Apa gejala dan penanganan anak hiperaktif?

NH Info Penanya: NH, Pria, 2 Tahun
Pagi dok . Saya punya anak laki2. Umur 3 THN. Dia orgnya persis bgt yg ada di artikel anak hiperaktif. Seperti nangis tidak jelas sampai 2jm . Tidak bisa diem . Tidak suka sama mainan sukanya mainan yg enga jelas gituh . Tidak ada capeknya. Ngmng jga belom lancar . Kalo jalan maonya lari. .Apa itu bahaya dok . Saya harus apa ya dok .Terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang NH,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Hiperaktif merupakan suatu kondisi yang umum dialami anak-anak. Kondisi ini terlihat dari sikap anak yang tidak bisa tenang. Ciri anak hiperaktif yang mudah dikenali adalah kesulitan untuk konsentrasi. Selain itu, anak hiperaktif juga berisiko tinggi mengalami masalah dalam membina hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.

Hiperaktif dapat ditunjukan dengan tanda-tanda seperti :

  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Perilaku impulsif
  • Berbicara yang tidak pada tempatnya
  • Berkata-kata tanpa berpikir
  • Memukul teman sekelas, kakak, atau adiknya

Penyebab umum hiperaktif adalah :

  • ADHD (gangguan defisit atensi/ hiperaktivitas)
  • Hipertiroidisme
  • Gangguan otak dan gangguan saraf pusat
  • Gangguan psikologis

Untuk mengatasi Anak hiperaktif Anda dapat melakukan :

  • Ciptakan komunikasi yang baik dengan Anak
  • Disiplin yang positif
  • Melibatkan anak dalam aktivitas fisik
  • Terapi perilaku kognitif (CBT)
  • Latihan interaksi sosial

Jika dengan cara-cara di atas Anak masih kesulitan untuk mengendalikan perilakunya, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut ke psikiater atau psikolog untuk melakukan pengobatan lebih lanjut.

Semoga bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Cara mengatasi anak hiperaktif yaitu dengan membiarkannya menghabiskan tenaganya

7 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Ini Perlu Dipelajari Orangtua

Masih banyak orangtua kebingungan dalam menghadapi anak yang didiagnosis hiperaktif oleh dokter. Tak jarang, ketika anak berlarian ke sana ke mari, orangtua malah memarahinya. Padahal, cara mengatasi anak hiperaktif yang efektif bukanlah seperti itu.