Direktori Dokter Lainnya

Menampilkan 1-24 dari 1227 lainnya yang ditemukan

Prof. dr. Usman Chatib Warsa, Sp.MK(K), Ph.D

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

Prof. dr. Ruswan Dahlan, Sp.An-KIC

RS Pondok Indah (RSPI) - Pondok Indah
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Prof. dr. Riadi Wirawan, Sp.PK(K)

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

Prof. dr. Mpu Kanoko Sastrowignjo, Sp.PA, Ph.D

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

Prof. Dr. dr. Susworo, Sp.Rad(K)Onk

Siloam Hospitals TB Simatupang
Cilandak, Jakarta Selatan

Prof. Dr. dr. Angela Bibiana Maria Tulaar, Sp.KFR(K)

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

Prof. Dr. dr. Amir Sjarifuddin Madjid, Sp.An-KIC

RS St. Carolus
Senen, Jakarta Pusat

Prof. dr. Agus Syarurachman, Sp.MK(K), Ph.D

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Zuswahyuda Samsu, Sp.An

RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
Palmerah, Jakarta Barat

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

RS Jakarta
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Yuni Ekowati, Sp.KFR

RS Sari Asih Karawaci
Karawaci, Tangerang

dr. Yuliawati Handayani, Sp.Rad

RS Ridhoka Salma
Cikarang Barat, Bekasi

dr. Yulia Rachmawati M.P., Sp.Rad

RSPAD Gatot Soebroto
Senen, Jakarta Pusat

dr. Yudi Hadinata, Sp.An

RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
Palmerah, Jakarta Barat

dr. Yudhi Prasetyo, Sp.An

RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
Palmerah, Jakarta Barat

dr. Yovita Sionno, Sp.Rad

Mayapada Hospital Tangerang
Tangerang, Tangerang

dr. Yoan Catherina, Sp.An

RS St. Carolus
Senen, Jakarta Pusat

dr. Yenny Rahmawati Mulyanto, Sp.Rad

RS Family Medical Center (FMC)
Sukaraja, Bogor

dr. Yenni, Sp.KFR

RS Bina Husada
Cibinong, Bogor

dr. Yefta Daniel Bastian, Sp.KFR

RS St. Carolus
Senen, Jakarta Pusat

dr. Yaya Sudibyo, Sp.KFR

RS Premier Jatinegara
Jatinegara, Jakarta Timur

dr. Yani Damayanti, Sp.KFR

RS Premier Jatinegara
Jatinegara, Jakarta Timur

dr. Wilya Kuswandi, Sp.PK

RS Medika BSD
Serpong, Tangerang Selatan

dr. Widyastuti Retno Annisa, Sp.KFR

RS Islam Jakarta Sukapura
Cilincing, Jakarta Utara

Tenaga Kesehatan Lainnya

(oleh: Olivia)

Tenaga kesehatan profesional memainkan peran terpusat dan sangat penting dalam meningkatkan akses dan kualitas kesehatan masyarakat. Mereka menyediakan pelayanan penting yang mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit dan memberikan pelayanan kesehatan ke individu, keluarga, dan komunitas berdasarkan pendekatan kesehatan primer. Mekanisme untuk mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan tenaga kesehatan penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Ada lebih dari 250 profesi kesehatan di dunia. Seorang tenaga kesehatan dapat beroprasi di semua percabangan perawatan kesehatan, seperti pengobatan, operasi, gigi, bidan, farmasi psikologi, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya. Setiap profesi memiliki rentang praktik yang terkadang tumpang tindih dengan profesi lainnya.

Praktisi dan profesional di bidang kesehatan

Tenaga kesehatan terdiri dari sejumlah profesi dan pekerjaan berbeda yang memberikan beberapa jenis pelayanan kesehatan berbeda, meliputi praktisi kesehatan langsung seperti dokter, perawat, dokter bedah, dokter gigi, terapis fisik dan kepribadian, begitu juga dengan tenaga kesehatan turunan lain seperti phlebotomis, peneliti laboratorium medis, ahli gizi, dan pekerja sosial. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit, pusat pelayanan kesehata dan titik pemberian pelayanan lain, tetapi juga di pelatihan akademis, penelitian, dan administrasi. Beberapa memberikan pelayanan dan terapi pada pasien di rumah pribadi. Banyak negara memiliki jumlah besar tenaga kesehatan komunitas yang bekerja di luar institusi kesehatan formal. Pengelola pelayanan kesehatan, teknisi informasi kesehatan, dan personel asisten lain dan pekerja pendukung dianggap sebagai bagian penting dari tim pelayanan kesehatan.

