Cari Dokter Kulit di Malang

Menampilkan 1-23 dari 23 Dokter Kulit di Malang yang ditemukan

Urutkan  
dr. Sasi Purwanti, Sp.KK

dr. Sasi Purwanti, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic MalangKlojen, Malang
dr. Prida Ayudianti, Sp.KK

dr. Prida Ayudianti, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina TangkubanprahuKlojen, Malang
dr. Arif Widiatmoko, Sp.KK

dr. Arif Widiatmoko, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic MalangKlojen, Malang
dr. Utin Variantini, Sp.KK

dr. Utin Variantini, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Prima Husada MalangSingosari, Malang
dr. Ratna Wulandari, Sp.KK, M.Kes

dr. Ratna Wulandari, Sp.KK, M.Kes

Dokter Spesialis KulitRS Wava HusadaKepanjen, Malang
dr. Evawani Rahadini, Sp.KK

dr. Evawani Rahadini, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Wava HusadaKepanjen, Malang
dr. Krisna Ariaputra, Sp.KK

dr. Krisna Ariaputra, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Panti Waluya SawahanKlojen, Malang
dr. Inneke Yulian, Sp.KK

dr. Inneke Yulian, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic MalangKlojen, Malang
dr. Lucia Mira Dwi Putranti, Sp.KK

dr. Lucia Mira Dwi Putranti, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic MalangKlojen, Malang
dr. Martina Rahmi, Sp.KK

dr. Martina Rahmi, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Islam Gondang Legi MalangGondanglegi Malang, Malang
dr. Herwinda Brahmanti, Sp.KK, M.Sc

dr. Herwinda Brahmanti, Sp.KK, M.Sc

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic MalangKlojen, Malang
dr. Anggun Putri Yuniaswan, Sp.KK

dr. Anggun Putri Yuniaswan, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Panti Waluya SawahanKlojen, Malang
dr. Muhammad Reza Rachmatullah Cholis, Sp.KK

dr. Muhammad Reza Rachmatullah Cholis, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Panti NirmalaKedungkandang, Malang
dr. Nurul Fauzi, Sp.KK, FINSDV

dr. Nurul Fauzi, Sp.KK, FINSDV

Dokter Spesialis Kulit Persada HospitalBlimbing, Malang
dr. Lita Setyowatie, Sp.KK

dr. Lita Setyowatie, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Islam Aisyiyah MalangKlojen, Malang
dr. Sinta Murlistyarini, Sp.KK

dr. Sinta Murlistyarini, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Clinic MalangKlojen, Malang
dr. Dwi Nurwulan Pravitasari, Sp.KK

dr. Dwi Nurwulan Pravitasari, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Prima Husada MalangSingosari, Malang
dr. Rizki Amalia Rangkuti, Sp.KK

dr. Rizki Amalia Rangkuti, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSIA Puri MalangKlojen, Malang
dr. Sri Adila Nurainiwati, Sp.KK

dr. Sri Adila Nurainiwati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Universitas Muhammadiyah MalangLowokwaru, Malang
dr. Unundya Trijayanti, Sp.KK

dr. Unundya Trijayanti, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Lawang MedikaLawang, Malang
dr. Suci Prawitasari, Sp.KK

dr. Suci Prawitasari, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina TangkubanprahuKlojen, Malang
dr. Sita Anindita, Sp.KK

dr. Sita Anindita, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSIA Puri Bunda MalangBlimbing, Malang
dr. Hari Widiono, Sp.KK

dr. Hari Widiono, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS LavaletteKlojen, Malang

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html