Apa itu gangguan kepribadian ?

FF Info Penanya: FF, Pria, 19 Tahun
Dokter saya ingin bertanya, saya remaja 17thn saya sering merasakan tekanan yg membuat sy ingin melakukan hal2 yg gila tp itu hanya sesaat tp setiap kali saya terdiam sendiri di kamar sy tdk mau melakukan hal apapun dan bahkan jika saya merasa tersinggung sy tdk ingin melihat org itu walaupun itu org tua sy, bahkan saat ditanya sy menangis seolah2 tidak sadar itu sy saat di tampar pun sy tdk merasakan sakit dok Sy ingin sekali sembuh bagaimana penjelasnya? Terimakasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, FF.

Jika dilihat dari keluhan anda, besar kemungkinan anda mengalami apa yang disebut sebagai gangguan Kepribadian. Gangguan ini merupakan ciri kepribadian yang kaku dan mengalahkan diri sendiri,
sehingga mempengaruhi fungsinya dan bahkan menyebabkan gejala psikiatrik, menyebabkan
penderitaan pada pasien atau orang lain atau keduanya dan menimbulkan maladaptasi sosial
(teman, keluarga, pekerjaan). Kepribadian demikian nampak tidak seimbang, tanpa koordinasi perilaku yang harmonis.

Penyebab ganggua kepribadian yakni :
- Faktor genetika
- Faktor tempramental
- Faktor biologis
- Faktor psikoanaltik

Klasifikasi gangguan kepribadian menurut PPDGJ III :
-Gangguan Kepribadian Paranoid
-Gangguan Kepribadian Schizoid
-Gangguan Kepribadian Disosial
-Gangguan Kepribadian Emotional tak stabil
-Gangguan Kepribadian Histrionik
-Gangguan Kepribadian Anankastik
-Gangguan Kepribadian Anxious (avoidant)
-Gangguan Kepribadian Dependent
-Gangguan kepribadian spesifik lainnya

Sedangkan Klasifikasi Gangguan Kepribadian Menurut DSM-IV :
1. Kluster A – gambarannya aneh, menyendiri, dan eksentrik (paranoid, skizoid, skizotpal)
2. Kluster B – gambarannya dramatik (dramatic), impulsif, dan tak menentu (borderline, antisocial, narcissistic, histrionic)
3. Kluster C – gambarannya cemas dan penuh ketakutan (avoidant, dependent, and
obsessive-compulsive)

Setiap gangguan kepribadian dimempunyai kriteria masing-masing, Pemeriksaan psikiatrik lengkap- anamnesis, observasi, pemeriksaan somatik, brain imaging, EEG, laboratorium
(toksikologi, infeksi, endokrinologi), pemeriksaan Psikologik – tes kepribadian (personality tests) diperlukan untuk menegakkan diagnosis, sebaiknya ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater  sehingga terapinya bisa sesuai dengan causanya.

 

Semoga bermanfaat

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Baby blues merupakan kasus yang awam terjadi pada ibu baru

Cara Mengatasi Baby Blues Tidak Sesulit yang Dibayangkan

Baby blues adalah sindrom yang membuat penderitanya merasa cemas berlebihan dan sedih setelah melahirkan. Cara mengatasi baby blues adalah bicarakan dengan pasangan,cari udara segar, hingga minta bantuan.