Direktori Dokter Ginjal

Menampilkan 1-24 dari 51 ginjal yang ditemukan

Prof. dr. Wiguno Prodjosudjadi, Sp.PD-KGH, Ph.D, MD

RS Pantai Indah Kapuk
Penjaringan, Jakarta Utara

Prof. dr. Jose Roesma, Sp.PD-KGH, Ph.D

Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Cilandak, Jakarta Selatan

Prof. dr. H. Muhammad Sulaeman Markum, Sp.PD-KGH

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH

Siloam Hospitals Lippo Village
Kelapa Dua, Tangerang

Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH

RS Metropolitan Medical Center
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Winarni Hudoro, Sp.PD-KGH

RS Pusat Pertamina
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

dr. Tunggul Diapari Situmorang, Sp.PD-KGH

MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Setiabudi, Jakarta Selatan

dr. Tjie Hendra, Sp.PD-KGH

RS Pantai Indah Kapuk
Penjaringan, Jakarta Utara

dr. Sri Ayu Vernawati, Sp.PD-KGH

RS Medika BSD
Serpong, Tangerang Selatan

dr. Santoso Chandra, Sp.PD-KGH

RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
Bekasi Barat

dr. Rayendra, Sp.PD-KGH

Eka Hospital Pekanbaru
Marpoyan Damai, Pekanbaru

dr. Ratna Juliawati Soewardi, Sp.PD-KGH

Mayapada Hospital Tangerang
Tangerang, Tangerang

dr. Pujiwati, Sp.PD-KGH

RS Evasari Awal Bros
Cempaka Putih, Jakarta Pusat

dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH

Siloam Hospitals Asri
Pancoran, Jakarta Selatan

dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH

RS Pondok Indah (RSPI) - Pondok Indah
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

dr. Marihot Tambunan, Sp.PD-KGH

RS PGI Cikini
Menteng, Jakarta Pusat

dr. Maria Riastuti Iryaningrum, Sp.PD-KGH

RS Premier Jatinegara
Jatinegara, Jakarta Timur

dr. Kuspuji Dwitanto Rahardjo, Sp.PD-KGH

RS Islam Jakarta Pondok Kopi
Duren Sawit, Jakarta Timur

dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes, MM

Ciputra Hospital Citra Garden City
Kalideres, Jakarta Barat

dr. Johanes Sarwono, Sp.PD-KGH

RS Pondok Indah - Bintaro Jaya
Pondok Aren, Tangerang Selatan

dr. Imam Effendi, Sp.PD-KGH

Siloam Hospitals TB Simatupang
Cilandak, Jakarta Selatan

dr. Hery Emria, Sp.PD-KGH

RS Hermina Depok
Pancoran Mas, Depok

dr. Fitri Imelda, Sp.PD-KGH

RS Hermina Ciputat
Ciputat, Tangerang Selatan

Dokter Spesialis Nefrologi

(oleh: Nadya)

Punya kerabat yang pernah berobat di dokter spesialis nefrologi? Apa yang dokter itu lakukan? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Dokter spesialis nefrologi adalah dokter spesialis yang menangani kesehatan dan penyakit ginjal. Dalam praktik medis, istilah ginjal berkaitan dengan semua yang melibatkan, memengaruhi, dan terletak di dekat ginjal. Oleh karena itu, nefrologis sering disebut dokter spesialis ginjal.

Sebagai cabang ilmu medis, nefrologi terdiri atas berbagai disiplin ilmu, yaitu:

  • Studi tentang fungsi ginjal normal
  • Penyebab dan diagnosa penyakit ginjal
  • Pengoatan penyakit ginjal akut atau kronis
  • Pelestarian fungsi ginjal
  • Transplantasi ginjal

Selain itu, nefrologi juga membawahi beberapa penyakit yang memengaruhi ginjal berupa gangguan sistemik, seperti vaskulitida sistemik (misal, ANCA vasculitis), autoimun (misal, lupus),  dan ginjal polikistik.

Biasanya, pasien yang dirujuk ke dokter spesialis nefrologi setelah menjalani urinalisis karena gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronis, hematuria, proteinuria, batu ginjal, hipertensi, dan gangguan asam/basa (elektrolit).

