Cari Dokter Kulit di Semarang

Menampilkan 1-24 dari 50 Dokter Kulit di Semarang yang ditemukan

Urutkan  
dr. Yuanita Dian Utama, Sp.KK

dr. Yuanita Dian Utama, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Panti Wilasa CitarumSemarang Timur, Semarang
dr. Putri Nastiti Rarasati, Sp.KK

dr. Putri Nastiti Rarasati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Columbia Asia SemarangSemarang Barat, Semarang
dr. Niken Kusumaningrum, Sp.DV

dr. Niken Kusumaningrum, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRS Hermina BanyumanikBanyumanik, Semarang
dr. Irma Yasmin, Sp.KK

dr. Irma Yasmin, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Permata MedikaNgaliyan, Semarang
dr. Galih Sari Damayanti, Sp.KK

dr. Galih Sari Damayanti, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Columbia Asia SemarangSemarang Barat, Semarang
dr. Firsza Yulina Endah Budiati, Sp.KK

dr. Firsza Yulina Endah Budiati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina PandanaranSemarang Tengah, Semarang
dr. Eko Krisnarto, Sp.KK

dr. Eko Krisnarto, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD K.R.M.T WongsonegoroTembalang, Semarang
Dr. dr. Renni Yuniati, Sp.KK

Dr. dr. Renni Yuniati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUP Dr. KariadiSemarang Selatan, Semarang
dr. Dimas Djohan Sukandar Putra, Sp.KK

dr. Dimas Djohan Sukandar Putra, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Ken SarasBergas, Semarang
dr. Dhega Anindita Wibowo, Sp.KK

dr. Dhega Anindita Wibowo, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Permata MedikaNgaliyan, Semarang
dr. Dewi Asih Mahanani, Sp.KK

dr. Dewi Asih Mahanani, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Ken SarasBergas, Semarang
dr. Aria Hendra Kusuma, Sp.KK

dr. Aria Hendra Kusuma, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Columbia Asia SemarangSemarang Barat, Semarang
dr. Aprilia Karen Mandagie, Sp.KK

dr. Aprilia Karen Mandagie, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Panti Wilasa Dr. CiptoSemarang Timur, Semarang
dr. T. M. Sri Redjeki Soekandar, Sp.KK

dr. T. M. Sri Redjeki Soekandar, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Bhayangkara SemarangGayamsari, Semarang
dr. Sri djoko Susanto, Sp.KK(K)

dr. Sri djoko Susanto, Sp.KK(K)

Dokter Spesialis KulitRS St. Elisabeth SemarangCandisari, Semarang
dr. Elisabeth Sutjiningrum Indrayanti, Sp.KK

dr. Elisabeth Sutjiningrum Indrayanti, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS St. Elisabeth SemarangCandisari, Semarang
dr. Yael Esthi Nurfitri Kuncoro, Sp.KK

dr. Yael Esthi Nurfitri Kuncoro, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Ken SarasBergas, Semarang
dr. Holy Ametati, Sp.KK

dr. Holy Ametati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUP Dr. KariadiSemarang Selatan, Semarang
dr. Yuzza Alfarra, Sp.KK

dr. Yuzza Alfarra, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSI Sultan AgungGenuk, Semarang
dr. Sri Windayati, Sp.KK

dr. Sri Windayati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Tugurejo SemarangNgaliyan, Semarang
dr. Winda Hapsoro, Sp.KK

dr. Winda Hapsoro, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic SemarangSemarang Tengah, Semarang
dr. Erien Afrinia Asri, Sp.DV

dr. Erien Afrinia Asri, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRS Hermina BanyumanikBanyumanik, Semarang
dr. Paulus Yogyartono, Sp.KK(K)

dr. Paulus Yogyartono, Sp.KK(K)

Dokter Spesialis KulitRS Telogorejo (Semarang Medical Center RS Telogorejo)Semarang Tengah, Semarang
dr. Diah Adriani Malik, Sp.KK(K)

dr. Diah Adriani Malik, Sp.KK(K)

Dokter Spesialis KulitRSUP Dr. KariadiSemarang Selatan, Semarang

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html