3 hari panas dan mencret, tapi kenapa anak lemas sekali?

AL Info Penanya: AL, Wanita, 2019 Tahun
3hari yg lalu habis sakit panas dan mencret, sekarang sudah tidak, tapi kenapa kok badan Anak saya lemas sekali ya?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang A,

Demam merupakan tanda dimana tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap adanya permasalahan dalam tubuh seperti salah satunya adalah infeksi. Demam sendiri pada anak perlu dilakukan pemeriksaan menggunakan termometer ditandai dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius. Penyebab demam sendiri dapat beragam mulai dari infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan seperti diare, infeksi saluran kemih, dehidrasi, paparan matahari lama dan lainnya.

Pada diare sendiri yang perlu dikhawatirkan adalah terjadinya dehidrasi dimana pada anak atau bayi lebih rentan terjadi. Dehidrasi sendiri ditandai dengan anak menjadi lebih rewel sampai lemas, anak haus ataupun tidak mau minum jika lebih berat, mata tampak cekung, kulit menjadi lambat kembalinya jika dicubit, ubun-ubun tampak cekung pada bayi, anak tampak mengantuk, berdebar, tangan dan kaki menjadi dingin dimana hal ini merupakan kegawatan dan perlu untuk segera ditangani di fasilitas kesehatan.

Untuk itu apabila dalam 3 hari anak Anda masih tetap demam dan diare segera periksakan pada dokter atau dokter anak agar dilakukan evaluasi pada kondisinya dan diberikan penanganan. Upayakan untuk memberikan anak lebih banyak cairan untuk menghindari dehidrasi, tetap berikan anak asupan nutrisi, kompres anak jika anak mengalami demam dan berikan obat penurun panas sesuai dosis dan anjuran serta hindari memberikan sembarangan obat tanpa pemeriksaan dokter sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Salam sehatQ,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anak berusia 6 bulan-5 tahun berisiko mengalami kejang demam

Seberapa Bahaya Kejang Demam pada Anak?

Saat mengalami kejang demam, anak akan menjadi kaku, mengejang, dan matanya terbelalak. Anak juga akan mengalami gangguan pernapasan. Kondisi ini dapat terjadi pada anak berusia 6 bulan-5 tahun, meski paling sering pada anak berusia 12-18 bulan. Akan tetapi, hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami kejang demam.