Direktori Dokter

Menampilkan 1-24 dari 459 dokter kulit yang ditemukan

Prof. dr. Sjaiful Fahmi Daili, Sp.KK(K)

Dokter Spesialis Kulit
RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

Prof. dr. Rustarti Retno Widowati Soebarjo, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Yunita Damopolii, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Awal Bros Tangerang
Pinang, Tangerang

dr. Yuliana Laksmini, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Medika BSD
Serpong, Tangerang Selatan

dr. Yulfia Dairina, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Bogor Medical Center (BMC)
Bogor Timur

dr. Yufanti Sujudi, Sp.KK, FINS-DV, FAADV

Dokter Spesialis Kulit
RSUP Fatmawati
Cilandak, Jakarta Selatan

dr. Yuda Ilhamsyah, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
Bamed Skin Care Darmawangsa
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

dr. Yoana Sandra Dewanti, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Hermina Kemayoran
Kemayoran, Jakarta Pusat

dr. Yeyen Yovita Mulyana, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Kebon Jeruk, Jakarta Barat

dr. Yari Castiliani Hapsari, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
Bamed Skin Care Darmawangsa
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

dr. Wilson Loginus, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Murni Teguh Sudirman
Tanah Abang, Jakarta Pusat

dr. Widyo Atmoko, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
Klinik Kulit dan Kecantikan Estetiderma - RSPAD Gatot Soebroto
Senen, Jakarta Pusat

dr. Wening Setyani, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Hermina Grand Wisata
Tambun Selatan, Bekasi

dr. Wang Suryany, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Pantai Indah Kapuk
Penjaringan, Jakarta Utara

dr. Vonny Indriati, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
Bekasi Barat

dr. Vinia Ardiani Permata, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Pondok Indah (RSPI) - Pondok Indah
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

dr. Venessa, Sp.DV

Dokter Spesialis Kulit
RS Evasari Awal Bros
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

dr. Umi Rinasari, Sp.KK, MARS

Dokter Spesialis Kulit
RS Columbia Asia Pulomas
Pulo Gadung, Jakarta Timur

dr. Tisya Ammalia, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Premier Jatinegara
Jatinegara, Jakarta Timur

dr. Tia Febrianti, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit

dr. Theresia Movita, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Gading Pluit
Kelapa Gading, Jakarta Utara

dr. Teti Loho, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
Eka Hospital BSD
Serpong, Tangerang Selatan

dr. Taruli Olivia Agustina Napitupulu, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Pertamina Jaya (RSPJ)
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

dr. Tandiono Hermanda, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit
RS Pantai Indah Kapuk
Penjaringan, Jakarta Utara

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html