Direktori Rumah Sakit

Menampilkan 1-24 dari 577 rumah sakit yang ditemukan

RS dr. Suyoto

Rumah Sakit
Pesanggrahan, Jakarta Selatan
Senin - Sabtu 08:00 - 18:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto

Rumah Sakit (Tipe C)
Kemang, Bogor
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RSU dr. Iqbali Taufan

Rumah Sakit
Cikarang Selatan, Bekasi
(Google Review)

RSU dr. Euis

Rumah Sakit (Tipe C)
Duren Sawit, Jakarta Timur
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa

Rumah Sakit
Makasar, Jakarta Timur
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Zahirah

Rumah Sakit
Jagakarsa, Jakarta Selatan
Senin - Minggu 09:00 - 21:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Yadika Pondok Bambu

Rumah Sakit
Duren Sawit, Jakarta Timur
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Yadika Kebayoran Lama

Rumah Sakit
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Senin - Jumat 08:00 - 16:00
Sabtu 08:00 - 14:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS YPK Mandiri

Rumah Sakit (Tipe B)
Menteng, Jakarta Pusat
Senin - Sabtu 07:30 - 21:00
Minggu 07:30 - 14:30
(Google Review)

RS YARSI

Rumah Sakit (Tipe B)
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Gigi dan Mulut YARSI

Rumah Sakit
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Senin - Jumat 08:00 - 20:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RSIA Vitalaya

Rumah Sakit (Tipe C)
Pamulang, Tangerang Selatan
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Vania

Rumah Sakit (Tipe C)
Bogor Timur
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Universitas Sumatera Utara

Rumah Sakit (Tipe C)
Medan
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Gigi dan Mulut Universitas Prof. Dr. Moestopo

Rumah Sakit (Tipe B)
Pesanggrahan, Jakarta Selatan
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
(Google Review)

RSU Universitas Kristen Indonesia (UKI)

Rumah Sakit
Kramat Jati, Jakarta Timur
Senin - Sabtu 08:00 - 20:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Universitas Hasanuddin

Rumah Sakit (Tipe B)
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Unimedika

Rumah Sakit
Setu, Bekasi
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS UMMI

Rumah Sakit (Tipe C)
Bogor Selatan
Senin - Sabtu 07:00 - 21:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RSIA Tumbuh Kembang

Rumah Sakit (Tipe C)
Cimanggis, Depok
Senin - Sabtu 09:00 - 21:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Tugu Ibu

Rumah Sakit
Cimanggis, Depok
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Trimitra

Rumah Sakit (Tipe C)
Cibinong, Bogor
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Triharsi

Rumah Sakit (Tipe D)
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

RS Tria Dipa

Rumah Sakit
Pancoran, Jakarta Selatan
Senin - Sabtu 09:00 - 21:00
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)

 Rumah Sakit

(Oleh: Nadya)

Rumah sakit adalah lembaga kesehatan yang dibangun dan dikelola untuk mendiagnosis penyakit, merawat yang sakit dan terluka, dan menampung pasien. Rumah sakit biasanya didanai oleh sektor publik, organisasi kesehatan, atau perusahaan asuransi kesehatan.

Rumah sakit terdiri atas beberapa fasilitas, seperti ruang inap untuk pasien menginap, unit gawat darurat, pusat trauma spesialis, unit luka bakar, ruang operasi, kardiologi, kebidanan atau ruang bersalin, unit perawatan anak, unit perawatan kardiovaskular, neurologi, onkologi, laboratorium, kedokteran gigi, departemen keperawatan, radiologi, patologi, kamar mayat, dermatologi, layanan ambulans, bahkan klinik. Namun, kelengkapan fasilitas ini bervariasi sesuai pendanaan.

Tenaga pekerja di rumah sakit terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, apoteker.

Rumah sakit di Indonesia memiliki lima tipe apabila dilihat dari kemampuannya. Klasifikasi Rumah Sakit diatur pada UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Permenkes No. 56 tahun 2014 tentang klasifikasi rumah sakit. Rumah sakit umum tipe/kelas A, B, C, dan D.

