Anak sulit berbicara setelah cedera kepala

D Info Penanya: D, Wanita, 2019 Tahun
Assalammualaikum dok.....Sy ingin brtanya tentang tumbuh kembang anak saya......Anak prtama sy skg umurnya 2 thn 9 bulan, awalnya bisa bilang "mama, papa, mbah, nenen, ina, encis (klo mw pipis)..... Ngomong nya jelas, ngga pelat.....Tpi smnjak jatuh dri motor, dy gak mw ngomong lgi dok.... 3 bulan brlalu, dy mulai mau ngomong lgi... Bilang " mama, mam,udah".... Slebih nya dy gak mw ngomong lgi dok...Wktu jatuh dri motor, kpala nya dluan yg trbentur dok, bdan nya lebam, kpala nya benjolan smw, dada nya lebam smpe dy demam 2 hri....Apakah anak sy masih ad harapan utk dapat brbicara lgi dok,?? Dan apa yg hrus sy lakukan dok,?? Mohon solusi & pnjelasan ny dok ??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Malam D.

Terimakasih telah bertanya di SehatQ

Normalnya pada usia dua tahun, anak dapat berbicara dengan menggabungkan 2-3 kata dan kosa kata meningkat menjadi diatas 50 kata, walaupun dapat bervariasi antar individu. Dan dengan kosa kata tersebut, anak mulai bisa berkomunikasi tentang kebutuhanannya seperti "ingin ke toilet", "sedang haus" atau "sedang lapar".

Selain itu, anak mulai bisa memakai dan melepas baju sendiri. Anak bisa menunjukkan objek yang Anda sebutkan dan mulai mengetahui nama-nama anggota keluarga atau orang yang dekat dengannya, serta mengetahui bagian-bagian tubuhnya

Pada kasus cedera kepala, dapat terjadi gangguan kesehatan mulai dari ringan seperti lecet lecet atau lebam di kepala, hingga gangguan yang lebih berat seperti perdarahan di otak, penurunan kesadaran, gangguan kognitif, gangguan atensi, gangguan berpikir, gangguan verbal, gangguan emosional, dan lain lain tergantung cedera yang diderita. Mengingat otak adalah sistem saraf pusat, pusat motorik maupun sensorik. 

Pada cedera kepala berat dapat terjadi gangguan komunikasi-kognitif yang mana sering sulit dinilai setelah cedera karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa gangguan ini terjadi, dibandingkan misalnya gangguan motorik yaitu terjadi kelumpuhan pada anggota gerak, atau sensorik misalnya terjadi kehilangan salah satu fungsi indera tubuh. 

kognitif secara umum dapat diartikan sebagai potensi intelektual untuk berpikir. kognitif sendiri terdiri atas runtutan proses mulai dari memahami, menerapkan, dan mengevaluasi. 

Gangguan kognitif mungkin terlihat berbeda pada tahap perkembangan yang berbeda, tergantung pada proses kognitif yang matang pada setiap tahap dan tuntutan kognitif pada tahap itu. Misalnya normalnya anak usia 4 tahun sudah mulai dapat memahami perbedaan waktu siang dan malam, namun apabila anak mengalami gangguan kognitif dalam memahami perbedaan waktu , akan kesulitan dalam menguasai itu di usia 4 tahun. 

Untuk menghambat progresifitas penurunan fungsi kognitif saya sarankan untuk selalu menstimulus anak untuk berkomunikasi, ajak mereka bermain dengan teman sebayanya, dan berikan makanan bergizi seperti vitamin seperti vitami E, vit B6,B12 dan asam folat. 

Diperlukan pemeriksaan secara langsung kepada anak Anda untuk penyebab pasti dari gangguan verbal anak Anda. Untuk sekarang Anda jangan panik. Ada baiknya untuk memeriksakan anak Anda ke dokter Spesialis anak dengan sub spesialis tumbuh kembang anak, untuk dilakukan wawancara dan pemeriksaan lebih lanjut, agar kendala yang anak Anda alami bisa teratasi. 

Semoga bermanfaat,

Salam Sehat,

dr. Sandy Aditya P.

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Ada banyak aktivitas menarik untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak preschool.

Ini Rekomendasi Aktivitas Anak Prasekolah untuk Tumbuh Kembang

Umumnya, anak-anak pada fase preschool memang asyik menyerap berbagai hal yang terjadi di sekelilingnya. Tak hanya mengembangkan keterampilan, anak pun akan belajar memecahkan masalah. Oleh karena itu, orangtua memiliki andil besar dalam mendukung perkembangan anak.