Cari Dokter Kulit di Surakarta

Menampilkan 1-22 dari 22 Dokter Kulit di Surakarta yang ditemukan

Urutkan  
dr. Suci Widhiati, Sp.KK

dr. Suci Widhiati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Panti Waluyo YAKKUM SurakartaLaweyan, Surakarta
dr. Puspita Laksmintari, Sp.KK

dr. Puspita Laksmintari, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS TriharsiBanjarsari Surakarta, Surakarta
dr. Leonardo Trisnarizki, Sp.DV

dr. Leonardo Trisnarizki, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRS Dr. Oen SurakartaJebres, Surakarta
dr. Athanasia Endah Dwi Wahyuningsih, Sp.KK, M.Kes

dr. Athanasia Endah Dwi Wahyuningsih, Sp.KK, M.Kes

Dokter Spesialis KulitRS Panti Waluyo YAKKUM SurakartaLaweyan, Surakarta
dr. Arie Kusumawardani, Sp.KK

dr. Arie Kusumawardani, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Kasih IbuLaweyan, Surakarta
dr. Endra Yustin Ellistasari, Sp.KK, M.Sc

dr. Endra Yustin Ellistasari, Sp.KK, M.Sc

Dokter Spesialis KulitRS Islam KustatiPasar Kliwon, Surakarta
dr. Andreas Widiansyah, Sp.KK

dr. Andreas Widiansyah, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Brayat Minulya SurakartaBanjarsari Surakarta, Surakarta
Dr. dr. Prasetyadi, Sp.KK(K), FINDSDV, FAADV

Dr. dr. Prasetyadi, Sp.KK(K), FINDSDV, FAADV

Dokter Spesialis KulitRSUD Dr. MoewardiJebres, Surakarta
Prof. dr. Harijono Kariosentono, Sp.KK

Prof. dr. Harijono Kariosentono, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Dr. MoewardiJebres, Surakarta
dr. Muhammad Eko Irawanto, Sp.KK

dr. Muhammad Eko Irawanto, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Dr. MoewardiJebres, Surakarta
dr. Nurrachmat Mulianto, Sp.KK

dr. Nurrachmat Mulianto, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Dr. MoewardiJebres, Surakarta
dr. Yeni Suyono, Sp.KK

dr. Yeni Suyono, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina SoloJebres, Surakarta
dr. Ratih Pramuningtyas, Sp.KK

dr. Ratih Pramuningtyas, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS PKU Muhammadiyah SurakartaBanjarsari Surakarta, Surakarta
dr. Ardelia Dyah Ayu Puspita Sari, Sp.DV

dr. Ardelia Dyah Ayu Puspita Sari, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRS TriharsiBanjarsari Surakarta, Surakarta
dr. Arieffah, Sp.KK

dr. Arieffah, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina SoloJebres, Surakarta
dr. Kusuma Dewi, Sp.KK, M.Sc

dr. Kusuma Dewi, Sp.KK, M.Sc

Dokter Spesialis Kulit Erha Apothecary Solo ParagonBanjarsari Surakarta, Surakarta
dr. Rina Diana, Sp.DV

dr. Rina Diana, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRSU Slamet Riyadi SurakartaLaweyan, Surakarta
dr. Ayu Astrini, Sp.KK

dr. Ayu Astrini, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Apothecary Solo ParagonBanjarsari Surakarta, Surakarta
dr. Dyah Cinde Cahyani, Sp.KK

dr. Dyah Cinde Cahyani, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Apothecary Solo ParagonBanjarsari Surakarta, Surakarta
Dr. dr. Indah julianto, Sp.KK

Dr. dr. Indah julianto, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Dr. MoewardiJebres, Surakarta
dr. Moerbono Mochtar, Sp.KK

dr. Moerbono Mochtar, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Dr. MoewardiJebres, Surakarta
dr. Nugrohoaji Dharmawan, Sp.KK

dr. Nugrohoaji Dharmawan, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Dr. MoewardiJebres, Surakarta

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html