Cari Dokter Lainnya di Tangerang

Menampilkan 1-24 dari 82 Dokter Lainnya di Tangerang yang ditemukan

Urutkan  
dr. Yulita Mustikasari, Sp.Rad

dr. Yulita Mustikasari, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Permata IbuPinang, Tangerang
dr. Yovita Sionno, Sp.Rad

dr. Yovita Sionno, Sp.Rad

Dokter Spesialis Radiologi Mayapada Hospital TangerangTangerang, Tangerang
dr. Windu Adi Baskoro, Sp.An

dr. Windu Adi Baskoro, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS SelarasCisauk, Tangerang
dr. Veronica Fridawati, Sp.PK

dr. Veronica Fridawati, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital TangerangPinang, Tangerang
dr. Venna, Sp.PK

dr. Venna, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi Klinik Mayapada Hospital TangerangTangerang, Tangerang
dr.  Syukrini Bahri, Sp.PK

dr. Syukrini Bahri, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi KlinikRS AminahLarangan Tangerang, Tangerang
dr. Sunarto Hariman, Sp.PK

dr. Sunarto Hariman, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi KlinikRS EMC TangerangTangerang, Tangerang
dr. Subagia Santosa Sudjono, Sp.Rad

dr. Subagia Santosa Sudjono, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS EMC TangerangTangerang, Tangerang
dr. Stevens Bernado Kristanto, Sp.OK

dr. Stevens Bernado Kristanto, Sp.OK

Dokter Spesialis Kedokteran OkupasiRS Hermina BitungCurug Tangerang, Tangerang
dr. Sri Roslina, Sp.OK

dr. Sri Roslina, Sp.OK

Dokter Spesialis Kedokteran OkupasiRSUD Kota TangerangTangerang, Tangerang
dr. Sony Sutrisno, Sp.Rad

dr. Sony Sutrisno, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS St. Carolus Summarecon SerpongPagedangan, Tangerang
dr. Sitti Fatimah Hanum, Sp.PA

dr. Sitti Fatimah Hanum, Sp.PA

Dokter Spesialis Patologi AnatomiRS EMC TangerangTangerang, Tangerang
dr. Sinsanta, Sp.PK, M.Kes(PJ)

dr. Sinsanta, Sp.PK, M.Kes(PJ)

Dokter Spesialis Patologi Klinik Ciputra Hospital Citra Raya TangerangCikupa, Tangerang
dr. Sherlina Rekoprijanti Padidi, Sp.An

dr. Sherlina Rekoprijanti Padidi, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSUP Dr. Sitanala TangerangNeglasari, Tangerang
dr. Santy Pudjianto, Sp.PA

dr. Santy Pudjianto, Sp.PA

Dokter Spesialis Patologi AnatomiRSUP Dr. Sitanala TangerangNeglasari, Tangerang
dr. Ratri Sulistyowati, Sp.An, M.Si.Med

dr. Ratri Sulistyowati, Sp.An, M.Si.Med

Dokter Spesialis AnestesiRS AminahLarangan Tangerang, Tangerang
dr. Ratri Dwitiya Nestiti, Sp.PK, M.Kes

dr. Ratri Dwitiya Nestiti, Sp.PK, M.Kes

Dokter Spesialis Patologi KlinikRSUD Kota TangerangTangerang, Tangerang
dr.  Rahmi Alfiah Nur Alam, Sp.Rad(K)

dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, Sp.Rad(K)

Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida HospitalKelapa Dua, Tangerang
dr. Rafidya Indah Septica, Sp.An

dr. Rafidya Indah Septica, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSUD Kabupaten TangerangTangerang, Tangerang
dr. Radite Nusasenjaya, Sp.OK, MKK

dr. Radite Nusasenjaya, Sp.OK, MKK

Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Bethsaida HospitalKelapa Dua, Tangerang
dr. Raden Aulia Nino Tetuko, Sp.An

dr. Raden Aulia Nino Tetuko, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS AminahLarangan Tangerang, Tangerang
dr. R. Dewi Kartika Turbawati, Sp.PK, M.Kes

dr. R. Dewi Kartika Turbawati, Sp.PK, M.Kes

Dokter Spesialis Patologi KlinikRSU Bhakti AsihKarang Tengah Tangerang, Tangerang
dr. Putri Astuti, Sp.An

dr. Putri Astuti, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS SelarasCisauk, Tangerang
dr. Prila Deviyanti, Sp.Rad

dr. Prila Deviyanti, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS AminahLarangan Tangerang, Tangerang

Tenaga Kesehatan Lainnya

(oleh: Olivia)

Tenaga kesehatan profesional memainkan peran terpusat dan sangat penting dalam meningkatkan akses dan kualitas kesehatan masyarakat. Mereka menyediakan pelayanan penting yang mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit dan memberikan pelayanan kesehatan ke individu, keluarga, dan komunitas berdasarkan pendekatan kesehatan primer. Mekanisme untuk mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan tenaga kesehatan penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Ada lebih dari 250 profesi kesehatan di dunia. Seorang tenaga kesehatan dapat beroprasi di semua percabangan perawatan kesehatan, seperti pengobatan, operasi, gigi, bidan, farmasi psikologi, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya. Setiap profesi memiliki rentang praktik yang terkadang tumpang tindih dengan profesi lainnya.

