Cari Dokter Kulit

Menampilkan 1-24 dari 1224 Dokter Kulit yang ditemukan

Urutkan  
dr. Zulkarnain, Sp.KK

dr. Zulkarnain, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Semen GresikGresik, Gresik
dr. Zekky Richard Manahan Gultom, Sp.KK

dr. Zekky Richard Manahan Gultom, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS AR Bunda Kota Lubuk LinggauLubuk Linggau Barat Satu, Lubuk Linggau
dr. Zada Febrial Effendy, Sp.KK

dr. Zada Febrial Effendy, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Manyar Medical CentreMulyorejo, Surabaya
dr. Yuri Widia, Sp.KK

dr. Yuri Widia, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Premier SurabayaSukolilo Surabaya, Surabaya
dr. Yunita Damopolii, Sp.KK

dr. Yunita Damopolii, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS GandariaKebayoran Baru, Jakarta Selatan
dr. Yunira Safitri, Sp.KK

dr. Yunira Safitri, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Budiasih SerangSerang, Serang
dr. Yuni Eka Anggraini, Sp.KK, M.Med., Ed., M.Sc

dr. Yuni Eka Anggraini, Sp.KK, M.Med., Ed., M.Sc

Dokter Spesialis KulitRS Syafira PekanbaruMarpoyan Damai, Pekanbaru
dr. Yuliana Laksmini, Sp.KK

dr. Yuliana Laksmini, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina CiputatCiputat Timur, Tangerang Selatan
dr. Yulfia Dairina, Sp.KK

dr. Yulfia Dairina, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS VaniaBogor Timur, Bogor
dr. Yuanita Iskandar, Sp.KK

dr. Yuanita Iskandar, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS AR Bunda PrabumulihPrabumulih Timur, Prabumulih
dr. Yono Hadi Agusni, Sp.KK

dr. Yono Hadi Agusni, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Kebon JatiAndir, Bandung
dr. Yenny Raflis, Sp.KK

dr. Yenny Raflis, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Semen PadangPauh Padang, Padang
dr. Yenny Rachmawati, Sp.DV

dr. Yenny Rachmawati, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRSIA TambakMenteng, Jakarta Pusat
dr. Yeni Suyono, Sp.KK

dr. Yeni Suyono, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina SoloJebres, Surakarta
dr. Yasmina Diah Kumala, Sp.KK

dr. Yasmina Diah Kumala, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRSU Bunda MargondaBeji Depok, Depok
dr. Wulan Yuwita, Sp.KK

dr. Wulan Yuwita, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS ImmanuelBojongloa Kidul, Bandung
dr. Wisuda Putra Negara, Sp.DV

dr. Wisuda Putra Negara, Sp.DV

Dokter Spesialis KulitRSIA Bunda Aliyah DepokPancoran Mas, Depok
dr. Windi Herawati Semiardji, Sp.KK

dr. Windi Herawati Semiardji, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina BogorBogor Barat, Bogor
dr. Winawati Eka Putri, Sp.KK

dr. Winawati Eka Putri, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Premier SurabayaSukolilo Surabaya, Surabaya
dr. Wigati Purbarini Bramundito, Sp.KK

dr. Wigati Purbarini Bramundito, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Puri CinereCinere, Depok
dr. Widyawati Djamaluddin, Sp.KK

dr. Widyawati Djamaluddin, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit Primaya Hospital MakassarPanakkukang, Makassar
dr. Widya Pasca Amir, Sp.KK

dr. Widya Pasca Amir, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Royal Prima MedanMedan Petisah, Medan
dr. Wening Setyani, Sp.KK

dr. Wening Setyani, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Hermina Grand WisataTambun Selatan, Bekasi
dr. Vonny Indriati Widjojo, Sp.KK

dr. Vonny Indriati Widjojo, Sp.KK

Dokter Spesialis KulitRS Mitra Keluarga Bekasi BaratBekasi Barat, Bekasi

Dokter Spesialis Dermatologi

(Oleh: Nadya)

Dermatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani kondisi dan penyakit yang memengaruhi kulit, rambut, kulit kepala, dan kuku. Namun, dermatologi lebih fokus mengatasi masalah dan perawatan kulit. Hal ini disebabkan kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan rentan terhadap bakteri, luka, dan berbagai penyakit.

