Cari Dokter Kulit di Pekanbaru

Menampilkan 1-19 dari 19 Dokter Kulit di Pekanbaru yang ditemukan

Urutkan  
dr. Yuni Eka Anggraini, Sp.KK, M.Med., Ed., M.Sc

dr. Yuni Eka Anggraini, Sp.KK, M.Med., Ed., M.Sc

Dokter Spesialis KulitRS Syafira PekanbaruMarpoyan Damai, Pekanbaru
dr. Tengku Syarifah Dessi Indah Sari As, Sp.KK

dr. Tengku Syarifah Dessi Indah Sari As, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Santa Maria PekanbaruSukajadi Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Sulistya Dwi Rahasti, Sp.DV

dr. Sulistya Dwi Rahasti, Sp.DV

Dokter Spesialis Kulit Aulia Hospital PekanbaruTampan, Pekanbaru
dr. Sukasihati, Sp.DV

dr. Sukasihati, Sp.DV

Dokter Spesialis Kulit Eka Hospital PekanbaruMarpoyan Damai, Pekanbaru
dr. Sri Esa Ilona, Sp.KK

dr. Sri Esa Ilona, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Awal Bros PanamTampan, Pekanbaru
dr. Sandra Krishnaputri S., Sp.KK

dr. Sandra Krishnaputri S., Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Santa Maria PekanbaruSukajadi Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Puridelko Kampar, Sp.DV

dr. Puridelko Kampar, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRS Awal Bros A.Yani PekanbaruBukit Raya Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Noorsaid Masadi, Sp.KK

dr. Noorsaid Masadi, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Awal Bros Chevron PekanbaruBukit Raya Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Mirza Alexandra Syahrial, Sp.KK

dr. Mirza Alexandra Syahrial, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Awal Bros Chevron PekanbaruBukit Raya Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Meilania Hasnatasha, Sp.DV, M.Ked(DV)

dr. Meilania Hasnatasha, Sp.DV, M.Ked(DV)

Dokter Spesialis KulitRS Prima PekanbaruTampan, Pekanbaru
dr. Lia Septina Pakpahan, Sp.DV, M.Ked(DV)

dr. Lia Septina Pakpahan, Sp.DV, M.Ked(DV)

Dokter Spesialis Kulit Eka Hospital PekanbaruMarpoyan Damai, Pekanbaru
dr. Julia Melisa, Sp.KK

dr. Julia Melisa, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Awal Bros Chevron PekanbaruBukit Raya Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Imelda Tresia Pardede, Sp.KK

dr. Imelda Tresia Pardede, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Santa Maria PekanbaruSukajadi Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Ikwandi, Sp.DV

dr. Ikwandi, Sp.DV

Dokter Spesialis Kulit Eka Hospital PekanbaruMarpoyan Damai, Pekanbaru
dr. Faridah Israwaty Lubis, Sp.KK

dr. Faridah Israwaty Lubis, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Awal Bros A.Yani PekanbaruBukit Raya Pekanbaru, Pekanbaru
dr. Alida Widiawaty, Sp.KK, M.Biomed

dr. Alida Widiawaty, Sp.KK, M.Biomed

Dokter Spesialis KulitRSUD Petala BumiLima Puluh Pekanbaru, Pekanbaru
dr. R. Nurhayati, Sp.DV, M.Ked(DV)

dr. R. Nurhayati, Sp.DV, M.Ked(DV)

Dokter Spesialis Kulit Aulia Hospital PekanbaruTampan, Pekanbaru
dr. Istiana Fiatiningsih, Sp.KK

dr. Istiana Fiatiningsih, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Prof. Dr. TabraniMarpoyan Damai, Pekanbaru
dr. Endang Herliyanti Darmani, Sp.KK

dr. Endang Herliyanti Darmani, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSUD Arifin AchmadPekanbaru Kota, Pekanbaru

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html