Apa penyebab keputihan?

II Info Penanya: II
Bertanda apa jika terjadi keputihan pada wanita yang tidak hamil
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang, I

 

Saya jelaskan ya bahwa normalnya vagina mengeluarkan lendir berwarna bening, tidak berbau yang berfungsi untuk melindungi dari bakteri, parasit dan mikroorganisme lainnya. 

 

 

Keputihan  dapat berupa :

- Vaginosis bakterialis : Keputihan ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya berupa keputihan yang disertai bau busuk. Wanita yang memiliki banyak pasangan seksual memiliki peningkatan risiko terhadap infeksi ini.

- Trikomoniasis : Keputihan yang disebabkan oleh protoza atau organisme bersel tunggal. Infeksi ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan pemakaian handuk bersamaan. Gejalanya berupa keputihan yang berwarna kuning atau hijau, gatal, dan disertai bau busuk

- Infeksi jamur : Infeksi ini menghasilkan cairan putih seperti keju, gatal, dan rasa seperti terbakar pada vagina. Hal-hal yang dapat meningkatkan infeksi jamur adalah stres, pemakaian pil KB, kehamilan, dan infeksi menular seksual.

Untuk memastikan penyebabnya saya sarankan anda ke dokter spesialis kulit dan kelamin ya agar diperiksa secara langsung dan diberikan pengobatan yang sesuai

 

Selama dirumah, anda dapat melakukan :

1. Hindari penggunaan sabun cuci vagina

2. Jangan gunakan celana terlalu ketat

3. Gunakan celana dalam bahan katun 

4. Ganti celana dalam 2-3 kali sehari 

5. Basuh area kelamin dari depan ke belakang setelah BAB dan BAK

6. Tidak memakai panty liner atau pembalut karena menghambat sirkulasi udara dan dapat menjadi tempat berkembangnya kuman

7. Hindari stress dan istirahat cukup

8. Bila keputihan disebabkan oleh alergi, segera hentikan pemakaian bahan penyebab alergi 

 

Waspadai tanda bahaya berupa keputihan disertai demam, warna keputihan menjadi kuning atau hijau, gatal, dan berbau busuk jika mengalaminya segeralah ke UGD

 

Semoga membantu

Salam Sehat

dr. Karlina Lestari

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Meski telah tersedia, pengobatan HIV berupa terapi antiretroviral (ART), belum dimanfaatkan secara optimal.

Seberapa Efektif Pengobatan HIV untuk Wanita?

Dengan pengobatan HIV berupa terapi antiretroviral (ART), penderita HIV tetap dapat menjalani hidup dengan sehat. Sayangnya, pengobatan HIV ini belum dimanfaatkan dengan optimal.