Direktori Dokter Rehabilitasi Medik

Menampilkan 1-24 dari 298 dokter rehabilitasi medik yang ditemukan

Prof. Dr. dr. Angela Bibiana Maria Tulaar, Sp.KFR(K)

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Yuni Ekowati, Sp.KFR

RSU Kota Tangerang Selatan
Pamulang, Tangerang Selatan

dr. Yenni, Sp.KFR

RS Bina Husada
Cibinong, Bogor

dr. Yefta Daniel Bastian, Sp.KFR

RS St. Carolus
Senen, Jakarta Pusat

dr. Yaya Sudibyo, Sp.KFR

RS Premier Jatinegara
Jatinegara, Jakarta Timur

dr. Yani Damayanti, Sp.KFR

RS Premier Jatinegara
Jatinegara, Jakarta Timur

dr. Widyastuti Retno Annisa, Sp.KFR

RS Islam Jakarta Sukapura
Cilincing, Jakarta Utara

dr. Widjajalaksmi Kusumaningsih, Sp.KFR(K), M.Sc.

RS Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)
Beji, Depok

dr. Wahju Hidajanti, Sp.KFR

RS Evasari Awal Bros
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

dr. Vivi Sumarna, Sp.KFR

Mayapada Hospital Tangerang
Tangerang, Tangerang

dr. Virmandiani, Sp.KFR

RSAB Harapan Kita
Palmerah, Jakarta Barat

dr. Vico Lie Bing Hoat, Sp.KFR

RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
Bekasi Barat

dr. Veronika Halim, Sp.KFR

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Verial Attamimy, Sp.KFR

RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

dr. Umi Sjarqiah, Sp.KFR

RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

dr. Tresia Fransiska Ulianna Tambunan, Sp.KFR

RS Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)
Beji, Depok

dr. Tjie Haming Setiadi, Sp.KFR

Klinik Daya Medika
Kebon Jeruk, Jakarta Barat

dr. Tirza Z. Tamin, Sp.RM

RS Hermina Depok
Pancoran Mas, Depok

dr. Theresia Diah Arini, Sp.KFR

RS Hermina Ciputat
Ciputat, Tangerang Selatan

dr. Steven Setiono, Sp.KFR

RS St. Carolus
Senen, Jakarta Pusat

dr. Sri Prasetyowati, Sp.KFR

RS Medirossa 2 Cibarusah
Cibarusah, Bekasi

dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR

Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Kebon Jeruk, Jakarta Barat

dr. Silvony Chandra, Sp.KFR

RS Premier Jatinegara
Jatinegara, Jakarta Timur

dr. Sharon Loraine Samuel, Sp.KFR

RS Premier Bintaro
Pondok Aren, Tangerang Selatan

Dokter Rehabilitasi Medik (Medical Rehabilitation)

(Oleh Rizki Julianto)

Apakah Anda pernah mendengar tentang rehabilitasi medik? Apakah rehabilitasi medik hanya ditujukan untuk pasien gangguan psikologis saja? Dalam artikel ini kita akan membahas tentang ilmu kedokteran rehabilitasi medik dan perannya dalam dunia medis.

Sejarah Dokter Rehabilitasi Medik

Dalam sejarahnya, cabang ilmu kesehatan rehabilitasi medik mulai dipraktekan dan dikembangkan sejak abad ke-20. Namun, pada dasarnya terapi untuk disabilitas dan penyakit lainnya sudah diterapkan sejak ribuan tahun yang lalu. Pada masa Babilonia atau sekitar abad ke-10, mereka telah mengenal terapi dengan unsur cahaya, panas, dan dingin. Kemudian di Yunani dan Romawi kuno pada abad ke-5 telah mengenal spa sebagai bentuk terapi.

Dokter Rehabilitasi Medik di Indonesia sendiri, mulai muncul dan berkembang sejak tahun 1947 yang pada saat itu Prof. Dr. R. Soeharso mendirikan Pusat Rehabilitasi Medik pertama yang ditujukan untuk para korban perang kemerdekaan agar mendapatkan pengobatan dan terapi yang tepat. Barulah pada tahun 1973, Menteri Kesehatan mendirikan pusat layanan kesehatan dengan dukungan rehabilitasi medik di RS Dr. Kariadi Semarang sebagai sebuah pilot project yang dinamakan Preventive Rehabilitation Unit (PRU).

Ikatan Dokter Ahli Rehabilitasi Medik Indonesia (IDARI) pada tahun 1982 resmi dibentuk atas gagasan dari persatuan dokter rehabilitasi medik yang telah menyelesaikan pendidikan pertamanya di Universitas Santo Thomas, Manila, Filipina. Sementara di Indonesia sendiri juga dibentuk lembaga pendidikan rehabilitasi medik yang berada di Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Diponegoro. Saat ini, nama IDARI telah berubah menjadi PERDOSRI atau yang dikenal sebagai Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia.

Peran Umum Dokter Rehabilitasi Medik

Dokter Rehabilitasi Medik memiliki peran untuk membantu proses penyembuhan pasien dari penyakit atau cedera yang mengakibatkan kecacatan serius atau kecacatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut dalam proses pengobatannya, dalam hal ini meliputi kesehatan fisik, psikologis, dan dukungan sosial. Beberapa contoh diantaranya yaitu :

  1. Gangguan fisik/kognitif jangka pendek dan panjang seperti nyeri leher, nyeri punggung, cedera otak, cedera tulang belakang, dan stoke.
  2. Perubahan fisik dan psikologis yang diakibatkan oleh usia serta faktor penuaan
  3. Latihan lansia
  4. Kondisi pasien kanker, seperti kanker payudara
  5. Rehabilitasi paru akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
  6. Rehabilitasi Anak
  7. Rehabilitasi kerusakan otak

Dengan perkembangan zaman dan teknologi, saat ini di Indonesia telah banyak pusat kesehatan rehabilitasi medik seperti di rumah sakit yang memiliki fasilitas rehabilitasi medik terpadu untuk membantu pasien dalam masa pengobatan fisik dan psikologis.

Sumber :

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. https://www.ui.ac.id/akademik/pascasarjana/fk-pasca/program-spesialis-ilmu-rehabilitasi-medik.html

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. http://ppds.fk.ub.ac.id/ikfr/profil/sejarah/

American Academy of Physical Medicine and Rehabilitation. https://www.aapmr.org/about-physiatry/about-physical-medicine-rehabilitation

Physical Medicine and Rehabilitation Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Physical_medicine_and_rehabilitation

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). https://www.rscm.co.id/index.php?XP_webview_menu=0&pageid=83&title=Departemen%20Medik%20Rehabilitasi%20Medis

Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI). https://perdosri.or.id/sejarah-perkembangan-kfr/