Yakin Brown Sugar Milk Tea Lebih Sehat dari Bubble Tea Lainnya?

Sudahkah Anda mengetahui berapa kadar gula dalam segelas boba milk tea?
Boba milk tea adalah minuman kekinian yang banyak digemari orang dari segala usia

Brown sugar milk tea, minuman teh kekinian yang biasanya dilengkapi dengan topping boba atau pearl ini digandrungi anak-anak hingga dewasa. Bahkan boba lovers rela antre berjam-jam demi membeli milk tea lengkap dengan boba kesukaannya.

Teh memang terkenal baik untuk kesehatan karena kaya akan antioksidan. Namun bagaimana jika sudah dicampur dengan bahan lainnya, misalnya susu dan gula?

Gula sudah secara umum digunakan sebagai campuran saat menyeduh teh

Beberapa studi menemukan bahwa teh campur susu (atau yang biasa disebut milk tea) akan mengurangi kapasitas antioksidan atau keefektifannya dalam mencegah oksidasi pada tubuh. Namun pendapat ini masih diperdebatkan hingga sekarang.

Pasalnya, ada pula penelitian lain yang menyatakan bahwa susu yang dicampurkan dalam teh tidak akan menghambat fungsi antioksidannya. Konon, hal ini tergantung pada jenis teh, tipe dan kadar susu yang dicampurkan, cara menyeduh teh, dan cara mengukur kapasitas antioksidannya.

Apa saja yang terkandung dalam segelas boba milk tea?

Boba milk tea memang terasa menyegarkan, namun Anda perlu memperhatikan juga jumlah kalorinya

Istilah boba milk tea mengacu pada beragam minuman manis yang tidak berkarbonasi atau bersoda dan nonalkohol. Komposisinya biasa terdiri dari teh yang telah diseduh atau yang terbuat dari konsentrat, susu atau bahan tambahan lainnya yang dapat membuat minuman menjadi creamy, pemanis buatan, dan topping boba.

Teh hitam, teh melati, dan teh hijau termasuk jenis teh yang paling sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan bubble tea. Namun teh dengan rasa buah-buahan juga banyak digemari. Mulai dari mangga, kiwi, stroberi, melon, hingga markisa.

Pada dasarnya, komposisi dari boba milk tea hampir sama di semua tempat. Tapi jumlah kalori dalam satu gelas teh susu tergantung pada bagaimana minuman ini disesuaikan dengan keinginan Anda.

Beberapa komposisi di bawah ini akan memengaruhi jumlah kalori dan gula dari segelas milk tea favorit Anda:

  • Topping

Meminum segelas milk tea memang terasa kurang lengkap jika tanpa topping. Padahal, beragam topping yang tersedia bisa menambah kalori ke dalam tubuh Anda.

Topping dengan kalori tertinggi diduduki oleh milk foam. Topping ini yang mengandung sebanyak 203 kalori. Di urutan kedua, ada topping cheese foam dengan kira-kira 180 kalori.

Sementara urutan ketiga diduduki oleh boba atau bola-bola tapioka yang mengandung 156 kalori. Pelengkap milk tea ini juga tinggi karbohidrat.

Jika Anda memang sangat menyukai topping dalam minuman Anda, sebaiknya pilih jenis topping yang rendah kalori. Misalnya, lidah buaya dan kacang merah. Kedua topping ini mengandung kalori paling sedikit dibandingkan berbagai topping lainnya.

  • Susu

Penggunaan susu gandum organik atau susu almond tentunya akan lebih sehat dan mengandung lebih sedikit kalori. Namun bisa dibilang, tidak banyak pedagang boba milk tea yang menggunakan bahan-bahan ini.

Sebagian besar pedagang bubble tea mungkin saja memanfaatkan produk susu pada umumnya untuk menciptakan cita rasa creamy dalam minuman kekinian ini.

  • Perasa buah-buahan

Perasa buah yang terbuat dari sirup mengandung lebih banyak kalori dan pastinya kurang menyehatkan jika dibandingkan dengan sari buah alami.

