Cari Dokter Kulit

Menampilkan 1-24 dari 92 Dokter Kulit yang ditemukan

Urutkan  
dr. Yunita Damopolii, Sp.KK

dr. Yunita Damopolii, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS GandariaKebayoran Baru, Jakarta Selatan
dr. Yuliwaty, Sp.KK

dr. Yuliwaty, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic Mangga BesarTaman Sari, Jakarta Barat
dr. Yari Castiliani Hapsari, Sp.KK

dr. Yari Castiliani Hapsari, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitKlinik Senopati Skin CenterKebayoran Baru, Jakarta Selatan
dr. Wening Setyani, Sp.KK

dr. Wening Setyani, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina Grand WisataTambun Selatan, Bekasi
dr. Triana Agustin, Sp.KK

dr. Triana Agustin, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic TebetTebet, Jakarta Selatan
dr. Tengku Syarifah Dessi Indah Sari As, Sp.KK

dr. Tengku Syarifah Dessi Indah Sari As, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Santa Maria PekanbaruSukajadi Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Susanthy Ulyana Saragih, Sp.KK

dr. Susanthy Ulyana Saragih, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Derma Center Pondok IndahKebayoran Lama, Jakarta Selatan
dr. Sitti Musafirah, Sp.KK

dr. Sitti Musafirah, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitKlinik IMedical CenterPanakkukang, Makassar
dr. Shinta Damayanti, Sp.KK

dr. Shinta Damayanti, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Derma Center Pondok IndahKebayoran Lama, Jakarta Selatan
dr. Sasi Purwanti, Sp.KK

dr. Sasi Purwanti, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic MalangKlojen, Malang
dr. Sandy Sandrasari, Sp.KK

dr. Sandy Sandrasari, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Derma Center KemanggisanPalmerah, Jakarta Barat
dr. Sammy Yahya, Sp.KK

dr. Sammy Yahya, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Bamed Skin Care - MeruyaKembangan, Jakarta Barat
dr. Sakti Charlia Maharani, Sp.DV

dr. Sakti Charlia Maharani, Sp.DV

Dokter Spesialis Kulit Brawijaya Hospital Duren TigaPancoran, Jakarta Selatan
dr. Rudianto Sutarman, Sp.KK, FINSDV

dr. Rudianto Sutarman, Sp.KK, FINSDV

Dokter Spesialis Kulit Krakatau Medika HospitalPurwakarta Cilegon, Cilegon
dr. Rubby Aditya, Sp.KK

dr. Rubby Aditya, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitKlinik Kulit dan Kecantikan Jakarta Skin CenterKebayoran Baru, Jakarta Selatan
dr. Rinrin Pusparini, Sp.KK

dr. Rinrin Pusparini, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSU Hermina JatinegaraJatinegara, Jakarta Timur
dr. Regina Sylvia Costarina, Sp.KK, FINSDV

dr. Regina Sylvia Costarina, Sp.KK, FINSDV

Dokter Spesialis KulitRSIA Grha BundaKiaracondong, Bandung
dr. R. Amanda Sumantri, Sp.KK

dr. R. Amanda Sumantri, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Premier JatinegaraJatinegara, Jakarta Timur
dr. Putri Nastiti Rarasati, Sp.KK

dr. Putri Nastiti Rarasati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Columbia Asia SemarangSemarang Barat, Semarang
dr. Primedhia Virdiono, Sp.DV

dr. Primedhia Virdiono, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRSIA LimijatiBandung Wetan, Bandung
dr. Nenden Lilis Setiasih, Sp.KK, FINSDV, MM

dr. Nenden Lilis Setiasih, Sp.KK, FINSDV, MM

Dokter Spesialis Kulit N'Clinique BintaroPesanggrahan, Jakarta Selatan
dr. Mona Safira Haroen, Sp.KK

dr. Mona Safira Haroen, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitKlinik Senopati Skin CenterKebayoran Baru, Jakarta Selatan
dr. Miranti Pangastuti, Sp.DV

dr. Miranti Pangastuti, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRS Al-Islam BandungRancasari, Bandung
dr. Margaretha Indah Maharani, Sp.KK, FINSDV

dr. Margaretha Indah Maharani, Sp.KK, FINSDV

Dokter Spesialis KulitKlinik MedivitaKebon Jeruk, Jakarta Barat

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html