Cari Dokter Bedah di Tuban

Empty Result
Halaman yang Kamu Cari Tidak DitemukanKamu bisa coba cek rekomendasi berikut ini

Dokter Spesialis Bedah

(Oleh Rizki Julianto)

Saat mendengar kata operasi atau bahkan dokter bedah, mungkin akan membuat Anda merasa takut. Namun dibalik itu, dokter spesialis bedah memiliki pengaruh yang sangat besar dan kompleks dalam dunia kesehatan. Bagaimana sejarah dan perkembangan dokter spesialis bedah di Indonesia? Simak informasi mengenai dokter spesialis bedah berikut ini.

Apa Itu Spesialisasi Ilmu Bedah?        

Ilmu bedah dalam dunia kedokteran berasal dari bahasa Yunani yaitu "cheirourgia" yang memiliki arti "pekerjaan tangan". Dokter spesialis bedah memiliki tugas dan tujuan untuk mengobati luka atau penyakit melalui prosedur bedah manual ataupun bedah instrumen. Untuk dokter gigi biasanya akan menyandang gelar sebagai dokter gigi spesialis bedah mulut.

Dalam ilmu bedah terdapat beberapa cabang ilmu bedah yang masuk dalam spesialis dan subspesialis, diantara yaitu :

  1. Spesialis Bedah Umum
  2. Spesialis Orthopedi
  3. Spesialis Urologi
  4. Spesialis Bedah Plastik
  5. Spesialis Bedah Saraf
  6. Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular
  7. Spesialis Bedah Anak

Sementara dalam subspesialis dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Spesialis Bedah Subspesialis Vaskular dan Endovaskular
  2. Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif
  3. Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi

Sejarah Dokter Spesialis Bedah di Indonesia

Asal mula pendidikan spesialis ilmu bedah di dunia kedokteran Indonesia dimulai pada tahun 1889 dengan kedatangan dokter spesialis bedah dari Belanda di tanah Jawa yang bernama Dokter CH Stratz. School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) yang merupakan pusat pendidikan kedokteran di Batavia pada tahun 1915 kedatangan Dokter  R Lesk dan Dokter Wieberdink yang memulai mengajar ilmu bedah di STOVIA. Kemudian pada tahun 1932, Dokter T Reddingius yang diangkat menjadi guru besar ilmu bedah di Indonesia.

Untuk pendidikan ilmu bedah di Indonesia sendiri, secara resmi dimulai pada tahun 1945 yang secara langsung diajarkan oleh pengajar Indonesia di tiga kota besar, yaitu Jakarta oleh Dokter Sutan Asin, di Semarang oleh Dokter Margono Soekaryo, dan di Surabaya oleh Dokter M Soetoyo.

Sementara di kota Bandung, didirikan perhimpunan dokter spesialis bedah yang diberi nama Nederlandsch Indische Vereeniging voor Heelkunde pada tahun 1941. Kemudian pada tahun 1954, secara resmi dibentuk persatuan nasional yang diberi nama Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI). Barulah pada UU No.29 tahun 2004, dibentuk suatu perhimpunan nasional yang diberi nama Kolegium Ilmu Bedah Indonesia (KIBI).

Sumber :

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. https://fk.ui.ac.id/departemen-ilmu-bedah.html https://fk.ui.ac.id/spesialis.html

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. http://spesialis1.bedah.fk.unair.ac.id/sejarah

Kolegium Ilmu Bedah Indonesia. http://www.kibi.or.id/home/sejarah

Bedah Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Bedah

Surgery Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Surgery