Cari Dokter Kulit di Bandung

Menampilkan 1-24 dari 63 Dokter Kulit di Bandung yang ditemukan

Urutkan  
dr. Yono Hadi Agusn, Sp.KK

dr. Yono Hadi Agusn, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Kebon JatiAndir, Bandung
dr. Wulan Yuwita, Sp.KK

dr. Wulan Yuwita, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS ImmanuelBojongloa Kidul, Bandung
dr. Wayan Mudana, Sp.KK

dr. Wayan Mudana, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina ArcamanikAntapani, Bandung
dr. Vina Feriza, Sp.KK

dr. Vina Feriza, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Erha Derma Center BandungBandung Wetan, Bandung
dr. Unwati Sugiri, Sp.KK, FINASDV, FAADV

dr. Unwati Sugiri, Sp.KK, FINASDV, FAADV

Dokter Spesialis KulitRS Kebon JatiAndir, Bandung
dr. Sitindaon Mei Ria, Sp.KK

dr. Sitindaon Mei Ria, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina PasteurCicendo, Bandung
dr. Rosalin Naomi Harsono, Sp.KK

dr. Rosalin Naomi Harsono, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina PasteurCicendo, Bandung
dr. Reni Wiyakti Nanda Dewi, Sp.KK

dr. Reni Wiyakti Nanda Dewi, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Santosa Hospital Bandung CentralAndir, Bandung
dr. Reiva Farah Dwiyana, Sp.KK, M.Kes

dr. Reiva Farah Dwiyana, Sp.KK, M.Kes

Dokter Spesialis Kulit Tivaza Skin Specialist ClinicCicendo, Bandung
dr. Regina Sylvia Costarina, Sp.KK, FINSDV

dr. Regina Sylvia Costarina, Sp.KK, FINSDV

Dokter Spesialis KulitRSIA Grha BundaKiaracondong, Bandung
dr. Rd. Hani Indrayati, Sp.KK

dr. Rd. Hani Indrayati, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina ArcamanikAntapani, Bandung
dr. Raden Musliani Moestopo, Sp.KK

dr. Raden Musliani Moestopo, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Santosa Hospital Bandung CentralAndir, Bandung
dr. Raden Mohamad Rendy Ariezal Effendi, Sp.DV

dr. Raden Mohamad Rendy Ariezal Effendi, Sp.DV

Dokter Spesialis Kulit Tivaza Skin Specialist ClinicCicendo, Bandung
dr. Raden Amir Hamzah, Sp.KK, M.Kes

dr. Raden Amir Hamzah, Sp.KK, M.Kes

Dokter Spesialis KulitRS ImmanuelBojongloa Kidul, Bandung
dr. Pusfana Meidelia, Sp.KK, MM

dr. Pusfana Meidelia, Sp.KK, MM

Dokter Spesialis Kulit Brawijaya Clinic BandungLengkong Bandung, Bandung
dr. Primedhia Virdiono, Sp.DV

dr. Primedhia Virdiono, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRSIA LimijatiBandung Wetan, Bandung
dr. Prawindra Irawan, Sp.KK, M.Kes, FINSDV

dr. Prawindra Irawan, Sp.KK, M.Kes, FINSDV

Dokter Spesialis KulitRS ImmanuelBojongloa Kidul, Bandung
dr. Peter Nugraha Soekmadji, Sp.KK, MH

dr. Peter Nugraha Soekmadji, Sp.KK, MH

Dokter Spesialis KulitRS Santo BorromeusCoblong, Bandung
dr. Oetomo Sigit, Sp.KK

dr. Oetomo Sigit, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Kebon JatiAndir, Bandung
dr. Mirantia Umi Budiarti, Sp.KK

dr. Mirantia Umi Budiarti, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Brawijaya Clinic BandungLengkong Bandung, Bandung
dr. Miranti Pangastuti, Sp.DV

dr. Miranti Pangastuti, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRS Al-Islam BandungRancasari, Bandung
dr. Mia Yasmina Andarini, Sp.KK

dr. Mia Yasmina Andarini, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSIA LimijatiBandung Wetan, Bandung
dr. Mariza Febyani, Sp.KK

dr. Mariza Febyani, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Santosa Hospital Bandung CentralAndir, Bandung
dr. Marita Amiranti, Sp.KK

dr. Marita Amiranti, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina PasteurCicendo, Bandung

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html