Apa penyebab keputihan dan bagaimana cara mengatasinya?

DR Info Penanya: DR
Dok saya ingin bertanya. Istri saya sering mengalami keputihan yang berwarna putih susu. Masa menstruasi istri saya juga sudah berakhir. Namun, keputihannya tidak hilang. Akhir-akhir ini juga sedang berada di luar kota dan sibuk dengan pekerjaan. Apakah kelelahan merupakan penyebab keputihan? Bagaimana cara mengatasi keputihan tersebut, dok? Terimakasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang DR,

Keputihan adalah cairan yang keluar dari kemaluan wanita dimana merupakan kondisi yang normal untuk mekanisme pembersihan dari sel-sel mati ataupun perlindungan dari mikroorganisme normal yang ada di area tersebut.

Jika timbul perubahan warna dan keputihan banyak dan menetap maka bisa disebabkan oleh infeksi. Penyebab keputihan sendiri yang tidak normal bisa dipicu oleh infeksi jamur, infeksi bakteri, infeksi parasit dan juga karena infeksi akibat penyakit menular seksual.

Untuk mengatasinya perlu dipastikan penyebabnya dengan pemeriksaan pada dokter kandungan dan kebiadanan ataupun dokter kulit dan kelamin agar dilakukan pemeriksaan pada sampel cairan keputihan. Nantinya jika penyebabnya adalah jamur maka akan diberikan obat antijamur. Konsumsi bahan alami seperti bawang putih juga diduga mampu membantu mengurangi jika disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain itu juga penting menjaga kebersihan dan kesehatan area organ intim dengan membersihkan secara teratur, membasuh setelah buang air dari arah depan kebelakang untuk menghindari kontaminasi dari anus dan hindari penggunaan pembalut dalam waktu lebih dari 3 jam ketika menstruasi, hindari membersihkan menggunakan sabun khusus, dan juga hindari berganti pasangan seksual. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

Dr. Adhi P.

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anda harus waspada ketika mengalami keputihan berwarna hijau

Keputihan Berwarna Hijau dan Menggumpal, Berbahayakah?

Anda harus waspada ketika mengalami keputihan berwarna hijau, apalagi juga menggumpal. Kondisi itu bisa menandakan infeksi bakteri atau penyakit menular seksual.