Apa Antibiotik Terbaik untuk Penderita Tifus?

IY Info Penanya: IY, Wanita, 26 Tahun
Dear Dokter,Kira-kira obat antibiotik apa yang terbaik untuk penderita tifus? Sebulan lalu saya demam dan sakit radang tenggorokan, besoknya demam turun dan mulai berasa perut perih dan sakit. Awalnya di cek antigen NS1 ternyata negatif. Lalu dicurigai dokter gejala tipes dan diberi antibiotik Floxigra. Empat hari kemudian saya cek darah serologi dan positif salmonella. Lalu diberikan antibiotik syrup tambahan Hufamyectin dan setelah itu kontrol lagi antibiotiknya diganti zultrop forte. Keesokkan hari muntah walaupun hanya minum akhirnya malam hari saya ke Rumah Sakit. Diperiksa ternyata masalah dengan maag. Selama di rawat saya tidak merasa mual dan muntah dan diberikan antibiotik akilen untuk tipes. Setelah pulang dari Rumah Sakit saya muntah lagi sama seperti sebelumnya. Lalu diberi obat anti muntah ondasentron namun rasa mual masih bisa terasa. Menurut beberapa orang antibiotik nya yang mengiritasi lambung dan dosis yang diberikan 1 hari 1x. Jadi sebaiknya bagaimana, apakah di stop saja antibiotik nya? Karena perut saya juga sudah tidak terasa perih lagi seperti awal. Yang menganggu maag nya. Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu IY,

Dari pengalaman berobat yang Ibu ceritakan ini, kami mendapat kesan Ibu terlalu banyak melakukan pemeriksaan dan minum obat yang tidak terfokus pada penyebab sakit yang sebenarnya. Sehingga sangat disayangkan banyak biaya yang terbuang percuma.

Demam Tipes dan Paratipes (Typhoid dan Parathypoid) adalah penyakit demam karena infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Tpypii dan Salmonella Parathypii.

Bila seorang ter infeksi  bakteri Salmonella Tpypii dan Salmonella Parathypii, akan muncul gejala berikut ini:

  1. Demam yang naik secara bertahap pada minggu pertama dan demam menetap pada minggu kedua, demam terjadi terutama sore / malam hari.
  2. Sakit Kepala
  3. Nyeri otot
  4. Mual, muntah dan gangguan pencernaan lain mirip sakit Magh
  5. Kehilangan nafsu makan
  6. Sembelit atau diare
  7. Sakit perut dan rasa begah
  8. Lidah yang berselaput (kotor ditengah, tepi dan ujung merah dan bergetar/tremor)

Untuk penegakkan Penyakit dapat dilakukan Pemeriksaan Laboratorium darah yaitu : Uji Widal dengan hasil Titer Antibodi O = 1/320 atau Antibodi H 1/640

Penyakit deman Tipes, adalah salah satu jenis penyakit infeksi yang umum di temukan di daerah tropik, seperti Indonesia.

Penularan penyakit ini adalah melalui makanan dan minuman yang sudah tercemar oleh kuman Salmonella Thypii dan Salmonella Parathypii.

Contohnya sayuran segar / lalapan yang tidak dicuci dengan bersih namun sudah terinfeksi, buah-buahan yang tidak dicuci dengan bersih, penyajian makanan oleh koki yang menderita penyakit demam tipes namun tidak mencuci tangan dengan benar dan bersih.

Bakteri dapat bertahan dan berkembang biak pada suhu ruangan sampai suhu hangat, tapi mati pada suhu panas sehingga untuk menghindari terjadi penularan penyakit maka makanan dan air harus dimasak sampai matang dan mendidih.

Untuk sayuran mentah dan buah segar supaya di cuci dengan air mengalir di keran air, atau dengan sampuran sabun antiseptik khusus untuk mencuci sayur dan buah.

Penyakit dapat disembuhkan dengan pemberian Antibiotika golongan Kroramfenikol, Tiamfenikol, Kotrimoksasol, dan Amoxillin selama 14 hari. Dokter juga akan memberikan obat-obatan penunjang lainnya seperti vitamin C dan B kompleks.

Penderita harus istirahat baring selama minimal 7 hari, dan makan makanan lunak dan rendah serat.

Semua gejala akan hilang setelang pengobatan selama 7 sampai 14 hari. Sehingga tidak perlu terlalu cemas dengan mual dan muntah.  Obat antimual Ondasentron sebenarnya tidak diperlukan, obat ini adalah jenis antimual yang sangat keras yang umumnya digunakan untuk pasien kanker.

Walaupun penyakit ini merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat namun bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat, dapat menyebabkan komplikasi dan berakibat kematian pada Penderita.

Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain :

    • Perdarahan usus
    • Berlubangnya  / robeknya usus
    • Ileus
    • Infeksi pankreas

Pencegahan yang wajib dilakukan adalah :

  1. Penjaga kebersihan pribadi dan lingkungan
  2. Mencuci tangan sebelum makan
  3. Memasak makanan dan air minum sampai matang dan mendidih
  4. Menjaga kebersihan lingkungan
  5. Isolasi Penderita (Rawat di Rumah Sakit)
  6. Buang air Besar dan Buang air kecil di toilet
  7. Untuk Penderita supaya segera berobat ke Dokter dan Minum Antibiotika yang diberikan sampai habis untuk mencegah terjadinya infeksi ulang akibat bakteri yang kebal dengan Antibiotika.

Sebaiknya selalu menghabiskan obat antibiotika yang diresepkan oleh Dokter untuk mencegah resistensi kuman dan mendapat kesembuhan sempurna. Kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam (SpPD) untuk berkonsultasi lebih lanjut dan jangan pernah minum obat tanpa instruksi dari Dokter.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Minum obat sembarangan bisa picu resistensi antibiotik sehingga penyakit semakin sulit disembuhkan

Minum Obat Sembarangan Bisa Picu Resistensi Antibiotik

Mengonsumsi antibiotik saat sakit memang bermanfaat, asalkan sesuai dengan rekomendasi dokter. Sayangnya, banyak orang yang menyepelekan aturan minum antibiotik. Akibatnya, muncul resistensi antibiotik yang membuat bakteri penyebab penyakit, semakin sulit untuk dibasmi