Yerba Mate dan Manfaatnya yang Sudah Diteliti Para Ahli

Yerba mate, minuman khas Amerika Selatan yang memiliki manfaat kesehatan.
Yerba mate berasal dari Amerika Selatan. Masyarakat di sana mengonsumsinya sehari-hari.

Yerba mate adalah minuman khas Amerika Selatan yang terbuat dari tanaman Ilex paraguariensis. Masyarakat lokal biasanya meminum yerba mate dengan pot minum kecil beserta sedotan besi. Benarkah yerba mate memiliki manfaat kesehatan?

Yerba mate dan manfaatnya untuk kesehatan

Yerba mate dibuat dengan cara memanggang daun-daunan Ilex paraguariensis, kemudian mencelupkannya ke dalam air, layaknya teh. Mungkin banyak orang yang bertanya, mengapa yerba mate sering diminum menggunakan sedotan besi khusus?

Ya, sedotan besi itu memiliki filter yang dapat menyaring serpihan daun Ilex paraguariensis, sehingga tidak masuk ke dalam mulut yang meminumnya. Di Amerika Serikat, mengonsumsi yerba mate bersama teman-teman dan keluarga, dianggap sebagai simbol persahabatan.

Berikut ini adalah berbagai manfaat yerba mate untuk kesehatan, yang sudah teruji secara ilmiah:

1. Kaya akan antioksidan dan nutrisi

Yerba mate mengandung berbagai nutrisi tumbuhan, yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Nutrisi tumbuhan itu meliputi:

  • Xanthines: Senyawa tumbuhan ini bertindak sebagai stimulan. Bahkan, kafein dan theobromine pun termasuk dalam xanthines.
  • Derivat caffeoyl: Senyawa ini adalah antioksidan utama yang dianggap bisa mengoptimalkan kesehatan. Caffeoyl juga ditemukan dalam teh.
  • Saponin: Senyawa yang memiliki cita rasa pahit ini dipercaya bisa meredakan peradangan dan menurunkan kolesterol.
  • Polifenol: Polifenol adalah antioksidan “populer” yang sering dikonsumsi untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Menariknya, kekuatan antioksidan yerba mate disebut lebih besar daripada teh hijau. Terlebih lagi, yerba mate mengandung 7 dari 9 asam amino penting, serta vitamin dan zat mineral yang dibutuhkan tubuh.

Sayangnya, jika sudah diubah ke dalam bentuk teh, nutrisinya tidak lagi sebanyak dalam bentuk daunnya.

2. Meningkatkan energi dan fokus

Layaknya kopi, yerba mate juga mengandung kafein. Per satu cangkirnya, yerba mate mengandung 85 miligram kafein. Kadar kafeinnya sedikit di bawah kopi.

Meski begitu, layaknya minuman berkafein lainnya, yerba mate dipercaya bisa meningkatkan energi dan mencegah rasa lesu menyerang tubuh.

Kafein yang dikandung yerba mate juga bisa memberi dampak baik pada otak, sehingga membuat Anda lebih fokus.

Beberapa riset membuktikan, responden yang mengonsumsi kafein sebanyak 37,5-450 miligram dari yerba mate, berhasil meningkatkan kewaspadaan. TNamun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

3. Meningkatkan performa fisik

Yerba mate
Yerba mate

Kafein yang dikandung yerba mate juga dipercaya bisa meningkatkan kontraksi otot, meredakan letih, dan meningkatkan performa atletik mencapai 5%.

Faktanya, sebuah studi berhasil membuktikan, mengonsumsi 1 kapsul yerba mate sebelum olahraga, bisa membakar lemak lebih, hingga mencapai 24%.

Namun sampai saat ini, belum diketahui rekomendasi porsi yerba mate yang tepat untuk mencapai performa terbaik saat berolahraga.

4. Mencegah infeksi

Sebuah tes tabung membuktikan bahwa yerba mate dosis tinggi bisa membunuh bakteri E. Coli penyebab keracunan makanan, kram perut, hingga diare.

Senyawa dalam yerba mate juga dikenal mampu mencegah pertumbuhan jamur Malassezia furfur, yang biasanya menyebabkan ketombe dan masalah kulit.

