logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Hipertensi pada Lansia, Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

open-summary

Hipertensi pada lansia terjadi saat tekanan darah lebih tinggi dari 130/80. Jika tidak mendapat penanganan, kondisi ini berujung pada komplikasi seperti gagal ginjal dan stroke.


close-summary

3.83

(23)

3 Des 2019

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

hipertensi pada lansia

Kondisi hipertensi pada lansia yang tidak boleh disepelekan

Table of Content

  • Penyebab hipertensi pada lansia
  • Gejala hipertensi pada lansia
  • Komplikasi hipertensi pada lansia
  • Cara mengatasi hipertensi pada lansia

Tidak dapat dipungkiri bahwa risiko terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) akan meningkat seiring dengan usia yang semakin bertambah. Bahkan, hipertensi pada lansia menurut laporan dialami oleh dua dari tiga orang, dengan usia rata-rata di atas 75 tahun.

Advertisement

Tekanan darah sendiri dapat diketahui dari mengukur kemampuan darah dalam menekan dinding jantung. Hal ini lantas "diterjemahkan" ke dalam dua angka, yakni tekanan darah sistolik (saat jantung memompa darah) dan diastolik (saat jantung rileks).

Pada lansia, tekanan darah normal adalah dengan sistolik di bawah 120 dan diastolik kurang dari 80. Hipertensi pada lansia terjadi apabila  tekanan darah sistolik/diastolik di atas 130/80.

Simak informasi mengenai hipertensi pada lansia mulai dari penyebab, gejala, dan cara menanganinya berikut ini. 

Penyebab hipertensi pada lansia

hipertensi pada lansia
Ada sejumlah faktor penyebab hipertensi pada lansia, salah satunya menderita diabetes

Riset menunjukkan bahwa pembuluh darah memang mengeras (kaku) seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Inilah yang menyebabkan jantung memompa lebih kuat, dan akhirnya mengakibatkan munculnya hipertensi pada lansia.

Kondisi ini bahkan diperparah jika Anda memiliki faktor risiko tekanan darah tinggi, seperti:

  • Wanita yang telah menopause.
  • Ada anggota keluarga lain yang pernah divonis menderita hipertensi.
  • Memiliki penyakit hiperkolesterol.
  • Memiliki penyakit diabetes

Gejala hipertensi pada lansia

Hipertensi pada lansia tidak selalu menunjukkan gejala, oleh karena itu penting bagi Anda untuk selalu mencatat tekanan darah setiap melakukan check-up di pusat pelayanan kesehatan.

Jika tekanan darah Anda tercatat tinggi pada dua kali check-up beruntun, dokter mungkin akan meminta Anda memantau tekanan darah di rumah selama beberapa waktu tertentu.

Khusus pada lansia, angka sistolik mungkin berada di atas 130, namun diastolik justru kurang dari 80. Kondisi ini dinamakan hipertensi sistolik terisolasi yang memang sering terjadi pada orang tua yang mengalami kekakuan pada arteri jantung. Hal ini disebabkan karena penumpukan lemak di pembuluh darah sehingga terjadi kekakuan aorta pada jantung.

Kondisi ini tetap dikategorikan sebagai hipertensi pada lansia yang dapat berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan sakit mata.

Bahkan, hipertensi pada lansia ini dapat mengakibatkan Anda mudah mengalami napas yang tersengal saat hanya beraktivitas ringan, pusing saat berdiri tiba-tiba, dan sering jatuh.

Baca Juga

  • Sederet Gejala Asam Urat yang Perlu Anda Waspadai
  • Daftar Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Mungkin Sering Anda Konsumsi
  • Perlukah Lansia Minum Vitamin dan Suplemen Tulang Lainnya?

Komplikasi hipertensi pada lansia

Hipertensi bisa meningkatkan risiko penderitanya terhadap penyakit yang lebih serius. Komplikasi hipertensi dapat terjadi pada organ jantung, otak, mata, hingga mengganggu aktivitas seksualitas Anda.

1. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah

Ada beberapa penyakit jantung yang menjadi komplikasi hipertensi, termasuk penyakit jantung koroner, pembesaran jantung sebelah kiri, serangan jantung, dan gagal jantung.Hipertensi yang tidak ditangani, bisa menyebabkan pembuluh darah rusak, mengeras, dan mengencang. Keadaan ini menghalangi aliran darah menuju jantung, dan mengakibatkan nyeri pada bagian dada (angina), serta sesak napas.

Keadaan inilah yang disebut sebagai penyakit jantung koroner.Terhalangnya aliran darah tersebut juga dapat memicu detak jantung yang tidak teratur, bahkan serangan jantung.Hipertensi juga memaksa jantung bekerja lebih keras dari kondisi normal, untuk memompa darah. Keadaan ini menyebabkan bilik kiri jantung, yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh menjadi tebal dan tegang (pembesaran jantung kiri).

