Zoonosis Adalah Penyakit yang Ditularkan oleh Hewan, Apa Saja Jenisnya?

Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh anjing yaitu rabies
Anjing dapat menyebabkan penyakit zoonosis rabies

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang melakukan kontak dengan hewan, terutama mereka yang memiliki hewan peliharaan. Jika hewan yang disentuh jarang dimandikan atau liar, ada potensi mereka menularkan zoonosis pada manusia. 

Zoonosis adalah berbagai penyakit dan infeksi yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Beberapa di antaranya tidak membuat hewan sakit, namun bisa membuat manusia sakit. Ada berbagai jenis zoonosis yang penting untuk Anda ketahui. Apa saja itu?

Jenis penyakit zoonosis

Hewan bisa membawa kuman berbahaya, seperti bakteri, jamur, parasit, dan virus, yang kemudian berpindah pada manusia hingga menyebabkan timbulnya penyakit. Penyakit dan infeksi terkait zoonosis ini berkisar antara ringan hingga berat, bahkan juga bisa berakibat fatal.

Penyakit atau infeksi zoonosis yang disebarkan oleh nyamuk dan kutu adalah beberapa penyakit yang paling serius. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 61 persen dari semua penyakit yang terjadi pada manusia berasal dari zoonosis. 

Begitu pula 75 persen penyakit baru yang ditemukan dalam dekade terakhir ini juga zoonosis. Hal ini tentu membuat Anda harus lebih waspada. Berikut beberapa jenis penyakit zoonosis yang dapat terjadi:

  • Coronavirus

Coronavirus memiliki banyak jenis, yaitu SARS-CoV, MERS-CoV dan Novel Coronavirus yang saat ini mewabah. 

SARS- CoV berasal dari kelelawar dan musang yang dimana ketika dikonsumsi manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Lalu, MERS-CoV juga dapat ditularkan melalui kontak atau mengonsumsi unta atau kelelawar. 

Dan baru-baru ini, Novel Coronavirus awalnya berasal dari konsumsi hewan liar seperti ular dan kelelawar. Coronavirus dapat menyebabkan pneumonia dengan gejala batuk berdahak, demam, dan kesulitan bernapas.

  • Rabies

Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit menular yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdovirus. Rabies ditularkan jika hewan yang terinfeksi menggigit manusia atau hewan lain. Begitu gejala muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. 

Sebagian besar binatang yang membawa virus rabies merupakan binatang liar, seperti anjing, kelelawar, monyet, rubah, dan sigung. Namun, saat ini telah tersedia vaksin rabies yang mampu mencegah infeksi berkembang.

  • Demam berdarah, malaria, dan chikungunya

Ketiga penyakit ini adalah penyakit zoonosis yang ditularkan oleh nyamuk pembawa virus atau parasit. Mikroorganisme tersebut dipindahkan pada manusia melalui gigitan nyamuk. Ketika manusia terinfeksi, dapat timbul gejala berupa demam, muntah, dan sakit kepala. Kondisi ini harus segera mendapat perawatan sebab jika dibiarkan bisa membahayakan jiwa.

  • Antraks

Antraks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini sangatlah kuat dan beracun. Bakteri antraks bahkan dapat bertahan dalam kondisi ekstrim untuk waktu yang lama. 

Infeksi antraks terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan hewan yang terkena antraks. Kondisi ini seringkali ditemukan pada hewan ternak. Antraks dapat menjangkiti kulit, pernapasan, atau pencernaan yang bisa berakibat fatal jika dibiarkan.

  • Flu burung

Beberapa tahun silam, Indonesia pernah menjadi negara dengan jumlah pasien flu burung yang tertinggi. Penyakit flu burung disebabkan oleh virus H5N1 yang utamanya ditemukan pada unggas. Unggas yang terinfeksi virus H5N1 akan terus melepaskan virus dari feses dan air liurnya selama 10 hari.

Virus ini dapat dengan mudah masuk ke tubuh manusia jika melakukan kontak dengan unggas atau kotoran unggas yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi flu burung akan menunjukkan gejala, seperti batuk, demam tinggi, sakit kepala, diare, hidung berair, nyeri tenggorokan, dan lainnya.

  • Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Infeksi ini umumnya ditularkan melalui kotoran kucing yang terinfeksi dan daging yang dimasak kurang matang, terutama daging domba dan babi. 

Toksoplasmosis bisa mematikan atau menyebabkan cacat lahir yang serius pada ibu hamil yang terinfeksi. Sebagian besar orang yang terinfeksi tak menunjukkan gejala apa pun, namun pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah kondisi ini bisa sangat serius.

Penyakit zoonosis lainnya

Selain kelima penyakit di atas, masih terdapat bermacam-macam penyakit zoonosis yang mungkin terjadi. Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh hewan-hewan berbeda, seperti tikus, nyamuk, babi, sapi, dan lainnya. Adapun penyakit zoonosis lainnya, antara lain:

  • TBC sapi
  • Brucellosis
  • Ebola 
  • Kusta
  • Demam zika
  • Trikonisis
  • Flu babi
  • Histoplasmosis
  • Penyakit lyme
  • Ensefalitis dari kutu
  • Hepatitis E
  • Penyakit hidatidosa
  • Leptospirosis
  • Parrot fever
  • Demam gigitan tikus
  • Kurap
  • Infeksi salmonella dan e-coli.

Penyakit zoonosis dapat ditularkan dengan berbagai cara, seperti melalui udara, makanan yang terkontaminasi, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, menyentuh area atau permukaan yang disentuh oleh hewan terinfeksi, dan gigitan serangga.

Mencegah penyakit zoonosis

Jika Anda sering bersentuhan dengan hewan, Anda mungkin lebih berisiko terkena zoonosis. Namun, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu Anda mencegah penyakit zoonosis, di antaranya:

  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir
  • Hindari digigit oleh nyamuk atau kutu dengan membersihkan rumah dan menggunakan obat pengusir serangga
  • Pastikan makanan bersih dan dimasak dengan benar sebelum mengonsumsinya, pastikan tidak mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang
  • Hindari digigit atau dicakar oleh binatang
  • Vaksin hewan peliharaan Anda pada dokter hewan
  • Setelah menyentuh hewan jangan langsung makan, minum, atau menyentuh wajah Anda
  • Jagalah kebersihan hewan peliharaan Anda
  • Gunakan sarung tangan Anda sebelum menangani hewan yang kelihatannya sakit
  • Waspadai hewan atau serangga ketika Anda berada di alam bebas.
  • Gunakan masker ketika keluar rumah untuk mencegah penularan penyakit
  • Jangan mengonsumsi hewan liar

Jika Anda merasa khawatir terkena penyakit zoonosis karena telah timbul gejala-gejala tertentu setelah melakukan kontak dengan hewan, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat untuk keluhan yang Anda rasakan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320618.php#prevention
Diakses pada 06 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37557.php#treatment
Diakses pada 06 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/zoonosis#prevention
Diakses pada 06 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/toxoplasmosis#symptoms
Diakses pada 06 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/avian-influenza#symptoms
Diakses pada 06 Februari 2020

Artikel Terkait