Cari Dokter Lainnya di Depok

Menampilkan 1-24 dari 61 Dokter Lainnya di Depok yang ditemukan

Urutkan  
dr. Zeta Auriga, Sp.An

dr. Zeta Auriga, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSU Bunda MargondaBeji Depok, Depok
dr. Yuddi Gumara, Sp.An, KMN

dr. Yuddi Gumara, Sp.An, KMN

Dokter Spesialis AnestesiRSU Bunda MargondaBeji Depok, Depok
dr. Widjanarko Hastario, Sp.An

dr. Widjanarko Hastario, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Hermina DepokPancoran Mas, Depok
dr. Wida Herbinta, Sp.An

dr. Wida Herbinta, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Grha Permata IbuBeji Depok, Depok
dr. Vera Rahmawati, Sp.An

dr. Vera Rahmawati, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSU Bunda MargondaBeji Depok, Depok
dr. Ujang Supriadi Suryana, Sp.An

dr. Ujang Supriadi Suryana, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSU Bhakti Yudha (Sawangan Depok)Pancoran Mas, Depok
dr. Trifonia Pingkan Siregar, Sp.Rad

dr. Trifonia Pingkan Siregar, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Universitas Indonesia (RSUI)Beji Depok, Depok
dr. Thariqah Salamah, Sp.Rad(K)

dr. Thariqah Salamah, Sp.Rad(K)

Dokter Spesialis RadiologiRS Universitas Indonesia (RSUI)Beji Depok, Depok
dr. Tengku Darmy Yanti, Sp.Rad

dr. Tengku Darmy Yanti, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Tugu IbuCimanggis, Depok
dr. Surjadi Sujana, Sp.Rad

dr. Surjadi Sujana, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRSU Bhakti Yudha (Sawangan Depok)Pancoran Mas, Depok
dr. Siti Kurnia Eka Rusmiarti, Sp.PK

dr. Siti Kurnia Eka Rusmiarti, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi KlinikRS Citra Medika DepokCilodong, Depok
dr. Ryan Susanto, Sp.PK

dr. Ryan Susanto, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi KlinikLaboratorium Klinik Caya DepokSukmajaya, Depok
dr. Riza Mochamad Farid, Sp.An

dr. Riza Mochamad Farid, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Citra ArafiqSukmajaya, Depok
dr. Ridwan Yatim, Sp.An

dr. Ridwan Yatim, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Tugu IbuCimanggis, Depok
dr. Reyhan Eddy Yunus, Sp.Rad, MSc

dr. Reyhan Eddy Yunus, Sp.Rad, MSc

Dokter Spesialis RadiologiRS Universitas Indonesia (RSUI)Beji Depok, Depok
dr. Ressi Bhakti Wiratnolo, Sp.An

dr. Ressi Bhakti Wiratnolo, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSU Bunda MargondaBeji Depok, Depok
dr. Rakhmi Savitri, Sp.Ok, MKK

dr. Rakhmi Savitri, Sp.Ok, MKK

Dokter Spesialis Kedokteran OkupasiRS Universitas Indonesia (RSUI)Beji Depok, Depok
dr. Rachmania Diandini, Sp.Rad

dr. Rachmania Diandini, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRSU Bunda MargondaBeji Depok, Depok
dr. Patrisia Puspapriyanti, Sp.Rad

dr. Patrisia Puspapriyanti, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Sentra Medika CisalakSukmajaya, Depok
dr. Nadia Nindita, Sp.Rad

dr. Nadia Nindita, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Hermina DepokPancoran Mas, Depok
dr. Melliana Somalinggi, Sp.An

dr. Melliana Somalinggi, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSU Bhakti Yudha (Sawangan Depok)Pancoran Mas, Depok
dr. Made Ayu Mira Wiryaningsih, Sp.F

dr. Made Ayu Mira Wiryaningsih, Sp.F

Dokter Spesialis ForensikRS Universitas Indonesia (RSUI)Beji Depok, Depok
dr. Luki Sumaratih, Sp.An-KIC

dr. Luki Sumaratih, Sp.An-KIC

Dokter Spesialis AnestesiRS MeiliaCimanggis, Depok
Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO

Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran OlahragaRS Universitas Indonesia (RSUI)Beji Depok, Depok

Tenaga Kesehatan Lainnya

(oleh: Olivia)

Tenaga kesehatan profesional memainkan peran terpusat dan sangat penting dalam meningkatkan akses dan kualitas kesehatan masyarakat. Mereka menyediakan pelayanan penting yang mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit dan memberikan pelayanan kesehatan ke individu, keluarga, dan komunitas berdasarkan pendekatan kesehatan primer. Mekanisme untuk mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan tenaga kesehatan penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Ada lebih dari 250 profesi kesehatan di dunia. Seorang tenaga kesehatan dapat beroprasi di semua percabangan perawatan kesehatan, seperti pengobatan, operasi, gigi, bidan, farmasi psikologi, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya. Setiap profesi memiliki rentang praktik yang terkadang tumpang tindih dengan profesi lainnya.

