Direktori Dokter Lainnya

Menampilkan 1-24 dari 1932 Dokter Lainnya yang ditemukan

Urutkan  
Prof. dr. Usman Chatib Warsa, Sp.MK(K), Ph.D

Prof. dr. Usman Chatib Warsa, Sp.MK(K), Ph.D

Dokter Spesialis Mikrobiologi KlinikRS Metropolitan Medical CenterSetiabudi, Jakarta Selatan
Prof. dr. Ruswan Dahlan, Sp.An-KIC

Prof. dr. Ruswan Dahlan, Sp.An-KIC

Dokter Spesialis AnestesiRS Pondok Indah (RSPI) - Pondok IndahKebayoran Lama, Jakarta Selatan
Prof. dr. Riadi Wirawan, Sp.PK(K)

Prof. dr. Riadi Wirawan, Sp.PK(K)

Dokter Spesialis Patologi KlinikRS Metropolitan Medical CenterSetiabudi, Jakarta Selatan
Prof. dr. Mpu Kanoko Sastrowignjo, Sp.PA, Ph.D

Prof. dr. Mpu Kanoko Sastrowignjo, Sp.PA, Ph.D

Dokter Spesialis Patologi AnatomiRS Metropolitan Medical CenterSetiabudi, Jakarta Selatan
Prof. Dr. dr. Susworo, Sp.Rad(K)Onk

Prof. Dr. dr. Susworo, Sp.Rad(K)Onk

Dokter Spesialis Radiologi Siloam Hospitals TB SimatupangCilandak, Jakarta Selatan
Prof. Dr. dr. Herman Hariman, Sp.PK

Prof. Dr. dr. Herman Hariman, Sp.PK

Dokter Spesialis Patologi KlinikRS Murni Teguh Memorial MedanMedan Timur, Medan
Prof. Dr. dr. Amir Sjarifuddin Madjid, Sp.An-KIC

Prof. Dr. dr. Amir Sjarifuddin Madjid, Sp.An-KIC

Dokter Spesialis AnestesiRS St. CarolusSenen, Jakarta Pusat
Prof. dr. Agus Syarurachman, Sp.MK(K), Ph.D

Prof. dr. Agus Syarurachman, Sp.MK(K), Ph.D

Dokter Spesialis Mikrobiologi KlinikRS Metropolitan Medical CenterSetiabudi, Jakarta Selatan
dr. Zuswahyuda Samsu, Sp.An

dr. Zuswahyuda Samsu, Sp.An

Dokter Spesialis Anestesi
dr. Zulfikar Tahir, Sp.An

dr. Zulfikar Tahir, Sp.An

Dokter Spesialis Anestesi
dr. Zulfikar Djafar, Sp.An

dr. Zulfikar Djafar, Sp.An

Dokter Spesialis Anestesi
dr. Zeth Boroh, Sp.KO

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran OlahragaRS JakartaSetiabudi, Jakarta Selatan
dr. Zeldi Ichsan, Sp.An

dr. Zeldi Ichsan, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Mitra Medika PontianakPontianak Kota, Pontianak
dr. Zatriani, Sp.Rad

dr. Zatriani, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Dr. Tadjuddin ChalidBiring Kanaya, Makassar
dr. Yurida Binta Meutia, Sp.Rad

dr. Yurida Binta Meutia, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Hermina PandanaranSemarang Tengah, Semarang
dr. Yunita Dewani, Sp.An

dr. Yunita Dewani, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Hermina BitungCurug, Tangerang
dr. Yuliawati Handayani, Sp.Rad

dr. Yuliawati Handayani, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Ridhoka SalmaCikarang Barat, Bekasi
dr. Yulia Riza, Sp.Rad

dr. Yulia Riza, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Hermina PadangPadang Utara, Padang
dr. Yulia Rachmawati M.P., Sp.Rad

dr. Yulia Rachmawati M.P., Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRSPAD Gatot SoebrotoSenen, Jakarta Pusat
dr. Yuli Ramunda Andri Ningsih, Sp.Rad

dr. Yuli Ramunda Andri Ningsih, Sp.Rad

Dokter Spesialis RadiologiRS Hermina PasteurCicendo, Bandung
dr. Yudi Hadinata, Sp.An

dr. Yudi Hadinata, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Hermina TangkubanprahuKlojen, Malang
dr. Yudhi Prasetyo, Sp.An

dr. Yudhi Prasetyo, Sp.An

Dokter Spesialis AnestesiRS Royal ProgressTanjung Priok, Jakarta Utara
dr. Yovita Sionno, Sp.Rad

dr. Yovita Sionno, Sp.Rad

Dokter Spesialis Radiologi Mayapada Hospital TangerangTangerang, Tangerang

Tenaga Kesehatan Lainnya

(oleh: Olivia)

Tenaga kesehatan profesional memainkan peran terpusat dan sangat penting dalam meningkatkan akses dan kualitas kesehatan masyarakat. Mereka menyediakan pelayanan penting yang mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit dan memberikan pelayanan kesehatan ke individu, keluarga, dan komunitas berdasarkan pendekatan kesehatan primer. Mekanisme untuk mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan tenaga kesehatan penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Ada lebih dari 250 profesi kesehatan di dunia. Seorang tenaga kesehatan dapat beroprasi di semua percabangan perawatan kesehatan, seperti pengobatan, operasi, gigi, bidan, farmasi psikologi, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya. Setiap profesi memiliki rentang praktik yang terkadang tumpang tindih dengan profesi lainnya.