Rumah sakit tipe A

Rumah sakit tipe A memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara luas. Rumah sakit ini menjadi rumah sakit rujukan tertinggi atau rumah sakit pusat. Rumah sakit tipe A BPJS adalah faskes tingkat 3. Untuk pasien BPJS yang mau berobat di sini, harus memiliki surat rujukan dari rumah sakit umum faskes tingkat 2.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe A memiliki 18 dokter umum, 4 dokter gigi, 6 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar, 3 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lanjutan, 3 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lain, 2 dokter subspesialis, 1 dokter gigi untuk pelayanan spesialis gigi dan mulut.

Untuk kefarmasian, rumah sakit tipe A memiliki 1 apoteker untuk kepala instalasi farmasi, 5 apoteker di rawat jalan dibantu 10 tenaga teknis farmasi, 5 apoteker di rawat inap dibantu 10 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di IGD dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di ICU dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi, dan 1 apoteker sebagai koordinasi produksi.

Untuk keperawatan, jumlah perawat disesuaikan dengan tempat tidur pada rawat inap dan kebutuhan rumah sakit. Hal itu juga berlaku bagi tenaga kesehatan dan nonkesehatan. Contoh rumah sakit kelas A di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusomo (RSCM).

Rumah sakit tipe B

Rumah sakit tipe B mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini didirikan di setiap ibu kota provinsi yang mampu melakukan pelayanan rujukan dari rumah sakit tingkat kabupaten. Rumah sakit tipe B BPJS adalah faskes tingkat 2.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe B memiliki 12 dokter umum, 3 dokter gigi, 3 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar, 2 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lanjutan, 1 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lain, 1 dokter subspesialis, 1 dokter gigi untuk pelayanan spesialis gigi dan mulut.

Untuk kefarmasian, rumah sakit tipe B memiliki 1 apoteker untuk kepala instalasi farmasi, 4 apoteker di rawat jalan dibantu 8 tenaga teknis farmasi, 4 apoteker di rawat inap dibantu 8 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di IGD dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di ICU dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi, dan 1 apoteker sebagai koordinasi produksi.

Untuk keperawatan, jumlah perawat disesuaikan dengan tempat tidur pada rawat inap dan kebutuhan rumah sakit. Hal itu juga berlaku bagi tenaga kesehatan dan nonkesehatan. Contoh rumah sakit kelas B di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Pasar Rebo.

Rumah sakit tipe C

Rumah sakit tipe C mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini didirikan di setiap kabupaten yang mampu menampung pelayanan rujukan dari Puskesmas. Rumah sakit tipe C BPJS adalah faskes tingkat 1.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe C memiliki 9 dokter umum, 2 dokter gigi, 2 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar, 1 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lanjutan, dan 1 dokter gigi untuk pelayanan spesialis gigi dan mulut.

Untuk kefarmasian, rumah sakit tipe C memiliki 1 apoteker untuk kepala instalasi farmasi, 2 apoteker di rawat jalan dibantu 4 tenaga teknis farmasi, 4 apoteker di rawat inap dibantu 4 tenaga teknis farmasi, dan 1 apoteker sebagai koordinasi produksi.

Untuk keperawatan, dihitung dengan perbandingan 2 perawat untuk 3 tempat tidur. Contoh rumah sakit kelas C di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Daerah Depok.

Rumah sakit tipe D

Rumah sakit tipe D hanya memberikan pelayanan dokter umum dan dokter gigi. Namun, ada juga yang mempunyai dokter spesialis. Rumah sakit ini didirikan di kecematan dan mampu menampung pelayanan rujukan dari Puskesmas. Rumah sakit tipe D BPJS adalah faskes tingkat 1.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe D memiliki 4 dokter umum, 1 dokter gigi umum, dan 1 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar.

Untuk keperawata, rumah sakit tipe D memiliki 1 apoteker sebagai kepala instalasi farmasi, 1 apoteker di rawat inap dibantu 2 tenaga teknis farmasi, dan 1 apoteker sebagai koordinator penerimaan distriusi dan produksi. Contoh rumah sakit kelas D di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Daerah Kramat Jati.

Sumber

https://en.wikipedia.org/wiki/Hospital

https://www.britannica.com/science/hospital

https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengertian-rumah-sakit-definisi-fungsi-macam-karakteristik-tipe-a-b-c-d-79

http://yankes.kemkes.go.id/assets/downloads/PMK%20No.%2056%20ttg%20Klasifikasi%20dan%20Perizinan%20Rumah%20Sakit.pdf