Adakah larangan ibu yang sedang hamil minum susu?

RR Info Penanya: RR, Pria, 30 Tahun
Boleh kah ibu yg sedang hamil minum susu "bear brand" ? Sampai usia kandungan berapa bulan dibolehkan? Dan seberapa sering boleh minum ?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, RR.

Susu sapi dan susu lainnya termasuk kedalam anjuran pola makan saat hamil. Karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk janin dan kesehatan ibunya. Selain kalori dan protein, ibu hamil membutuhkan kalsium, vitamin A dan vitamin D setiap harinya.

Susu sapi tersedia juga dalam bentuk rendah lemak dan bebas lemak. Lebih baik menggunakan yang rendah lemak atau bebas lemak untuk membatasi asupan lemak jenuh. Susu mengandung laktosa yang bisa mengakibatkan gangguan pencernaan pada mereka yang tidak toleransi terhadap laktosa. Gejalanya perut kembung, diare dan banyak gas.

Alternatif susu sapi juga ada, terutama untuk mereka yang tidak toleransi seperti susu kedelai, almond atau susu kambing. Susu kambing memiliki kalori lebih besar daripada susu sapi dan kadar vitamin B12 lebih rendah. Jadi memerlukan suplemen tambahan vitamin B12.

Susu untuk yang vegan bisa menggunakan yang berasal dari kedelai, almond, beras, atau kacang mete. Tidak memiliki laktosa dan kandungan lemaknya tak jenuh sehingga dapat mengurangi kolesterol jahat. Kadar kalsium jauh lebih rendah dari susu sapi. Sehingga perlu ditambah kalsium, vitamin A dan vitamin D. Pastikan kadarnya dari keterangan di kemasannya.

Tapi tetap fokus mendapatkan kalori dari makanan bukan minuman. Sehingga susu yang penting untuk ibu hamil hanya sebagai pendamping makanan utama. Dan pastikan susu yang diminum, yang sudah dipasteurisasi. Lebih jelasnya baca di artikel Manfaat dan Berbagai Jenis Susu Ibu Hamil.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kandungan lemah dapat menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran pada trimester kedua dan ketiga

Memahami Kandungan Lemah, Pemicu Keguguran Hingga Kelahiran Prematur

Setidaknya 25% keguguran pada trimester kedua dan ketiga terjadi akibat kandungan lemah. Bila sejak awal terdeteksi memiliki kandungan lemah, sebaiknya lakukan USG secara berkala untuk menghindari keguguran.