Direktori Dokter Endokrin

Menampilkan 1-24 dari 79 Dokter Endokrin yang ditemukan

Urutkan  
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE

Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals TB SimatupangCilandak, Jakarta Selatan
Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji, Sp.PD-KEMD

Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Omni Hospital PulomasPulo Gadung, Jakarta Timur
Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD

Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Premier JatinegaraJatinegara, Jakarta Timur
Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, Sp.PD-KEMD, DTM&H

Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, Sp.PD-KEMD, DTM&H

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Omni Hospital PulomasPulo Gadung, Jakarta Timur
Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD

Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Balimed DenpasarDenpasar Barat, Denpasar
Prof. Dr. dr. Harsinen Sanusi, Sp.PD-KEMD

Prof. Dr. dr. Harsinen Sanusi, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Universitas HasanuddinTamalanrea, Makassar
Prof. Dr. dr. Anak Agung Gede Budhiarta, Sp.PD-KEMD

Prof. Dr. dr. Anak Agung Gede Budhiarta, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Kasih Ibu DenpasarDenpasar Barat, Denpasar
Prof. dr. Asman Boedisantoso, Sp.PD-KEMD

Prof. dr. Asman Boedisantoso, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Evasari Awal BrosCempaka Putih, Jakarta Pusat
dr. Yulianto Kusnadi, Sp.PD-KEMD, FINASIM

dr. Yulianto Kusnadi, Sp.PD-KEMD, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit DalamRSUP Dr. Mohammad HoesinKemuning Palembang, Palembang
dr. Yosephine Yossy, Sp.PD-KEMD

dr. Yosephine Yossy, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Omni Hospital CikarangCikarang Selatan, Bekasi
dr. Wismandari, Sp.PD-KEMD

dr. Wismandari, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Pondok Indah (RSPI) - Pondok IndahKebayoran Lama, Jakarta Selatan
dr. Wardhana, Sp.PD-KEMD, FINASIM

dr. Wardhana, Sp.PD-KEMD, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Royal TarumaGrogol Petamburan, Jakarta Barat
dr. Tony Suhartono, Sp.PD-KEMD

dr. Tony Suhartono, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS St. Elisabeth SemarangCandisari, Semarang
dr. Susie Setyowati, Sp.PD-KEMD

dr. Susie Setyowati, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRSPAD Gatot SoebrotoSenen, Jakarta Pusat
dr. Suharko Soebardi, Sp.PD-KEMD

dr. Suharko Soebardi, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Premier JatinegaraJatinegara, Jakarta Timur
dr. Sebastianus Jobul, Sp.PD-KEMD, FINASIM

dr. Sebastianus Jobul, Sp.PD-KEMD, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Omni Hospital PulomasPulo Gadung, Jakarta Timur
dr. Roi Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES

dr. Roi Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES

Dokter Spesialis Penyakit DalamKlinik Utama dr. IndrajanaTanah Abang, Jakarta Pusat
dr. Rochsismandoko, Sp.PD-KEMD, FINASIM

dr. Rochsismandoko, Sp.PD-KEMD, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Pondok Indah - Bintaro JayaPondok Aren, Tangerang Selatan
dr. Ratna Maila Dewi, Sp.PD-KEMD

dr. Ratna Maila Dewi, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRSUP Dr. Mohammad HoesinKemuning Palembang, Palembang
dr. Olly Renaldi, Sp.PD-KEMD

dr. Olly Renaldi, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Mitra Keluarga Bekasi BaratBekasi Barat, Bekasi
dr. Octo Indradjaja, Sp.PD-KEMD

dr. Octo Indradjaja, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Santosa Hospital Bandung CentralAndir, Bandung
dr. Ndarumurti Pangesti, Sp.PD-KEMD

dr. Ndarumurti Pangesti, Sp.PD-KEMD

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Kasih IbuLaweyan, Surakarta
dr. Nanny Natalia Mulyani Soetedjo, Sp.PD-KEMD, M.Kes, FINASIM

dr. Nanny Natalia Mulyani Soetedjo, Sp.PD-KEMD, M.Kes, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Santo BorromeusCoblong, Bandung
dr. Nanang Soebijanto, Sp.PD-KEMD, MM

dr. Nanang Soebijanto, Sp.PD-KEMD, MM

Dokter Spesialis Penyakit DalamRS Pondok Indah (RSPI) - Pondok IndahKebayoran Lama, Jakarta Selatan

Dokter spesialis Endokrin

(oleh: Nadya)

Pernahkah Anda mendengar istilah endokrin? Sistem endokrin adalah sistem yang di mana hormon-hormon diproduksi dan diatur oleh organ dan kelenjar.

Istilah endokrin memang asing di telinga masyarakat. Jika endokrin saja tidak tahu, Anda mungkin bingung dengan spesialisasi dokter spesialis endokrin. Simak penjelasan lengkap tentang endokrinologi dan hal-hal yang dilakukan oleh dokter spesialis endokrin.