2. Penyakit ginjal

Hipertensi yang terus-menerus terjadi juga dapat mengakibatkan komplikasi, berupa penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal. Tekanan darah tinggi bahkan menjadi penyebab kedua seseorang menderita gagal ginjal.Ginjal berfungsi untuk menyaring darah. Apabila pembuluh darah kecil di organ ini rusak karena hipertensi yang tidak terkontrol, maka ginjal akan kesulitan menyaring zat yang tidak lagi diperlukan tubuh.

3. Gangguan pada otak, seperti stroke dan demensia

Kondisi stroke terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik), atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik), pada area otak. Keadaan tersebut dapat menimbulkan terganggunya persediaan darah dan oksigen di otak, sehingga memicu matinya sel-sel di otak.

Hipertensi yang tidak terkontrol membuat pembuluh darah di otak menyempit, pecah, atau bocor. Tekanan darah tinggi juga memicu gumpalan darah di sepanjang pembuluh darah menuju otak, sehingga menghalangi aliran darah dan menyebabkan stroke.

Stroke ini kemudian juga bisa berujung pada penurunan fungsi otak, yang disebut sebagai demensia vaskuler. 

Cara mengatasi hipertensi pada lansia

Dahulu, hipertensi pada orang tua hanya diobati dengan mengubah gaya hidup karena obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi dikhawatirkan dapat menganggu pasokan oksigen ke organ lain seperti otak, ginjal, dan hati. Namun, kini terdapat obat hipertensi yang aman asalkan dikonsumsi dalam pengawasan dokter.

Menurut penelitian, memberi obat antihipertensi pada lansia dapat menurunkan risiko mereka terkena masalah kesehatan lanjutan seperti serangan jantung. Untuk penderita hipertensi sistolik terisolasi, Anda mungkin harus meminum lebih dari satu jenis obat penurun tekanan darah.

hipertensi pada lansia
Obat hipertensi pada lansia diberikan secara bertahap

Pemberian obat hipertensi untuk lansia tidak bisa dilakukan sembarangan. Obat harus terlebih dahulu diberikan dengan dosis yang sangat rendah, kemudian ditingkatkan secara bertahap untuk mengurangi kemungkinan munculnya efek negatif.

Selain itu, dokter juga harus memperhatikan riwayat kesehatan lansia tersebut dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi dalam waktu bersamaan.

Menurut studi tahun 2013 yang dimuat dalam Journal of Clinical Hypertension, idealnya obat antihipertensi diberikan 1 kali dalam sehari. Namun kembali lagi, dokter perlu memastikan riwayat kesehatan lansia terlebih dahulu sebelum menentukan dosis yang tepat.

Perlu diperhatikan bahwasanya obat antihipertensi hanya berfungsi untuk menurunkan tekanan darah ke level normal, bukan menyembuhkannya. Itu sebabnya, ada kemungkinan obat ini harus dikonsumsi seumur hidup supaya tekanan darah normal pada lansia tetap terjaga.

Selain itu, lansia juga diharapkan untuk menerapkan pola hidup sehat agar darah tinggi tidak mudah kambuh. Pola hidup sehat yang dimaksud antara lain meliputi:

1. Mengurangi konsumsi garam

Konsumsi garam perlu dikurangi, mengingat sensitivitas lidah lansia terhadap rasa akan berkurang sehingga para orang tua mungkin secara tidak sengaja akan terus menambah garam dalam masakan mereka. Garam dikenal sebagai salah satu penyebab utama hipertensi.

2. Jaga berat badan

Berat badan perlu dijaga karena risiko munculnya tekanan darah tinggi meningkat pada orang yang kegemukan, apalagi sampai obesitas.

3. Olahraga

hipertensi pada lansia
Olahraga dapat membantu mengendalukan hipertensi pada lansia

Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, yang penting Anda tidak malas bergerak, misalnya dengan berjalan kaki selama 30 menit per hari. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter mengenai olahraga yang aman bagi kondisi fisik Anda.

4. Pola makan sehat

Terapkan pola makanan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, gandum utuh, dan produk susu yang rendah lemak.

5. Batasi konsumsi alkohol

Minuman beralkohol dapat menaikkan tekanan darah. Cara paling aman adalah dengan tidak minum alkohol sama sekali, namun jika tetap ingin minum, batasi hingga hanya satu gelas per hari.

6. Jangan merokok

Merokok meningkatkan risiko Anda terkena hipertensi, serangan jantung, stroke, dan banyak masalah kesehatan lainnya.

7. Jangan stres dan istirahat yang cukup

Menghindari stres dan cukup istirahat akan membantu menjaga tekanan darah Anda tetap berada pada kondisi normal. Jika Anda memiliki masalah tidur, seperti henti napas sesaat atau sleep apnea, konsultasikan dengan dokter Anda.

Untuk berkonsultasi lebih lanjut seputar hipertensi pada lansia, Anda bisa gunakan layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play

Advertisement

gangguan lansiahipertensitekanan darah tinggilansiakesehatan lansia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved