Apa penyebab vagina menjadi kendur?

SA Info Penanya: SA, Wanita, 1 Tahun
Hai dok, saya ingin bertanya pertanyaan yang sedikit intimate. Apa betul kalau vagina lama-kelamaan bisa menjadi kendur? Bagaimana cara penanganannya?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore SA,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Sindrom vagina kendur adalah kondisi di mana dinding, otot, serta jaringan vagina melemah. Vagina jadi tidak bisa berkontraksi seperti biasanya. Inilah yang membuat vagina terasa tidak rapat, jadi lebih longgar.

Beberapa penyebab sindrom vagina kendur adalah :

  • Mengalami proses persalinan normal (lewat vagina) selama berkali-kali
  • Usia diatas 50 tahun atau menopause
  • Kelainan hormon atau genetik
  • Pernah mengalami operasi panggul

Pengobatan atau tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi vagina kendur :

  1. Senam kegel
    Senam ini ditujukan untuk melatih otot-otot panggul. Dengan mengencangkan otot panggul, area vagina pun jadi lebih kencang. 
  2. Terapi hormon
    Jika sindrom yang dialami karena kelainan atau perubahan hormon. Terapi hormon bisa di gunakan, terapi ini ditujukan pada pasien yang sedang dalam masa menopause atau sudah berusia lanjut.
  3. Laser
    Peremajaan vagina, laser yang diarahkan pada vagina akan memicu pertumbuhan dan perbaikan kolagen. Vagina pun akan jadi lebih rapat.

Jika Anda merasa mengalami sindrom vagina kendur dan ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi dokter spesialis kandungan.

Semoga bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Agar hubungan seks senantiasa berkualitas, hindari kebiasaan merokok, begadang, atau terlalu sibuk bekerja

Hindari Kebiasaan Kecil yang Menganggu Kualitas Hubungan Seks Ini

Hubungan seks yang berkualitas dapat mengindikasikan kebahagiaan pernikahan. Namun, kualitas kehidupan seks tersebut dapat berkurang, jika Anda melakukan sejumlah kebiasaan, yang mungkin terlihat sepele. Kebiasaan tersebut berpotensi menurunkan gairah, bahkan meningkatkan risiko terhadap gangguan seksual tertentu.