logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Hasil Tes SGOT dan SGPT

open-summary

Tes SGOT dan SGPT bertujuan untuk mengetahui fungsi hati dan melihat apakah ada indikasi kerusakan hati. Hasil tes di atas normal hanya menunjukkan ada gangguan pada organ hati, dan belum bisa mendeteksi penyebabnya.


close-summary

4.13

(115)

6 Nov 2019

| Armita Rahardini

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Hasil tes SGOT dan SGPT bisa menggambarkan kondisi hati Anda

Tes SGOT dan SGPT hanya bisa dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan

Table of Content

  • Perbedaan SGOT dan SGPT
  • Seperti apa prosedur tes SGOT dan SGPT?
  • Nilai normal SGOT dan SGPT
  • Apa arti hasil SGOT dan SGPT di atas nomal?

Tes fungsi hati, seperti SGOT dan SGPT, adalah tes darah yang cukup sering dilakukan dalam proses pemeriksaan kesehatan. Tes ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi organ hati - apakah mengalami kerusakan atau berfungsi normal. 

Advertisement

Perbedaan SGOT dan SGPT

SGOT adalah serum glutamic oxaloacetic transaminase atau enzim aspartate aminotransferase (AST). AST merupakan enzim yang biasanya ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh, seperti hati, jantung, otot, ginjal, dan otak.

Enzim AST akan dilepaskan ke dalam serum ketika ada kerusakan pada jaringan di salah satu organ tersebut. 

Karena enzim bisa dilepaskan dari berbagai organ, hasil tes SGOT belum menjadi indikator spesifik adanya kerusakan pada organ hati. Misalnya, saat seseorang terkena serangan jantung, tes SGOT juga bisa menunjukkan nilai di atas normal. 

Sebaliknya, SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase), atau disebut juga alanine aminotransferase (ALT) merupakan enzim yang paling banyak terkonsentrasi pada organ hati.

SGPT akan dilepas ke dalam aliran darah sebagai akibat dari adanya penyakit hati. Karena itu, SGPT lebih bisa digunakan sebagai indikator spesifik dari masalah liver.

Seperti apa prosedur tes SGOT dan SGPT?

Salah satu alasan dokter meminta Anda menjalani tes fungsi hati adalah bila Anda mengalami gejala-gejala dari penyakit atau cedera pada liver. Berikut beberapa gejala umumnya:

  • Jaundice atau warna kulit dan bagian putih bola mata yang menjadi kekuningan.
  • Urine yang berwarna gelap.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit di perut bagian kanan atas.

Seperti tes darah lainnya, tes SGOT dan SGPT dilakukan dengan cara berikut:

  • Teknisi laboratorium akan meminta Anda untuk duduk di kursi.
  • Teknisi akan mengikat lengan Anda dengan tali elastis dan mengambil darah dari pembuluh darah Anda menggunakan jarum suntik.
  • Berusahalah untuk rileks agar otot Anda tidak tegang dan proses pengambilan darah tidak terasa sakit. 

Setelah itu, sampel darah Anda akan diproses menggunakan mesin selama beberapa jam di laboratorium. Umumnya, hasil tes fungsi liver sudah bisa diketahui dalam waktu beberapa hari. 

Nilai normal SGOT dan SGPT

Dalam kondisi normal, hasil tes SGOT dan SGPT Anda akan menunjukkan angka-angka sebagai berikut:

  • SGOT: 5 sampai 40 unit per liter serum (IU/L).
  • SGPT: 7 sampai 56 unit per liter serum (IU/L).

Kisaran tepat dari hasil kadar normal bisa berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung pada teknik uji yang dilakukan di masing-masing laboratorium.

Nilai rujukan normal yang digunakan laboratorium tempat Anda menjalani tes darah biasanya akan tercantum pada lembar hasil tes kadar SGOT dan SGPT Anda. 

Apa arti hasil SGOT dan SGPT di atas nomal?

Jika hasil tes SGOT ternyata lebih tinggi dari normal, artinya ada kerusakan pada salah satu organ atau otot yang mengandung enzim SGOT.

Organ tersebut bisa jadi hati, tapi bisa juga otot, jantung, otak, maupun ginjal. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes lanjutan untuk menemukan penyebabnya. 

Hasil tes SGOT bersama tes SGPT yang menunjukkan angka sangat jauh di atas normal akan mengindikasikan adanya penyakit, yang bisa menyebabkan kerusakan parah pada organ hati. Kondisi-kondisi medis tersebut meliputi:

  • Hepatitis A atau hepatitis B yang akut.
  • Adanya kondisi syok pada sistem peredaran darah.
  • Kerusakan pada organ hati akibat racun, termasuk racun yang disebabkan oleh penggunaan berlebihan dari obat-obatan yang dijual bebas (seperti acetaminophen atau paracetamol). 

Sedangkan, jika hasil tes SGPT tinggi, bisa mengindikasikan adanya gangguan fungsi hati. Penyebab meningkatnya level enzim hati SGPT bisa berupa:

  • Hepatitis, yaitu peradangan pada organ hati.
  • Sirosis, yaitu terbentuknya jaringan parut pada organ hati.
  • Adanya kematian jaringan pada hati.
  • Adanya tumor atau kanker di hati.
  • Kekurangan suplai darah ke organ hati.
  • Hemokromatosis, yaitu kondisi kelainan yang menyebabkan penumpukan zat besi di tubuh.
  • Mononucleosis, yaitu infeksi yang umum disebabkan oleh virus Epstein-Barr.
  • Pankreatitis atau peradangan pada pankreas.
  • Diabetes melitus.
  • Pecandu alkohol.

Hasil tes SGOT dan SGPT tidak bisa digunakan untuk menentukan tingkat kerusakan dan prognosis dari fungsi hati. Contohnya, penderita hepatitis A mungkin saja memiliki hasil tes SGOT dan SGPT dengan angka jauh di atas normal. Tapi sebagian besar penderita penyakit ini bisa sembuh sepenuhnya tanpa ada masalah lagi pada organ hati. 

Baca Juga

  • Tangan Kebas Sebelah Kiri, Penyebabnya Tak Hanya Serangan Jantung
  • 4 Tips Sehat untuk Mencegah Gangguan Hati
  • Dislipidemia Adalah Keabnormalan Kadar Lemak Dalam Darah, Kenali Bahayanya

Sebaliknya, penderita hepatitis C kronis umumnya memiliki hasil tes SGOT dan SGPT yang nilainya hanya sedikit di atas normal. Tetapi mereka berisiko mengalami sirosis yang menimbulkan kerusakan parah pada hati akibat infeksi kronis (jangka panjang).

Dokter memang tidak bisa menentukan penyakit yang Anda derita dan sejauh mana kerusakan pada organ hati hanya dengan hasil tes SGOT dan SGPT. Walau begitu, hasil tes kedua enzim ini berguna bagi dokter untuk menentukan pemeriksaan dan penanganan selanjutnya berdasarkan kondisi medis Anda. Maka dari itu, tidak ada salahnya mencoba tes SGOT-SGPT ini, kan?

Advertisement

diabeteshepatitisserangan jantungsirosis hati

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved