Apa keseringan onani menyebabkan ejakulasi dini?

W Info Penanya: W
siang dok..saya mau bertanya dok tentang masalah seksual saya..saya berumur 21th dok..tapi saya mempunyai kebiasaan buruk dari dulu..saya sering onani..dan saya sekarang ingin berubah dok..saya ejakulasi dini..bisakah dokert memberi ramuan atau terapi agar tdk terjadi ejakulasi dini dok?????
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi W,

Ejakulasi dini adalah kondisi dimana seorang pria tidak mampu menahan ejakulasinya, atau dalam waktu kurang dari 1 menit setelah penetrasi, air mani sudah disemprotkan keluar. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor psikologis seperti stres, cemas, depresi, adanya trauma ketika berhubungan seksual dimasa lampau, merasa bersalah ketika berhubungan seksual, dll.

Ejakulasi dini ini dibedakan menjadi :
  1. Primer, dimana sejak pertama berhubungan seksual, maka pria akan mengalami ejakulasi dini.
  2. Sekunder, dimana pria yang dulunya ketika berhubungan seksual tidak ada masalah, tidak ada keluhan ejakulasi dini, namun sekarang mengalami ejakulasi dini.
Selain mencari faktor penyebab ejakulasi dini, Anda juga bisa melakukan beberapa tips ini untuk mengurangi gejala ejakulasi dini dengan cara :
  1. Senam kegel.
  2. Memakai kondom.
  3. Bekerja sama dengan pasangan untuk melakukan rangsangan dan menghentikan rangsangan secara bergantian.

Sebaiknya hindari aktivitas onani secara berlebihan karena bisa mencederai penis, menimbulkan infeksi penis, dan mengurangi sensitivitas penis.

Bila keluhan menetap, segera lakukan pemeriksaan dengan dokter urologi untuk penanganan lebih lanjut.

Salam sehat,

dr. Vina

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab ejakulasi dini bermacam-macam, biasanya disebabkan oleh masalah-masalah psikis

Pahami Penyebab Ejakulasi Dini, Gejala, dan Cara Mengobatinya untuk Membantu Masalah Seksual Anda

Ejakulasi dini dapat mengganggu keharmonisan dalam hubungan seksual seseorang. Penyebab ejakulasi dini bermacam-macam, biasanya disebabkan oleh masalah-masalah psikis, seperti stres, depresi, masalah kerja, dan semacamnya.