Praktisi dan profesional di bidang kesehatan

Tenaga kesehatan terdiri dari sejumlah profesi dan pekerjaan berbeda yang memberikan beberapa jenis pelayanan kesehatan berbeda, meliputi praktisi kesehatan langsung seperti dokter, perawat, dokter bedah, dokter gigi, terapis fisik dan kepribadian, begitu juga dengan tenaga kesehatan turunan lain seperti phlebotomis, peneliti laboratorium medis, ahli gizi, dan pekerja sosial. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit, pusat pelayanan kesehata dan titik pemberian pelayanan lain, tetapi juga di pelatihan akademis, penelitian, dan administrasi. Beberapa memberikan pelayanan dan terapi pada pasien di rumah pribadi. Banyak negara memiliki jumlah besar tenaga kesehatan komunitas yang bekerja di luar institusi kesehatan formal. Pengelola pelayanan kesehatan, teknisi informasi kesehatan, dan personel asisten lain dan pekerja pendukung dianggap sebagai bagian penting dari tim pelayanan kesehatan.

Tenaga kesehatan pada umumnya dikelompokkan menjadi profesi kesehatan. Dalam setiap keahlian, tenaga kesehatan seringkali diklasifikasikan mengikuti tingkat kemampuan dan spesialisasi keterampilan. “Tenaga Kesehatan” merupakan pekerja dengan tingkat kemampuan tinggi, dalam profesi yang biasanya membutuhkan pengetahuan ekstensif meliputi Pendidikan setingkat universitas untuk mengarahkan mereka ke tingkat pertama atau kualifikasi yang lebih tinggi. Kategori ini melingkupi dokter, asisten dokter, dokter gigi, bidan, radiographer, perawat teregistrasi, apoteker, fisioterapis, optimetris, praktisi operasional, dan lainnya. Tenaga kesehatan lainnya, juga dianggap sebagai “tenaga kesehatan terkait” menurup International Standard Classification of Occupations, implementasi dukungan perawatan, terapi dan rencana rujukan kesehatan yang biasanya diberikan oleh tenaga medis, perawat, dan tenaga kesehatan lain, dan biasanya membutuhkan kualifikasi formal untuk mempraktikan profesi mereka. Selain itu, asisten yang tidak teregistrasi dapat membantu memberikan pelayanan kesehatan jika disetujui.

Cara lain untuk mengelompokkan tenaga kesehatan adalah berdasarkan sub-bidang dimana mereka berpraktik, seperti perawatan kesehatan mental, perawatan kehamilan dan persalinan, perawatan operasi, perawatan rehabilitasi, atau perawatan publik.

Evolusi profesi tenaga kesehatan

Profesi, meliputi mereka yang bertanggung jawab terhadap kelahiran pelayanan kesehatan, berevolusi melalui serangkaian kejadian. Kejadian ini merupakan proses profesionalisasi, yang terdiri dari 12 kejadian yang ditunjukkan dalam Tabel 1. Profesi awal merupakan mereka yang mengalami kejadian awal dalam proses tersebut. Profesi yang lebih matang adalah mereka mengalami kejadian yang lebih belakangan dalam proses dan bisa jadi bertanggung jawab pada kelahiran profesi tambahan yang berhubungan.

Kejadian

Aktivitas

Kolaborasi informal

Pertemuan sekelompok orang dengan kemampuan atau pengetahuan serupa

Kolaborasi formal

Pembentukan asosiasi profesional (biasanya di tingkat nasional)

Praktik resmi

Penerimaan dari pemerintah dalam bentuk lisensi atau registrasi

Kualifikasi terstandar

Pendaftaran pemeriksaan profesionalitas

Identitas edukasional

Program tertentu untuk Pendidikan profesional

Kesamaan Pendidikan

Standardisasi proses untuk pendidikan profesional

Kepercayaan yang terkonsolidasi

Terciptanya kode etik, nilai, dan filosofi

Peningkatan komunikasi

Publikasi jurnal profesional

Pendidikan yang teratur

Akreditasi proses Pendidikan

Pengaruh besar

Pengembangan rentang praktik

Pelatihan terintensifikasi

Pengembangan pendidikan untuk mengakomodasi pertumbuhan praktik

Spesialisasi

Pembagian menjadi profesi yang lebih beragam dan terbatas

Peraturan dan pendaftaran tenaga kesehatan profesional

Praktik tanpa surat izin yang diterima dan masih berlaku dianggap sebagai sesuatu yang illegal. Di sebagian besar yurisdiksi, penyediaan layanan kesehatan diatur oleh pemerintah. Individu yang ditemukan memberikan pelayanan medis, perawatan atau pelayanan profesional lain tanpa sertifikasi atau surat izin berisiko menghadapi sanksi dan tuntutan kriminal yang dapat menyebabkan mereka dipenjara. Sejumlah profesi harus taat pada peraturan, memenuhi syarat untuk mendapat izin, dan sanksi dapat dihindari.

Sumber:

https://www.who.int/hrh/professionals/en/

https://en.wikipedia.org/wiki/Health_professional

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4566463/