  • Gula

Selain jumlah kalori, jumlah kadar gula juga penting untuk diperhatikan. Orang dewasa seharusnya hanya boleh mengonsumsi 8-11 sendok teh gula dalam sehari. Sementara batasan konsumsi gula per hari untuk anak-anak dan remaja adalah di bawah lima sendok teh per hari.

Dalam segelas boba milk tea berukuran 500 ml dengan takaran gula normal, bisa mengandung gula sebanyak delapan sendok teh.

Takaran gula tersebut sudah memenuhi batas kadar gula yang masuk ke tubuh orang dewasa dan berlebihan bagi anak-anak serta remaja. Bayangkan saja jika Anda mengonsumsi boba milk tea dalam ukuran yang lebih besar, kadar gulanya tentu akan lebih tinggi lagi, bukan?

Brown sugar vs gula biasa

Mungkin banyak yang mengira bahwa brown sugar adalah gula merah. Anggapan ini tidaklah tepat.

Brown sugar berasal dari pohon tebu, sama seperti gula pasir yang biasa berwarna putih. Bedanya, warna cokelat pada brown sugar umumnya berasal dari tambahan molase.

Molase adalah produk sampingan dari proses pengolahan gula tebu. Di Indonesia, molase dikenal juga dengan istilah gula tetes tebu.

Orang-orang yang peduli kesehatan mungkin beranggapan bahwa brown sugar lebih sehat dari gula biasa. Brown sugar memang mengandung mineral sedikit lebih banyak dan kalori lebih sedikit dari gula putih, namun perbedaan ini tidaklah signifikan.

Kadar gula brown sugar milk tea ternyata paling tinggi!

Brown sugar tidak hanya digunakan sebagai salah satu campuran milk tea, tetapi juga dipakai saat memasak boba

Dewasa ini, para pedagang milk tea berlomba-lomba menghadirkan minuman yang dilengkapi dengan brown sugar. Penggantian gula biasa dengan brown sugar mungkin membuat boba lovers beranggapan bahwa minuman ini menjadi lebih sehat.

Tetapi tahukah Anda bahwa brown sugar milk tea kini dinobatkan sebagai varian milk tea yang paling tidak menyehatkan?

Di lansir dari situs Mount Alvernia Hospital di Singapura, kadar gula yang terkandung pada segelas brown sugar milk tea lengkap dengan boba, berada pada posisi tertinggi. Takaran gula dalam minuman ini mencapai 18,5 sendok teh!

Kadar gula tersebut jauh melebihi batas maksimal konsumsi gula harian pada orang dewasa maupun anak-anak. Rutin mengonsumsinya dalam jangka panjang tentu berpotensi membahayakan kesehatan.

Tips minum milk tea tanpa rasa bersalah

Lebih baik pilihlah gelas yang berukuran paling kecil saat hendak membeli milk tea

Bagi Anda yang sudah terlanjur cinta pada milk tea dan rasanya tidak bisa berhenti mengonsumsinya, simak beberapa tips berikut agar Anda tidak terlalu merasa bersalah setiap kali menikmatinya:

  • Pilihlah gelas yang berukuran kecil saat hendak membeli milk tea.
  • Jangan lupa untuk meminta agar takaran gulanya dikurangi, misalnya 30% lebih rendah atau tanpa gula sama sekali.
  • Jangan menggunakan topping atau pilih topping yang rendah kalori.
  • Pilihlah susu yang rendah lemak atau susu skim.
  • Batasi frekuensi konsumsinya, misalnya hanya satu atau dua gelas milk tea dalam seminggu.

Meminum milk tea boleh-boleh saja selama frekuensinya tidak terlalu sering. Pertimbangkan juga untuk mengurangi kadar gula dan mengganti jenis susu maupun topping-nya agar lebih sehat. Semua yang berlebihan tentu tidak baik, bukan?

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/does-milk-block-antioxidants#section1
Diakses pada 3 September 2019

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/is-boba-healthy-4157722
Diakses pada 3 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/nutritional-value-of-boba
Diakses pada 3 September 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/321549-how-many-calories-are-in-pearl-milk-tea/
Diakses pada 3 September 2019

Mount Alvernia Hospital. https://mtalvernia.sg/education/whats-in-my-bubble-tea/
Diakses pada 3 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed