Direktori Dokter

Total 18 Dokter Rehabilitasi Medik ditemukan

dr. Tirza Z. Tamin, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Hermina Depok
Pancoran Mas, Depok

dr. Ricky Maurice Emil, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Pusat Pertamina
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

dr. Puji Kurniasih, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Hermina Depok
Pancoran Mas, Depok

dr. Pradewi Indriyastuti, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Pusat Pertamina
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

dr. Oey Yuni Dodasih, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RSU Azra
Bogor Utara

dr. Irene Roma Hasudungan, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Agung
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Herlinawati Teruna, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RSU Azra
Bogor Utara

Dr. dr. Ninis Sri Prasetyowati, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Cikarang Selatan, Bekasi

dr. Abner Penalemen Barus, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Pusat Pertamina
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

dr. Anita Linda Wijaya, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Hermina Bekasi
Bekasi Selatan

dr. Eka Poedjihartanto Paul, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa
Makasar, Jakarta Timur

dr. Elizabeth, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Hermina Bekasi
Bekasi Selatan

dr. Elly Triturawati, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Islam Jakarta Pondok Kopi
Duren Sawit, Jakarta Timur

dr. Heppy tapan, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa
Makasar, Jakarta Timur

dr. Lusan Maria Thermawaty Tamba, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Hermina Bekasi
Bekasi Selatan

dr. Sarifitri Farida, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Hermina Bekasi
Bekasi Selatan

dr. Seriana Ginting, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
RS Pertamina Jaya (RSPJ)
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

dr. Tetty MD. Hutabarat, Sp.RM

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Dokter Rehabilitasi Medik (Medical Rehabilitation)

(Oleh Rizki Julianto)

Apakah Anda pernah mendengar tentang rehabilitasi medik? Apakah rehabilitasi medik hanya ditujukan untuk pasien gangguan psikologis saja? Dalam artikel ini kita akan membahas tentang ilmu kedokteran rehabilitasi medik dan perannya dalam dunia medis.

Sejarah Dokter Rehabilitasi Medik

Dalam sejarahnya, cabang ilmu kesehatan rehabilitasi medik mulai dipraktekan dan dikembangkan sejak abad ke-20. Namun, pada dasarnya terapi untuk disabilitas dan penyakit lainnya sudah diterapkan sejak ribuan tahun yang lalu. Pada masa Babilonia atau sekitar abad ke-10, mereka telah mengenal terapi dengan unsur cahaya, panas, dan dingin. Kemudian di Yunani dan Romawi kuno pada abad ke-5 telah mengenal spa sebagai bentuk terapi.

Dokter Rehabilitasi Medik di Indonesia sendiri, mulai muncul dan berkembang sejak tahun 1947 yang pada saat itu Prof. Dr. R. Soeharso mendirikan Pusat Rehabilitasi Medik pertama yang ditujukan untuk para korban perang kemerdekaan agar mendapatkan pengobatan dan terapi yang tepat. Barulah pada tahun 1973, Menteri Kesehatan mendirikan pusat layanan kesehatan dengan dukungan rehabilitasi medik di RS Dr. Kariadi Semarang sebagai sebuah pilot project yang dinamakan Preventive Rehabilitation Unit (PRU).

Ikatan Dokter Ahli Rehabilitasi Medik Indonesia (IDARI) pada tahun 1982 resmi dibentuk atas gagasan dari persatuan dokter rehabilitasi medik yang telah menyelesaikan pendidikan pertamanya di Universitas Santo Thomas, Manila, Filipina. Sementara di Indonesia sendiri juga dibentuk lembaga pendidikan rehabilitasi medik yang berada di Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Diponegoro. Saat ini, nama IDARI telah berubah menjadi PERDOSRI atau yang dikenal sebagai Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia.

Peran Umum Dokter Rehabilitasi Medik

Dokter Rehabilitasi Medik memiliki peran untuk membantu proses penyembuhan pasien dari penyakit atau cedera yang mengakibatkan kecacatan serius atau kecacatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut dalam proses pengobatannya, dalam hal ini meliputi kesehatan fisik, psikologis, dan dukungan sosial. Beberapa contoh diantaranya yaitu :

  1. Gangguan fisik/kognitif jangka pendek dan panjang seperti nyeri leher, nyeri punggung, cedera otak, cedera tulang belakang, dan stoke.
  2. Perubahan fisik dan psikologis yang diakibatkan oleh usia serta faktor penuaan
  3. Latihan lansia
  4. Kondisi pasien kanker, seperti kanker payudara
  5. Rehabilitasi paru akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
  6. Rehabilitasi Anak
  7. Rehabilitasi kerusakan otak

Dengan perkembangan zaman dan teknologi, saat ini di Indonesia telah banyak pusat kesehatan rehabilitasi medik seperti di rumah sakit yang memiliki fasilitas rehabilitasi medik terpadu untuk membantu pasien dalam masa pengobatan fisik dan psikologis.

Sumber :

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. https://www.ui.ac.id/akademik/pascasarjana/fk-pasca/program-spesialis-ilmu-rehabilitasi-medik.html

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. http://ppds.fk.ub.ac.id/ikfr/profil/sejarah/

American Academy of Physical Medicine and Rehabilitation. https://www.aapmr.org/about-physiatry/about-physical-medicine-rehabilitation

Physical Medicine and Rehabilitation Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Physical_medicine_and_rehabilitation

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). https://www.rscm.co.id/index.php?XP_webview_menu=0&pageid=83&title=Departemen%20Medik%20Rehabilitasi%20Medis

Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). https://perdosri.or.id/sejarah-perkembangan-kfr/