Apa saja penyebab gatal di vagina?

AY Info Penanya: AY
Dok, saya sudah sebulan lebih menderita gatal di daerah vagina. Awalnya terasa benar-benar gatal. Teman saya merekomendasikan salep yang mengandung miconazole dibarengi dengan mengkonsusmsi obat Incidal OD. Gatal-gatal saya hilang sementara, lalu gatal lagi. Setelah mencoba cari tahu, akhirnya saya memutuskan untuk membeli obat fluconazole. Dosis yang disarankan adalah dosis tunggal, tapi saya sudah dua kali mengonsumsi fluconazole, gatalnya tidak kungjung sembuh. Kenapa ya dok kira-kira?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, A.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Gatal-gatal di daerah vagina bisa disebabkan karena beberapa hal dan biasanya disertai dengan keputihan, rasa perih, atau perdarahan di luar haid.

Keadaan tersebut disebabkan oleh penyakit berikut ini:

  • Infeksi jamur: penyebab paling sering peradangan di vagina atau istilahnya vaginitis. Kondisi yang paling sering memunculkan pertumbuhan jamur candida ini adalah kehamilan, haid, atau akibat menggunakan pil KB., kadar gula yang tinggi, HIV/AIDS.
  • Bacterial vaginosis: sekelompok bakteri baik yang dinamakan lactobacilli bila mengalami penurunan di daerah vagina, maka menyebabkan bacterial vaginosis. Karena jumlah bakteri yang jahat yaitu gardnerella akan meningkat.
  • Klamidia vaginitis: disebabkan oleh Chlamydia trachomatis dan termasuk dalam penyakit menular seksual.
  • Trichomoniasis: penyakit vagina yang menular lewat hubungan seksual yang disebabkan oleh parasite Trichomonas vaginalis. Biasanya penyakit ini menyebabkan iritasi, rasa panas dan kemerahan pada vulva, keputihan yang berwarna kuning kehijauan dan berbau amis.
  • Gonore: salah satu penyakit menular seksual yang menimbulkan gejala keputihan yang abnormal, sakit saat BAK, saat saat melakukan hubungan seksual.
  • Kista vagina
  • Kutil vagina: disebabkan oleh human papillomavirus.
  • Polip vagina: pertumbuhan kulit yang berlebihan dan dikenal juga dengan skin tags.

Untuk memastikan apa penyebab yang pasti untuk kondisi Anda saat ini, dibutuhkan pemeriksaan fisik secara langsung, lab, dll ke dokter spesialis kandungan dan ginekologi, sehingga Anda memperoleh terapi yang tepat. Untuk sementara, mengatasi gatal tersebut, Anda bisa tetap menjaga kebersihan dan kelembaban alat vital Anda, jangan memakai celana yang ketat, sering-sering mengganti pakaian dalam jika sudah lembab, dan jangan menggunakan sembarangan obat tanpa pengawasan dari dokter. 

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
Dibalas oleh SS
08 Jun 2020, 05:48
Dok mau tanya disekitar dinding vagina saya gatal udah 3hr tidak ilang2 tapi setelah dibasuh air setelah buang air gatalnya agak menghilang itu kira2 penyebabnya apa ya dok? Setelah 3hr itu saya pegang ada benjolan kecil di dinding vagina sebelah kanan dan tidak sakit apa berbahaya?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
09 Jun 2020, 07:58
Selamat pagi SS,
Benjolan di vagina banyak penyebabnya ya, bisa karena kutil kelamin, abses, kistta bartholini, herpes, dan penyakit lainnya. Saran saya jangan gunakan pakaian dalam yang terlalu ketat dan lembab, jaga kebersihan organ intim anda. Jika keluhan tidak membaik selama 5-7 hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit dan kelamin, untuk mencari tau penyebab pasti dari sakit yang Anda alami.
Salam sehat.
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Bila celana dalam terlalu ketat, maka organ intim rentan mengalami iritasi

Tidak Pakai Celana Dalam Saat Tidur Bukan Jorok, Justru Baik!

Tidak pakai celana dalam saat tidur bisa jadi momen favorit organ reproduksi Anda di bawah sana. Selain bisa 'bernapas', organ intim Anda justru terhindar dari infeksi jamur jika Anda going commando.