Apa obat herbal untuk kanker limpoma?

MT Info Penanya: MT
Pagi dok, obat herbal untuk kanker limpoma tu apa ya, dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang MT,

Limfoma adalah keganasan yang menyerang saluran limfe terutama pada kelenjar getah bening, limpa, timus dan juga sumsum tulang. Limfoma sendiri ada dua jenis yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin. Penyebab limfoma sendiri tidak diketahui pasti tetapi beberapa faktor bisa menjadi pemicunya seperti usia, jenis kelamin, infeksi, perubahan pada sel darah putih, faktor genetic dan lainnya.

Gejala limfoma sendiri adalah diantaranya timbul benjolan di kelenjar getah bening seperti pada leher, ketiak, selangkangan, demam, mudah berkeringat terutama malam hari, sesak napas, penurunan berat badan. Sedangkan yang membedakan limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin adalah gejala di limfoma non Hodgkin sering menimbulkan adanya ruam kulit, nyeri dada, dan nyeri tulang. Pada limfoma Hodgkin sering kali timbul pada usia yang lebih muda dan juga lebih sering pada jenis kelamin laki-laki.

Untuk pengobatan limfoma sendiri adalah dilakukan kemoterapi dimana beberapa obat kemoterapi memiliki kepekaan terhadap sel keganasan tersebut, selain itu juga bisa dilakukan transplantasi pada limfoma Hodgkin dan terapi imun pada limfoma non Hodgkin. Tetapi untuk herbal sendiri tidak ada yang terbukti secara ilmiah untuk mengobati limfoma. Untuk itu jika merasa ada benjolan kecil di leher ada baiknya memeriksakan diri pada dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan memastikannya. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

Dr. Adhi P.

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Radiasi dari alat elektronik nirkabel seperti handphone, wifi, dan sebagainya berpotensi merusak kesehatan

Benarkah Radiasi Wifi dan Headphone Bluetooth Berpotensi Merusak Kesehatan?

Radiasi gelombang elektromagnetik dari alat elektronik seperti handphone, wifi, dan alat-alat nirkabel lainnya berpotensi memicu kanker, penyakit saraf, kemandulan pada pria, dan kelainan saraf. Sedangkan untuk wanita hamil, hal ini dapat meningkatkan peluang terjadinya keguguran.