Dermatologi memiliki tujuh subspesalis, yaitu:

  1. Dermatologi kosmetik, menangani botoks, fillers, bedah laser
  2. Dermatopatologi, berfokus pada patologi kulit
  3. Imunedermtologi, menangani penyakit kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (lupus)
  4. Bedah mohs, bedah penyakit kanker kulit
  5. Dermatologi anak, menangani penyakit kulit keturunan anak-anak
  6. Teledermatologi, menggunakan teknologi untuk pemeriksaan kulit
  7. Dermatoepidemiologi, mengatasi penyakit kulit pada tingkat populasi

Dokter yang menangani masalah kulit disebut dokter spesialis dermatologi. Mereka juga mendapat pelatihan mengenai:

  1. Diagnosis dan pengobatan kanker kulit, melanoma, tahi lalat, dan tumor kulit
  2. Perawatan dermatitis kontak dan gangguan peradangan kulit lainnya
  3. Perawatan infeksi
  4. Interpretasi biopsi kulit
  5. Teknik bedah yang digunakan dalam dermatologi

Sejarah dermatologi

Klasifikasi patologi tentang masalah kulit sudah ada sejak Kekaisaran Romawi pada 5000 SM. Mereka menggunakan campuran batu apung, dupa, mur, dan getah pohon untuk mencerahkan kulit, menghilangkan bintik-bintik, dan kerutan halus.

Peradaban Mesir juga memengaruhi dermatologi awal. Pada 1500 SM, dokter Mesir menggunakan amplas untuk mengobati luka dan teknik ini menjadi teknik umum peremajaan kulit pada abad ke-20. Selalin itu, mereka juga memanfaatkan sinar matahari untuk mengatasi masalah kulit dan teknik ini berkembang menjadi penggunaan laser dan fototerapi.

Studi tentang dermatologi selalu mengalami perkembangan hingga saat ini. Pada 1806, dermatologi modern mulai lahir yang ditandai dengan tulisan Jean-Louis Alibert. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa informasi tentang kehidupan dan kesehatan pasien dapat digunakan untuk memahami penyakit apa pun, termasuk penyakit kulit. Dermatologi modern saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Spesialisasi dokter spesialis dermatologi

Dokter spesialis dermatologi dapat mengobati 3000 penyakit berbeda. Beberapa kondisi umum yang diatasi oleh dokter spesialis dermatologi, antara lain:

  1. Vitiligo, kondisi kehilangan melanin yang menyebabkan bercak kulit berwarna lebih terang
  2. Jerawat
  3. Peradangan kulit (dermatitis) dan eksim
  4. Infeksi jamur pada kulit, kuku, dan rambut
  5. Gangguan rambut, seperti rambut rontok
  6. Gangguan kuku
  7. Psoriasis
  8. Muka merah (rosacea)
  9. Herpes zoster
  10. Kutil

Dokter spesialis dermatologi menggunakan prosedur bedah medis dan kosmetik. Sebagian besar gangguan kulit dapat diobati dengan obat-obatan dan terapi. Namun, beberapa kondisi harus mengalami perawatan, seperti rawat inap hingga proses bedah.

Ada 13 prosedur dalam mengatasi masalah dermatologi, yaitu (1) biopsi untuk mendiagnosis kulit pasien, (2) chemical peeling untuk mengangkat sel-sel kulit mati, (3) injeksi kosmetik, biasanya untuk keriput, luka, filler, kolagen, dan botoks, (4) cryotherapy untuk mengatasi kutil, (5) dermabarasi untuk mengambil bagian teratas kulit untuk masalah keriput dan tato, (6) pengambilan kulit yang bermasalah, (7) transplantasi rambut, (8) bedah laser, (9) bedah mohs, (10) psoralen yang dikombinasikan dengan ultraviolet A (PUVA), (11) cangkok kulit, (12) sedot lemak, dan (13) terapi menggunakan darah.

Pendidikan dokter spesialis dermatologi

Seorang calon dokter spesialis dermatologi harus menjalani pendidikan sarjana 4 tahun. Setelah itu, mereka harus mengikuti program spesialis selama 4 tahun. Kemudian, residensi dilakukan selama 2-3 tahun di klinik residen dermatologi. Jika ingin mengambil subspesialis, mereka dapat mengikuti fellowship selama 1-2 tahun.

Gelar dokter spesialis dermatologi di Indonesia adalah Sp.KK (subspesialis kulit dan kelamin). Penambahan (K) di belakang gelar menunjukkan bahwa dokter tersebut juga mengambil subspesialis.

Sumber

American Board of Dermatology. https://www.abderm.org/public/what-is-a-dermatologist.aspx

Career Explorer. https://www.careerexplorer.com/careers/dermatologist/how-to-become/

Medical News. https://www.medicalnewstoday.com/articles/286743.php

Rene Toarin Foundation. https://www.fondation-r-touraine.org/Dermatology-history-of-a-timeless.html