Apa itu gangguan artikulasi ?

AD Info Penanya: AD, Pria, 19 Tahun
dokter, saya ingin bertanya, knpa saya susah berbicara yang berkaitan dengan huruf H, sperti Hai, halo. suara saya mati di bagian huruf H nya dokter
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, AD.

Keluhan anda bisa dikatakan sebagai gangguan artikulasi. Artikulasi adalah proses pembentukan bunyi-bunyi, suku kata, dan kata-kata. Seseorang memiliki masalah dalam artikulasi apabila ia memproduksi suara-suara, suku kata, dan kata-kata secara tidak tepat/tidak benar sehingga pendengar sulit  memahami apa yang diucapkannya atau memerlukan perhatian yang lebih untuk mengerti suara
kata-katanya. Dengan demikian yang dimaksud dengan gangguan artikulasi adalah kesulitan dalam pembentukan bunyi-bunyi , suku kata, maupun kata-kata, sehingga ucapannya sulit dipahami.

Gangguan artikulasi terdiri dari beberapa tipe, yaitu :
1. Subtitusi yaitu terjadinya penggantian fonem seperti kata gigi diucapkan didi.
2. Omisi yaitu terjadinya penghilangan fonem, seperti kata cincin diucapkan cicin.
3. Distorsi, yaitu terjadinya kekacauan pengucapan, seperti kata tinta diucapkan nita.
4. Adisi, yaitu trjadinya penambahan fonem, seperti kata foto diucapkan forto.

Artikulasi bunyi melibatkan organ bicara seperti lidah, gigi, bibir, dan palatal. Ganguan artikulasi dapat diakibatkan oleh kanker mulut dan tenggorokan, kecelakaan, kongenital (seperti celah bibir), atau faktor lain yang mengakibatkan rusaknya organ bicara. Orang yang mengalami gangguan artikulasi biasanya bermasalah dalam melafalkan bunyi atau melafalkan bunyi dengan keliru. Perubahan bunyi b menjadi w, seperti pada pelafalan ’wambut’ untuk kata ‘rambut’, penghilangan bunyi, seperti pada
pelafalan ‘and’ untuk kata ‘hand’, salah pengucapan, seperti pada pelafalan ‘tsutsu’ untuk kata ‘susu’.  

Gangguan artikulasi pada anak-anak masih dianggap normal, namun seiring perkembangannya, jika gangguan artikulasi masih terjadi, maka hal tersebut sudah dapat dianggap sebagai sebuah kelainan atau penyakit. 

Penanganan gangguan bicara diawali dengan identifikasi pasien seperti, riwayat kesehatan, kemampuan berbicara, kemampuan mendengar, kemapuan kognitif, dan kemampuan berkomunikasi. Kemudian penanganan dilanjutkan dengan diagnosis gangguan yang dialami pasien. Setelah hasil diagnosis didapat, barulah diterapkan terapi yang tepat untuk pasien. Sebaiknya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Semoga bermanfaat

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kekerasan pada anak dan sindrom Munchausen, merupakan siklus berbahaya yang bisa terus berulang

Sindrom Munchausen dan Hubungannya dengan Kekerasan pada Anak

Sindrom Munchausen adalah gangguan psikologis akibat perilaku kekerasan pada anak. Sindrom Munchausen membuat penderitanya pura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian. Kondisi ini bisa dipicu oleh pengalaman kekerasan selama kanak-kanak.