Namun, penelitian ini belum dilakukan pada manusia. Jadi, manfaat yerba mate dalam mencegah infeksi bakteri hingga jamur pada manusia masih belum diketahui.

5. Menurunkan berat badan

Sebuah penelitian pada hewan uji membuktikan, yerba mate bisa mengurangi nafsu makan dan meningkatkan metabolisme. Kedua kombinasi ini bisa membantu menurunkan berat badan.

Sebuah penelitian pada manusia juga memperlihatkan kemampuan yerba mate dalam meningkatkan lemak yang dibakar untuk energi.

Dalam sebuah riset lainnya, para responden dengan berat badan berlebih diminta untuk mengonsumsi bubuk yerba mate sebanyak 3 gram. Setelah 12 minggu, mereka berhasil menurunkan berat badan hingga 0,7 kilogram.

6. Meningkatkan kesehatan jantung

Yerba mate juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung. Sebab, sebuah riset pada hewan membuktikan kemampuan yerba mate dalam meredakan peradangan penyebab obesitas.

Yerba mate juga berpotensi dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang seringkali memicu penyakit jantung.

Sebuah riset menyatakan, yerba mate dapat meningkatkan efektivitas penggunaan statin, yaitu obat penurun kolesterol.

7. Mencegah osteoporosis

Para peneliti melakukan riset pada wanita yang meminum yerba mate sebanyak 1 liter selama 4 tahun. Hasilnya, para peneliti pun menyimpulkan bahwa wanita-wanita ini hanya mengalami sedikit penurunan kepadatan tulang, dibandingkan mereka yang tidak minum yerba mate dalam jangka waktu yang sama.

8. Meningkatkan sistem imun tubuh

Yerba mate mengandung saponin, komponen natural yang bisa meredakan peradangan. Selain itu, yerba mate juga mengandung vitamin C, vitamin E, selenium, dan zinc. Semua senyawa tersebut adalah antioksidan yang bisa meningkatkan sistem imun tubuh.

Namun sayang sekali, manfaat yerba mate ini belum dibuktikan secara ilmiah.

Risiko mengonsumsi yerba mate

Yerba mate
Yerba mate

Walaupun ada berbagai manfaat yerba mate yang sudah dibuktikan secara ilmiah, tetap saja ada risiko dan efek samping yang menyertaiya.

Berikut ini adalaj beberapa risiko mengonsumsi yerba mate:

  • Kanker

Beberapa riset membuktikan, mengonsumsi yerba mate dalam jumlah besar bisa memicu kanker saluran pernapasan dan sistem pencernaan. Sebab, yerba mate mengandung polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), sebuah karsinogen yang juga dikandung tembakau dan daging panggang.

Biasanya, yerba mate juga dikonsumsi dalam keadaan panas. Ini bisa merusak saluran pernapasan dan juga sistem pencernaan, sehingga pembentukan sel kanker pun dapat terjadi.

  • Overdosis kafein

Satu cangkir yerba mate mengandung 85 miligram kafein. Jika Anda terlalu banyak mengonsumsinya, overdosis kafein bisa terjadi. Akibatnya, efek samping seperti sakit kepala, migrain, hingga tekanan darah tinggi berisiko muncul.

Untuk wanita yang sedang hamil, mengonsumsi kafein terlalu tinggi bisa menyebabkan keguguran dan rendahnya berat badan bayi.

  • Mengganggu pengobatan

Beberapa penelitian memperlihatkan, ada komponen di dalam yerba mate memiliki aktivitas untuk menghambat obat monoamine oxidase inhibitor (MAOI), yang biasanya diresepkan dokter untuk mengobati depresi dan penyakit Parkinson. Untuk itu, jika mengonsumsinya untuk depresi dan Parkinson, Anda wajib untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Maka dari itu, Anda juga disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi yerba mate. Selain manfaatnya masih harus dibuktikan dalam riset lebih lanjut, ada juga efek samping berbahaya yang bisa timbul.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/8-benefits-of-yerba-mate#section1
Diakses pada 17 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327004#better-heart-health
Diakses pada 17 April 2020

Artikel Terkait