Apa penyebab nyeri pinggang dan mata merem?

AL Info Penanya: AL, Wanita, 19 Tahun
Dok kenapa ya pinggang nenek saya terasa nyeri trus sakit sekali . Pdhal obt dan chek up gak telat d.rumah sakit . Trus mata jugaa pernah d.operasi sebelah kiri tpi yg sblah kanan kadang mata sipit truss lama kelamaan jadinya kayak merem . Ad yang bilang kalo d.tetes pake santan emngya bisa dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam ALR,

Nyeri pinggang pada lansia bisa disebabkan oleh beberapa kelainan seperti :
  1. Osteoporosis. Adanya pengeroposan tulang belakang akan menyebabkan keretakan pada tulang belakang dan menimbulkan rasa nyeri, terutama bila duduk lama.
  2. HNP. Adanya saraf tulang belakang yang terjepit.
  3. Postur tubuh yang tidak benar, seringkali pada lansia muncul keluhan tulang belakang yang membungkuk, dimana hal ini akan menyebabkan nyeri.
  4. Cedera otot, ligamen.
  5. Berat badan berlebih.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri pada pinggang adalah dengan cara :
  1. Gunakan kompres dingin dan kompres hangat secara bergantian.
  2. Hindari alas tidur yang terlalu empuk.
  3. Lakukan peregangan.
  4. Hindari duduk dalam jangka waktu lama.
  5. Gunakan korset tulang belakang.

Namun yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan ke dokter tulang untuk menentukan apa penyebab pastinya untuk mendapat penanganan yang tepat.

Sedangkan untuk keluhan mata yang semakin lama semakin sipit dan menutup, bisa disebabkan oleh kelemahan otot mata atau hal lainnya, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter mata untuk dipastikan kelainannya.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab osteoporosis, yaitu hipotiridisme, gangguan pada kelenjar adrenal, dan hormon seks yang berkurang

Kenali Penyebab Osteoporosis Berikut untuk Mencegahnya di Kemudian Hari

Osteoporosis ditandai dengan kerapuhan tulang dan terkait dengan asupan kalsium yang kurang. Penyebab osteoporosis, yaitu: hipotiridisme, gangguan pada kelenjar adrenal, hormon seks yang berkurang, hingga gangguan pada kelenjar di bawah otak.