tubuh, karena otak merupakan pusat kendali dari organ-organ lainnya. Oleh karena itu, gizi pada masa anak-anak sangat penting agar perkembangan otak berlangsung dengan baik. 

Zat Gizi untuk Perkembangan Otak

Beberapa zat gizi yang cukup familiar didengar misalnya karbohidrat, lemak sehat, protein, vitamin, dan mineral. Dari zat gizi tersebut, beberapa yang penting bagi perkembangan otak anak adalah:

  • Omega-3, bisa didapat dari ikan berminyak, kacang-kacangan, dan biji-bijian
  • Choline, yang banyak ditemukan pada sayur dan buah-buahan, serta telur
  • Vitamin E, misalnya pada buah kiwi, alpukat, dan kacang almond
  • Flavonoid, yaitu senyawa antioksidan yang terdapat pada buah berry atau apel

Tetapi, ketimbang terfokus kepada zat gizi untuk perkembangan otak, ada baiknya untuk terfokus kepada nutrisi secara keseluruhan. Semua zat gizi memiliki fungsi yang berbeda-beda, yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cara yang juga berbeda. 

Oleh karena itu, ajarkan si kecil untuk makan bergizi sedari dini ya, terutama sayur-sayuran. Karena, sering sekali ada anak yang tidak mau makan sayur sehingga kekurangan gizi di masa dewasa. Anda dapat makan sayur berdua anak (agar anak tahu sayur itu bermanfaat), atau menatanya dengan bentuk yang lucu.

Untuk informasi lebih jelas mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak, silakan berkonsultasi kepada dokter spesialis anak ya. Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anak malas belajar bisa jadi karena lingkungan tidak mendukung

Anak Malas Belajar? Jangan Dulu Dimarahi, Ketahui Penyebabnya

Penyebab anak malas belajar bisa jadi karena gaya belajar yang tidak sesuai, lingkungan tidak mendukung, terkena bullying, hingga terkena gangguan emosi.