Sejarah nefrologi

Kata “nefrologi” muncul pertama kali di konferensi Premier Congrès International de Néphrologie di Evian dan Jenewa pada 1—4 September 1960. Konferensi itu merupakan pertemuan pertama Perhimpunan Nefrologi Internasional (ISN). Bahasan utamanya adalah memajukan perawatan ginjal di seluruh dunia.

Pada 1964, National Kidney Foundation didirikan sebagai organisasi nasional yang mewakili pasien dan profesional yang mengobati penyakit ginjal di Amerika Serikat. Setelah kemuculan National Kidney Foundation, muncul berbagai organisasi nefrologi, seperti American Society of Nephrology (1966), American Nephrology Nurses'Association (1969), Asosiasi Pasien Ginjal Amerika, National Renal Administrators Association (1977), Perhimpunan Diagnostik dan Nefrologi Intervensional Amerika, dan Renal Support Network.

Selain Amerika, Inggris pun mendirikan organisasi nefrologi bernama Federasi Ginjal Nasional Inggris dan Asosiasi Psien Ginjal Inggris (BKPA). Kedua organisasi tersebut mewakili pasien dan dokter ginjal. Mereka bekerja sama dengan Kerangka Layanan Nasional untuk penyakit ginjal.

Spesialisasi dokter spesialis nefrologi

Nefrologi tidak hanya mengatasi gangguan ginjal, namun pencegahan dan manajemen penyakit ginjal dini juga diurusi oleh mereka. Namun, dokter spesialis nefrologi umumnya dipanggil untuk mengatasi gangguan ginjal primer yang bersifat kompleks atau lanjut.

Gangguan ginjal yang biasa ditangani oleh dokter spesialis nefrologi, antara lain:

  • Amiloidosis, penumpukan protein abnormal, yang disebut amiloid, di berbagai organ tubuh (termasuk ginjal)
  • Malformasi ginjal bawaan
  • Nefropati diabetik, penyebab utama penyakit ginjal
  • Glomerulonefritis, penyakit yang menyerang glomureli (unit kecil di ginjal yang merupakan tempat darah dibersihkan)
  • Kanker ginjal
  • Nefritis lupus, radang ginjal yang disebabkan oleh penyakit autoimun lupus
  • Sindrom nefrotik, kelainan yang menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urin
  • Penyakit ginjal polikistik, kelainan genetik tempat sekelompok kista berkembang di dalam ginjal
  • Pielonefritis, sejenis infeksi saluran kemih di mana satu atau kedua ginjal terinfeksi
  • Gagal ginjal, di mana ginjal gagal menyaring produk-produk limbah dari darah
  • Obstruksi ginjal, yang disebabkan oleh batu ginjal, tumor, pembesaran prostat, dan kondisi lainnya
  • Stenosis ginjal, penyempitan pembuluh darah ke ginjal biasanya berhubungan dengan hipertensi kronis

Pendidikan nefrologi

Nefrologi adalah subspesialisasi penyakit dalam. Calon nefrologis harus menyelesaikan pelatihan yang sama dengan dokter penyakit dalam sebelum mengejar pelatihan tambahan di bidang nefrologi. Oleh karena itu, gelar dokter spesialis nefrologi di Indonesia adalah Sp.PD-KGH.

Minimal waktu belajar untuk menjadi dokter spesialisasi nefrologi adalah 9 tahun. Anda harus menyeselaikan sekolah kedokteran terlebih dahulu selama 4 tahun. Setelah mendapat gelar medis, Anda harus menyelesaikan residensi selama 3 tahun yang berfokus pada spesialis penyakit dalam. Setelah mendapat sertifikasi dalam kedokteran penyakit dalam, Anda harus belajar selama 2 tahun dalam spesialisasi nefrologi.

Sumber:

American College of Physcians. https://www.acponline.org/about-acp/about-internal-medicine/subspecialties/nephrology

Quigley, L., Masselink, L., Collins, A. (2016). The US Adult Nephrology Workforce 2016 Developments and Trends. Washington D.C.: American Society of Nephrologists.

Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Nephrology