Praktisi dan profesional di bidang kesehatan

Tenaga kesehatan terdiri dari sejumlah profesi dan pekerjaan berbeda yang memberikan beberapa jenis pelayanan kesehatan berbeda, meliputi praktisi kesehatan langsung seperti dokter, perawat, dokter bedah, dokter gigi, terapis fisik dan kepribadian, begitu juga dengan tenaga kesehatan turunan lain seperti phlebotomis, peneliti laboratorium medis, ahli gizi, dan pekerja sosial. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit, pusat pelayanan kesehata dan titik pemberian pelayanan lain, tetapi juga di pelatihan akademis, penelitian, dan administrasi. Beberapa memberikan pelayanan dan terapi pada pasien di rumah pribadi. Banyak negara memiliki jumlah besar tenaga kesehatan komunitas yang bekerja di luar institusi kesehatan formal. Pengelola pelayanan kesehatan, teknisi informasi kesehatan, dan personel asisten lain dan pekerja pendukung dianggap sebagai bagian penting dari tim pelayanan kesehatan.

Tenaga kesehatan pada umumnya dikelompokkan menjadi profesi kesehatan. Dalam setiap keahlian, tenaga kesehatan seringkali diklasifikasikan mengikuti tingkat kemampuan dan spesialisasi keterampilan. “Tenaga Kesehatan” merupakan pekerja dengan tingkat kemampuan tinggi, dalam profesi yang biasanya membutuhkan pengetahuan ekstensif meliputi Pendidikan setingkat universitas untuk mengarahkan mereka ke tingkat pertama atau kualifikasi yang lebih tinggi. Kategori ini melingkupi dokter, asisten dokter, dokter gigi, bidan, radiographer, perawat teregistrasi, apoteker, fisioterapis, optimetris, praktisi operasional, dan lainnya. Tenaga kesehatan lainnya, juga dianggap sebagai “tenaga kesehatan terkait” menurup International Standard Classification of Occupations, implementasi dukungan perawatan, terapi dan rencana rujukan kesehatan yang biasanya diberikan oleh tenaga medis, perawat, dan tenaga kesehatan lain, dan biasanya membutuhkan kualifikasi formal untuk mempraktikan profesi mereka. Selain itu, asisten yang tidak teregistrasi dapat membantu memberikan pelayanan kesehatan jika disetujui.

Cara lain untuk mengelompokkan tenaga kesehatan adalah berdasarkan sub-bidang dimana mereka berpraktik, seperti perawatan kesehatan mental, perawatan kehamilan dan persalinan, perawatan operasi, perawatan rehabilitasi, atau perawatan publik.

Evolusi profesi tenaga kesehatan

Profesi, meliputi mereka yang bertanggung jawab terhadap kelahiran pelayanan kesehatan, berevolusi melalui serangkaian kejadian. Kejadian ini merupakan proses profesionalisasi, yang terdiri dari 12 kejadian yang ditunjukkan dalam Tabel 1. Profesi awal merupakan mereka yang mengalami kejadian awal dalam proses tersebut. Profesi yang lebih matang adalah mereka mengalami kejadian yang lebih belakangan dalam proses dan bisa jadi bertanggung jawab pada kelahiran profesi tambahan yang berhubungan.

Kejadian

Aktivitas

Kolaborasi informal

Pertemuan sekelompok orang dengan kemampuan atau pengetahuan serupa

Kolaborasi formal

Pembentukan asosiasi profesional (biasanya di tingkat nasional)

Praktik resmi

Penerimaan dari pemerintah dalam bentuk lisensi atau registrasi

Kualifikasi terstandar

Pendaftaran pemeriksaan profesionalitas

Identitas edukasional

Program tertentu untuk Pendidikan profesional

Kesamaan Pendidikan

Standardisasi proses untuk pendidikan profesional

Kepercayaan yang terkonsolidasi

Terciptanya kode etik, nilai, dan filosofi

Peningkatan komunikasi

Publikasi jurnal profesional

Pendidikan yang teratur

Akreditasi proses Pendidikan

Pengaruh besar

Pengembangan rentang praktik

Pelatihan terintensifikasi

Pengembangan pendidikan untuk mengakomodasi pertumbuhan praktik

Spesialisasi

Pembagian menjadi profesi yang lebih beragam dan terbatas

Peraturan dan pendaftaran tenaga kesehatan profesional

Praktik tanpa surat izin yang diterima dan masih berlaku dianggap sebagai sesuatu yang illegal. Di sebagian besar yurisdiksi, penyediaan layanan kesehatan diatur oleh pemerintah. Individu yang ditemukan memberikan pelayanan medis, perawatan atau pelayanan profesional lain tanpa sertifikasi atau surat izin berisiko menghadapi sanksi dan tuntutan kriminal yang dapat menyebabkan mereka dipenjara. Sejumlah profesi harus taat pada peraturan, memenuhi syarat untuk mendapat izin, dan sanksi dapat dihindari.

Sumber:

https://www.who.int/hrh/professionals/en/

https://en.wikipedia.org/wiki/Health_professional

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4566463/