Apa benar corona ditularkan dari pandangan mata?

N Info Penanya: N, Wanita, 27 Tahun
Halo, dokter. Saya mendapatkan informasi kalau corona dapat menular hanya dari tatapan mata saja ya dok? Itu berita yang valid atau hoaks ya dok? Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang N,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Virus Corona COVID -19 membuat khawatir karena penyebarannya yang sangat cepat. Cara penyebaran virus corona dari manusia ke manusia lewat drplet atau percikan air liur. Karena virus corona ditemukan menyerang saluran pernapasan. Sampai saat ini penularan virus corona adalah melalui percikan air liur seseorang yang terkena virus corona. Jadi tidak benar virus corona bisa menular hanya dengan melalaui pandangan mata.

Penyebaran virus corona melalui kontak jarak dekat melalui jabat tangan, berciuman, berpelukan dan aktivitas yang melibatkan sentuhan langsung. Benda-benda seperti pintu, saklar, meja, tiang atau benda yang digunakan secara bergantian bila tersentuh orang terinfeksi berisiko menjadi penularan virus corona.

Cara mencegah agar tidak tertular virus corona :

  • Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun minimal 20 detik
  • Menggunakan masker surgical mask atau N95 bila sedang berada di temapt keramaian atau sedang sakit
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bernutrisi

Jika Anda mengalami demam, batuk, pilek dan sesak napas, sebaiknya segera memeriksakan diri Anda ke rumah sakit terdekat. apalagi jika Anda berkunjung dari negara yang terjangkit virus corona atau melakukan kegiatan berkumpul di tempat ramai atau berkontak dengan seseorang yang terkena virus corona.

Semoga bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Panic buying di supermarket dapat dipicu oleh penularan emosi seperti virus yang menjalar

Alasan Psikologis Perilaku Panic Buying di Tengah Wabah Corona

Panic buying mencuat di kalangan masyarakat dunia sejak meningkatnya kasus infeksi corona. Perilaku ini juga dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Apa alasan psikologis di balik panic buying?