Cari Dokter Lainnya di Bogor

Menampilkan 1-24 dari 88 Dokter Lainnya di Bogor yang ditemukan

Urutkan  
dr. Wiwin Hernita, Sp.PK

dr. Wiwin Hernita, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi KlinikRSIA AssalamCibinong Bogor, Bogor
dr. Wiryanto, Sp.Rad

dr. Wiryanto, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Hermina BogorBogor Barat, Bogor
dr. Westri Elfilia Arthanti, Sp.Rad

dr. Westri Elfilia Arthanti, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS MH Thamrin CileungsiCileungsi, Bogor
dr. Vika Indriani, Sp.PA

dr. Vika Indriani, Sp.PA

Dokter Spesialis Patologi Anatomi Eka Hospital CibuburGunung Putri, Bogor
dr. Titis Mariyamah, Sp.OK, MKK

dr. Titis Mariyamah, Sp.OK, MKK

Dokter Spesialis Kedokteran OkupasiRS Family Medical Center (FMC)Sukaraja Bogor, Bogor
dr. Thoeng Ronald, Sp.PK

dr. Thoeng Ronald, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi Klinik Eka Hospital CibuburGunung Putri, Bogor
dr. Tengku Darmy Yanti, Sp.Rad

dr. Tengku Darmy Yanti, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Sentra Medika CibinongCibinong Bogor, Bogor
dr. Taureni Hayati, Sp.PK

dr. Taureni Hayati, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi Klinik Mayapada Hospital Bogor BMCBogor Timur, Bogor
dr. Syarifah Surbakti, Sp.Rad

dr. Syarifah Surbakti, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRSUD CiawiCiawi Bogor, Bogor
dr. Sri Enery Persada, Sp.Rad

dr. Sri Enery Persada, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Rumah Sehat Terpadu Dompet DhuafaKemang, Bogor
dr. Shofiatul Mumaiyyizah, Sp.Rad

dr. Shofiatul Mumaiyyizah, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Melania BogorBogor Selatan, Bogor
dr. Shirley Kristina Jamidi, Sp.PA

dr. Shirley Kristina Jamidi, Sp.PA

Dokter Spesialis Patologi Anatomi Eka Hospital CibuburGunung Putri, Bogor
dr. Rudi Hartono Purba, Sp.An

dr. Rudi Hartono Purba, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSIA Bunda SuryatniTanah Sareal, Bogor
dr. Rosita Alfi Syahrin, Sp.PA

dr. Rosita Alfi Syahrin, Sp.PA

Dokter Spesialis Patologi AnatomiRSUD CileungsiCileungsi, Bogor
dr. Ronald Sabar Pandapotan Simorangkir, Sp.Rad

dr. Ronald Sabar Pandapotan Simorangkir, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS AzraBogor Utara, Bogor
dr. Rizky Ramadhana, Sp.An

dr. Rizky Ramadhana, Sp.An

Dokter Spesialis Anestesi Bogor Senior HospitalBogor Selatan, Bogor
dr. R. Pracahyo Wibowo, Sp.An

dr. R. Pracahyo Wibowo, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRSUD CiawiCiawi Bogor, Bogor
dr. Puti Sri Harjati, Sp.PK

dr. Puti Sri Harjati, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi Klinik Mayapada Hospital Bogor BMCBogor Timur, Bogor
dr. Puja Laksana Maqbul, Sp.An, FIPM

dr. Puja Laksana Maqbul, Sp.An, FIPM

Dokter Spesialis AnestesiRS AzraBogor Utara, Bogor
dr. Nur Widayat, Sp.Rad

dr. Nur Widayat, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Permata JonggolJonggol, Bogor
dr. Nikovita Kasma, Sp.Ok, MKK

dr. Nikovita Kasma, Sp.Ok, MKK

Dokter Spesialis Kedokteran OkupasiRS Medika DramagaBogor Barat, Bogor
dr. Nicolas Layanto, Sp.MK

dr. Nicolas Layanto, Sp.MK

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Eka Hospital CibuburGunung Putri, Bogor
dr. Neli Sumanti, Sp.PK, M.Kes

dr. Neli Sumanti, Sp.PK, M.Kes

Dokter Spesialis Patologi KlinikRS VaniaBogor Timur, Bogor
dr. N. Yune Yohana, Sp.PK

dr. N. Yune Yohana, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi KlinikRS Melania BogorBogor Selatan, Bogor

Tenaga Kesehatan Lainnya

(oleh: Olivia)

Tenaga kesehatan profesional memainkan peran terpusat dan sangat penting dalam meningkatkan akses dan kualitas kesehatan masyarakat. Mereka menyediakan pelayanan penting yang mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit dan memberikan pelayanan kesehatan ke individu, keluarga, dan komunitas berdasarkan pendekatan kesehatan primer. Mekanisme untuk mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan tenaga kesehatan penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Ada lebih dari 250 profesi kesehatan di dunia. Seorang tenaga kesehatan dapat beroprasi di semua percabangan perawatan kesehatan, seperti pengobatan, operasi, gigi, bidan, farmasi psikologi, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya. Setiap profesi memiliki rentang praktik yang terkadang tumpang tindih dengan profesi lainnya.