Praktisi dan profesional di bidang kesehatan

Tenaga kesehatan terdiri dari sejumlah profesi dan pekerjaan berbeda yang memberikan beberapa jenis pelayanan kesehatan berbeda, meliputi praktisi kesehatan langsung seperti dokter, perawat, dokter bedah, dokter gigi, terapis fisik dan kepribadian, begitu juga dengan tenaga kesehatan turunan lain seperti phlebotomis, peneliti laboratorium medis, ahli gizi, dan pekerja sosial. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit, pusat pelayanan kesehata dan titik pemberian pelayanan lain, tetapi juga di pelatihan akademis, penelitian, dan administrasi. Beberapa memberikan pelayanan dan terapi pada pasien di rumah pribadi. Banyak negara memiliki jumlah besar tenaga kesehatan komunitas yang bekerja di luar institusi kesehatan formal. Pengelola pelayanan kesehatan, teknisi informasi kesehatan, dan personel asisten lain dan pekerja pendukung dianggap sebagai bagian penting dari tim pelayanan kesehatan.

Tenaga kesehatan pada umumnya dikelompokkan menjadi profesi kesehatan. Dalam setiap keahlian, tenaga kesehatan seringkali diklasifikasikan mengikuti tingkat kemampuan dan spesialisasi keterampilan. “Tenaga Kesehatan” merupakan pekerja dengan tingkat kemampuan tinggi, dalam profesi yang biasanya membutuhkan pengetahuan ekstensif meliputi Pendidikan setingkat universitas untuk mengarahkan mereka ke tingkat pertama atau kualifikasi yang lebih tinggi. Kategori ini melingkupi dokter, asisten dokter, dokter gigi, bidan, radiographer, perawat teregistrasi, apoteker, fisioterapis, optimetris, praktisi operasional, dan lainnya. Tenaga kesehatan lainnya, juga dianggap sebagai “tenaga kesehatan terkait” menurup International Standard Classification of Occupations, implementasi dukungan perawatan, terapi dan rencana rujukan kesehatan yang biasanya diberikan oleh tenaga medis, perawat, dan tenaga kesehatan lain, dan biasanya membutuhkan kualifikasi formal untuk mempraktikan profesi mereka. Selain itu, asisten yang tidak teregistrasi dapat membantu memberikan pelayanan kesehatan jika disetujui.

Cara lain untuk mengelompokkan tenaga kesehatan adalah berdasarkan sub-bidang dimana mereka berpraktik, seperti perawatan kesehatan mental, perawatan kehamilan dan persalinan, perawatan operasi, perawatan rehabilitasi, atau perawatan publik.

Evolusi profesi tenaga kesehatan

Profesi, meliputi mereka yang bertanggung jawab terhadap kelahiran pelayanan kesehatan, berevolusi melalui serangkaian kejadian. Kejadian ini merupakan proses profesionalisasi, yang terdiri dari 12 kejadian yang ditunjukkan dalam Tabel 1. Profesi awal merupakan mereka yang mengalami kejadian awal dalam proses tersebut. Profesi yang lebih matang adalah mereka mengalami kejadian yang lebih belakangan dalam proses dan bisa jadi bertanggung jawab pada kelahiran profesi tambahan yang berhubungan.

Kejadian

Aktivitas

Kolaborasi informal

Pertemuan sekelompok orang dengan kemampuan atau pengetahuan serupa

Kolaborasi formal

Pembentukan asosiasi profesional (biasanya di tingkat nasional)

Praktik resmi

Penerimaan dari pemerintah dalam bentuk lisensi atau registrasi

Kualifikasi terstandar

Pendaftaran pemeriksaan profesionalitas

Identitas edukasional

Program tertentu untuk Pendidikan profesional

Kesamaan Pendidikan

Standardisasi proses untuk pendidikan profesional

Kepercayaan yang terkonsolidasi

Terciptanya kode etik, nilai, dan filosofi

Peningkatan komunikasi

Publikasi jurnal profesional

Pendidikan yang teratur

Akreditasi proses Pendidikan

Pengaruh besar

Pengembangan rentang praktik

Pelatihan terintensifikasi

Pengembangan pendidikan untuk mengakomodasi pertumbuhan praktik

Spesialisasi

Pembagian menjadi profesi yang lebih beragam dan terbatas

Peraturan dan pendaftaran tenaga kesehatan profesional

Praktik tanpa surat izin yang diterima dan masih berlaku dianggap sebagai sesuatu yang illegal. Di sebagian besar yurisdiksi, penyediaan layanan kesehatan diatur oleh pemerintah. Individu yang ditemukan memberikan pelayanan medis, perawatan atau pelayanan profesional lain tanpa sertifikasi atau surat izin berisiko menghadapi sanksi dan tuntutan kriminal yang dapat menyebabkan mereka dipenjara. Sejumlah profesi harus taat pada peraturan, memenuhi syarat untuk mendapat izin, dan sanksi dapat dihindari.

Sumber:

https://www.who.int/hrh/professionals/en/

https://en.wikipedia.org/wiki/Health_professional

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4566463/