Endokrinologi adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem endokrin. Singkatnya, dokter spesialis endokrin atau endokrinologis adalah dokter spesialis yang menangani masalah sistem endokrin yang berhubungan dengan kelenjar dan hormon yang dihasilkan. Lebih spesifiknya, mereka berurusan dengan metabolisme dan semua proses biokimia yang bekerja di tubuh Anda.

Sistem endokrin terdiri dari berbagai kelenjar, misalnya kelenjar pankreas, kelenjar tiroid, ovarium, dan testis.

Endokrinologis juga menangani hal yang berhubungan dengan tumbuh kembang, aktivitas psikologis, fungsi jaringan, pernapasan, eskresi, laktasi, reproduksi, dan persepsi sensorik yang disebabkan oleh hormon.

Sejarah endokrinologi

Studi endokrinologi berawal dari Cina pada 200 SM. Masyarakat Cina mengisolasi hormon seks dan hipofisis dari urin manusia untuk tujuan pengobatan dengan berbagai metode, salah satunya sublimasi hormon stereoid.

Berdasarkan teks-teks Cina, masyarakat Cina juga menggunakan saponin dari biji Gleditsia sinensis untuk mengekstraksi hormon.

Walaupun sudah diidentifikasi sejak lama, pendekatan endokrinologi tentang keadaan cairan tubuh yang tidak teratur dan respons imun lebih disukai oleh para pemikir Yunani dan Romawi Kuno, seperti Aristotle, Hippocrates, Lucretius, Celsus, dan Galen.

Pada 1849, Arnold Berthold melakukan penelitian tentang perilaku laki-laki melalui ayam yang dikebiri. Berdasarkan hasil penelitiannya, Berthold menyimpulkan bahwa testis mengeluarkan zat yang dapat memperlihatkan karakteristik kejantanan pada pria. Pendapat Berthold dianggap keliru oleh beberapa pihak karena belum ada bukti yang kuat.

Pada 1902, William Bayliss dan Ernest Starling menemukan zat sekretin setelah melakukan penanaman asam ke dalam usus dua belas jari. Percobaan itu menghasilkan asam tersebut menyebabkan pankreas mulai sekresi atau mengeluarkan sel secara aktif. Mereka juga menetapkan bahwa semua aktivitas kimiawi dalam tubuh yang bekerja seperti sekretin disebut hormon.

Pekerjaan endokrinologi pada saat ini berfokus pada mekanisme molekuler yang bertanggung jawab untuk memicu efek hormon. Pada 1962, Earl Sutherland meneliti norepinefrin yang bekerja pada hati untuk mengubah glikogen menjadi glukosa melalui enzim fosforilase. Selain itu, Sutherland juga meneliti fosforilase. Ia pun mendapat hadiah Nobel atas karyanya yang sangat inovatif.

Spesialisasi dokter spesialis endokrin

Sebagian besar, gangguan endokrin merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan seumur hidup. Beberapa penyakit endokrin yang umum terjadi, antara lain diabetes mellitus, hipotiroidisme, dan sindrom metabolik.

Dokter spesialis endokrin dapat mengobati beberapa kondisi yang berhubungan dengan:

  1. Adrenal, kelenjar yang berada di atas ginjal dan membantu mengendalikann hal-hal, seperti tekanan darah, respons stres, dan hormon seks
  2. Metabolisme tulang, seperti osteoporosis
  3. Kolesterol
  4. Hipotalamus, bagian otak yang mengendalikan suhu tubuh, rasa lapar dan haus
  5. Pankreas
  6. Paratiroid, kelenjar kecil di leher yang mengontrol kalsium dalam darah
  7. Hipofisis, kelenjar berukuran seperti kacang polong di bagian dasar otak yang hormon keseimbangan
  8. Kelenjar reproduksi, seperti ovarium dan testis
  9. Tiroid, kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang mengontrol metabolisme, energi, serta pertumbuhan dan perkembangan otak

Dokter spesialis endokrin dapat menangani orang dewasa dan anak-anak. Mereka yang mengambil spesialisasi anak disebut dokter spesialis endokrin anak.

Pendidikan endokrinologi

Minimal waktu belajar untuk menjadi dokter spesialis endokrin adalah 10 tahun. Mereka kuliah selama 4 tahun, lalu sekolah kedokteran selama 4 tahun. Setelah itu, mereka bekerja di rumah sakit atau klinik sebagai residen selama 3 tahun. Lalu, mereka harus menjalani pelatihan khusus endokrinologi selama 2—3 tahun.

Jadi, sebelum menjadi ahli endokrin, seorang dokter harus mengambil salah satu spesialisasi, misalnya penyakit dalam, anak, atau kandungan. Jadi, endokrinologi adalah salah satu subspesialis. Gelar ahli endokrin di Indonesia disesuaikan dengan spesialisasi yang diambil. Misalnya, dokter spesialis penyakit dalam yang mengambil subspesialis endokrin-metabolik-diabetes memiliki gelar Sp.PD-KEMD.

Sumber:

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/what-is-endocrinologist#1

Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Endocrinology