Cari Rumah Sakit di Prabumulih

Menampilkan 1-3 dari 3 Rumah Sakit di Prabumulih yang ditemukan

Urutkan  
RSUD Kota Prabumulih
Rumah SakitPrabumulih Timur, Prabumulih
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)
RS AR Bunda Prabumulih
Rumah SakitPrabumulih Timur, Prabumulih
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
Gawat Darurat 24 Jam
(Google Review)
RS Pertamina Prabumulih
Rumah SakitPrabumulih Barat, Prabumulih
Senin - Minggu 00:00 - 23:59
(Google Review)

 Rumah Sakit

(Oleh: Nadya)

Rumah sakit adalah lembaga kesehatan yang dibangun dan dikelola untuk mendiagnosis penyakit, merawat yang sakit dan terluka, dan menampung pasien. Rumah sakit biasanya didanai oleh sektor publik, organisasi kesehatan, atau perusahaan asuransi kesehatan.

Rumah sakit terdiri atas beberapa fasilitas, seperti ruang inap untuk pasien menginap, unit gawat darurat, pusat trauma spesialis, unit luka bakar, ruang operasi, kardiologi, kebidanan atau ruang bersalin, unit perawatan anak, unit perawatan kardiovaskular, neurologi, onkologi, laboratorium, kedokteran gigi, departemen keperawatan, radiologi, patologi, kamar mayat, dermatologi, layanan ambulans, bahkan klinik. Namun, kelengkapan fasilitas ini bervariasi sesuai pendanaan.

Tenaga pekerja di rumah sakit terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, apoteker.

Rumah sakit di Indonesia memiliki lima tipe apabila dilihat dari kemampuannya. Klasifikasi Rumah Sakit diatur pada UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Permenkes No. 56 tahun 2014 tentang klasifikasi rumah sakit. Rumah sakit umum tipe/kelas A, B, C, dan D.

Rumah sakit tipe A

Rumah sakit tipe A memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara luas. Rumah sakit ini menjadi rumah sakit rujukan tertinggi atau rumah sakit pusat. Rumah sakit tipe A BPJS adalah faskes tingkat 3. Untuk pasien BPJS yang mau berobat di sini, harus memiliki surat rujukan dari rumah sakit umum faskes tingkat 2.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe A memiliki 18 dokter umum, 4 dokter gigi, 6 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar, 3 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lanjutan, 3 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lain, 2 dokter subspesialis, 1 dokter gigi untuk pelayanan spesialis gigi dan mulut.

Untuk kefarmasian, rumah sakit tipe A memiliki 1 apoteker untuk kepala instalasi farmasi, 5 apoteker di rawat jalan dibantu 10 tenaga teknis farmasi, 5 apoteker di rawat inap dibantu 10 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di IGD dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di ICU dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi, dan 1 apoteker sebagai koordinasi produksi.

Untuk keperawatan, jumlah perawat disesuaikan dengan tempat tidur pada rawat inap dan kebutuhan rumah sakit. Hal itu juga berlaku bagi tenaga kesehatan dan nonkesehatan. Contoh rumah sakit kelas A di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusomo (RSCM).

Rumah sakit tipe B

Rumah sakit tipe B mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini didirikan di setiap ibu kota provinsi yang mampu melakukan pelayanan rujukan dari rumah sakit tingkat kabupaten. Rumah sakit tipe B BPJS adalah faskes tingkat 2.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe B memiliki 12 dokter umum, 3 dokter gigi, 3 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar, 2 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lanjutan, 1 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lain, 1 dokter subspesialis, 1 dokter gigi untuk pelayanan spesialis gigi dan mulut.

Untuk kefarmasian, rumah sakit tipe B memiliki 1 apoteker untuk kepala instalasi farmasi, 4 apoteker di rawat jalan dibantu 8 tenaga teknis farmasi, 4 apoteker di rawat inap dibantu 8 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di IGD dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker di ICU dibantu 2 tenaga teknis farmasi, 1 apoteker sebagai koordinator penerimaan dan distribusi, dan 1 apoteker sebagai koordinasi produksi.

Untuk keperawatan, jumlah perawat disesuaikan dengan tempat tidur pada rawat inap dan kebutuhan rumah sakit. Hal itu juga berlaku bagi tenaga kesehatan dan nonkesehatan. Contoh rumah sakit kelas B di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Pasar Rebo.

Rumah sakit tipe C

Rumah sakit tipe C mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit ini didirikan di setiap kabupaten yang mampu menampung pelayanan rujukan dari Puskesmas. Rumah sakit tipe C BPJS adalah faskes tingkat 1.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe C memiliki 9 dokter umum, 2 dokter gigi, 2 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar, 1 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis lanjutan, dan 1 dokter gigi untuk pelayanan spesialis gigi dan mulut.

Untuk kefarmasian, rumah sakit tipe C memiliki 1 apoteker untuk kepala instalasi farmasi, 2 apoteker di rawat jalan dibantu 4 tenaga teknis farmasi, 4 apoteker di rawat inap dibantu 4 tenaga teknis farmasi, dan 1 apoteker sebagai koordinasi produksi.

Untuk keperawatan, dihitung dengan perbandingan 2 perawat untuk 3 tempat tidur. Contoh rumah sakit kelas C di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Daerah Depok.

Rumah sakit tipe D

Rumah sakit tipe D hanya memberikan pelayanan dokter umum dan dokter gigi. Namun, ada juga yang mempunyai dokter spesialis. Rumah sakit ini didirikan di kecematan dan mampu menampung pelayanan rujukan dari Puskesmas. Rumah sakit tipe D BPJS adalah faskes tingkat 1.

Untuk petugas medik, rumah sakit tipe D memiliki 4 dokter umum, 1 dokter gigi umum, dan 1 dokter spesialis untuk pelayanan spesialis dasar.

Untuk keperawata, rumah sakit tipe D memiliki 1 apoteker sebagai kepala instalasi farmasi, 1 apoteker di rawat inap dibantu 2 tenaga teknis farmasi, dan 1 apoteker sebagai koordinator penerimaan distriusi dan produksi. Contoh rumah sakit kelas D di Indonesia adalah Rumah Sakit Umum Daerah Kramat Jati.

Sumber

https://en.wikipedia.org/wiki/Hospital

https://www.britannica.com/science/hospital

https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengertian-rumah-sakit-definisi-fungsi-macam-karakteristik-tipe-a-b-c-d-79

http://yankes.kemkes.go.id/assets/downloads/PMK%20No.%2056%20ttg%20Klasifikasi%20dan%20Perizinan%20Rumah%20Sakit.pdf