Praktisi dan profesional di bidang kesehatan

Tenaga kesehatan terdiri dari sejumlah profesi dan pekerjaan berbeda yang memberikan beberapa jenis pelayanan kesehatan berbeda, meliputi praktisi kesehatan langsung seperti dokter, perawat, dokter bedah, dokter gigi, terapis fisik dan kepribadian, begitu juga dengan tenaga kesehatan turunan lain seperti phlebotomis, peneliti laboratorium medis, ahli gizi, dan pekerja sosial. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit, pusat pelayanan kesehata dan titik pemberian pelayanan lain, tetapi juga di pelatihan akademis, penelitian, dan administrasi. Beberapa memberikan pelayanan dan terapi pada pasien di rumah pribadi. Banyak negara memiliki jumlah besar tenaga kesehatan komunitas yang bekerja di luar institusi kesehatan formal. Pengelola pelayanan kesehatan, teknisi informasi kesehatan, dan personel asisten lain dan pekerja pendukung dianggap sebagai bagian penting dari tim pelayanan kesehatan.

Tenaga kesehatan pada umumnya dikelompokkan menjadi profesi kesehatan. Dalam setiap keahlian, tenaga kesehatan seringkali diklasifikasikan mengikuti tingkat kemampuan dan spesialisasi keterampilan. “Tenaga Kesehatan” merupakan pekerja dengan tingkat kemampuan tinggi, dalam profesi yang biasanya membutuhkan pengetahuan ekstensif meliputi Pendidikan setingkat universitas untuk mengarahkan mereka ke tingkat pertama atau kualifikasi yang lebih tinggi. Kategori ini melingkupi dokter, asisten dokter, dokter gigi, bidan, radiographer, perawat teregistrasi, apoteker, fisioterapis, optimetris, praktisi operasional, dan lainnya. Tenaga kesehatan lainnya, juga dianggap sebagai “tenaga kesehatan terkait” menurup International Standard Classification of Occupations, implementasi dukungan perawatan, terapi dan rencana rujukan kesehatan yang biasanya diberikan oleh tenaga medis, perawat, dan tenaga kesehatan lain, dan biasanya membutuhkan kualifikasi formal untuk mempraktikan profesi mereka. Selain itu, asisten yang tidak teregistrasi dapat membantu memberikan pelayanan kesehatan jika disetujui.

Cara lain untuk mengelompokkan tenaga kesehatan adalah berdasarkan sub-bidang dimana mereka berpraktik, seperti perawatan kesehatan mental, perawatan kehamilan dan persalinan, perawatan operasi, perawatan rehabilitasi, atau perawatan publik.

Evolusi profesi tenaga kesehatan

Profesi, meliputi mereka yang bertanggung jawab terhadap kelahiran pelayanan kesehatan, berevolusi melalui serangkaian kejadian. Kejadian ini merupakan proses profesionalisasi, yang terdiri dari 12 kejadian yang ditunjukkan dalam Tabel 1. Profesi awal merupakan mereka yang mengalami kejadian awal dalam proses tersebut. Profesi yang lebih matang adalah mereka mengalami kejadian yang lebih belakangan dalam proses dan bisa jadi bertanggung jawab pada kelahiran profesi tambahan yang berhubungan.

Kejadian

Aktivitas

Kolaborasi informal

Pertemuan sekelompok orang dengan kemampuan atau pengetahuan serupa

Kolaborasi formal

Pembentukan asosiasi profesional (biasanya di tingkat nasional)

Praktik resmi

Penerimaan dari pemerintah dalam bentuk lisensi atau registrasi

Kualifikasi terstandar

Pendaftaran pemeriksaan profesionalitas

Identitas edukasional

Program tertentu untuk Pendidikan profesional

Kesamaan Pendidikan

Standardisasi proses untuk pendidikan profesional

Kepercayaan yang terkonsolidasi

Terciptanya kode etik, nilai, dan filosofi

Peningkatan komunikasi

Publikasi jurnal profesional

Pendidikan yang teratur

Akreditasi proses Pendidikan

Pengaruh besar

Pengembangan rentang praktik

Pelatihan terintensifikasi

Pengembangan pendidikan untuk mengakomodasi pertumbuhan praktik

Spesialisasi

Pembagian menjadi profesi yang lebih beragam dan terbatas

Peraturan dan pendaftaran tenaga kesehatan profesional

Praktik tanpa surat izin yang diterima dan masih berlaku dianggap sebagai sesuatu yang illegal. Di sebagian besar yurisdiksi, penyediaan layanan kesehatan diatur oleh pemerintah. Individu yang ditemukan memberikan pelayanan medis, perawatan atau pelayanan profesional lain tanpa sertifikasi atau surat izin berisiko menghadapi sanksi dan tuntutan kriminal yang dapat menyebabkan mereka dipenjara. Sejumlah profesi harus taat pada peraturan, memenuhi syarat untuk mendapat izin, dan sanksi dapat dihindari.

Sumber:

https://www.who.int/hrh/professionals/en/

https://en.wikipedia.org/wiki/Health_professional

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4566463/