Tenaga kesehatan pada umumnya dikelompokkan menjadi profesi kesehatan. Dalam setiap keahlian, tenaga kesehatan seringkali diklasifikasikan mengikuti tingkat kemampuan dan spesialisasi keterampilan. “Tenaga Kesehatan” merupakan pekerja dengan tingkat kemampuan tinggi, dalam profesi yang biasanya membutuhkan pengetahuan ekstensif meliputi Pendidikan setingkat universitas untuk mengarahkan mereka ke tingkat pertama atau kualifikasi yang lebih tinggi. Kategori ini melingkupi dokter, asisten dokter, dokter gigi, bidan, radiographer, perawat teregistrasi, apoteker, fisioterapis, optimetris, praktisi operasional, dan lainnya. Tenaga kesehatan lainnya, juga dianggap sebagai “tenaga kesehatan terkait” menurup International Standard Classification of Occupations, implementasi dukungan perawatan, terapi dan rencana rujukan kesehatan yang biasanya diberikan oleh tenaga medis, perawat, dan tenaga kesehatan lain, dan biasanya membutuhkan kualifikasi formal untuk mempraktikan profesi mereka. Selain itu, asisten yang tidak teregistrasi dapat membantu memberikan pelayanan kesehatan jika disetujui.

Cara lain untuk mengelompokkan tenaga kesehatan adalah berdasarkan sub-bidang dimana mereka berpraktik, seperti perawatan kesehatan mental, perawatan kehamilan dan persalinan, perawatan operasi, perawatan rehabilitasi, atau perawatan publik.

Evolusi profesi tenaga kesehatan

Profesi, meliputi mereka yang bertanggung jawab terhadap kelahiran pelayanan kesehatan, berevolusi melalui serangkaian kejadian. Kejadian ini merupakan proses profesionalisasi, yang terdiri dari 12 kejadian yang ditunjukkan dalam Tabel 1. Profesi awal merupakan mereka yang mengalami kejadian awal dalam proses tersebut. Profesi yang lebih matang adalah mereka mengalami kejadian yang lebih belakangan dalam proses dan bisa jadi bertanggung jawab pada kelahiran profesi tambahan yang berhubungan.

Kejadian

Aktivitas

Kolaborasi informal

Pertemuan sekelompok orang dengan kemampuan atau pengetahuan serupa

Kolaborasi formal

Pembentukan asosiasi profesional (biasanya di tingkat nasional)

Praktik resmi

Penerimaan dari pemerintah dalam bentuk lisensi atau registrasi

Kualifikasi terstandar

Pendaftaran pemeriksaan profesionalitas

Identitas edukasional

Program tertentu untuk Pendidikan profesional

Kesamaan Pendidikan

Standardisasi proses untuk pendidikan profesional

Kepercayaan yang terkonsolidasi

Terciptanya kode etik, nilai, dan filosofi

Peningkatan komunikasi

Publikasi jurnal profesional

Pendidikan yang teratur

Akreditasi proses Pendidikan

Pengaruh besar

Pengembangan rentang praktik

Pelatihan terintensifikasi

Pengembangan pendidikan untuk mengakomodasi pertumbuhan praktik

Spesialisasi

Pembagian menjadi profesi yang lebih beragam dan terbatas

Peraturan dan pendaftaran tenaga kesehatan profesional

Praktik tanpa surat izin yang diterima dan masih berlaku dianggap sebagai sesuatu yang illegal. Di sebagian besar yurisdiksi, penyediaan layanan kesehatan diatur oleh pemerintah. Individu yang ditemukan memberikan pelayanan medis, perawatan atau pelayanan profesional lain tanpa sertifikasi atau surat izin berisiko menghadapi sanksi dan tuntutan kriminal yang dapat menyebabkan mereka dipenjara. Sejumlah profesi harus taat pada peraturan, memenuhi syarat untuk mendapat izin, dan sanksi dapat dihindari.

Sumber:

https://www.who.int/hrh/professionals/en/

https://en.wikipedia.org/wiki/Health_professional

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4566463/