Xanthelasma adalah Benjolan Kuning di Pangkal Mata

(0)
21 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Xanthelasma adalah munculnya benjolan kuning di pangkal mataXanthelasma adalah penumpukan lemak di pangkal mata
Xanthelasma adalah benjolan tidak rata dengan tekstur lembut dan berwarna kuning pada sudut dalam kelopak mata, di dekat pangkal hidung.Meski dapat mengganggu penampilan, benjolan ini umumnya tidak berbahaya. Tetapi pada beberapa kasus langka, xanthelasma bisa saja menjadi tanda penyakit jantung.Untuk itu, penting untuk mengetahui xanthelasma lebih dalam dan memeriksakannya ke dokter bila memang perlu.

Apa penyebab xanthelasma?

Xanthelasma adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan lemak atau kolesterol di bawah kulit pada area mata. Meski demikian, penyebab penumpukan ini belum diketahui secara pasti.Hingga saat ini, para peneliti hanya mengetahui sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami xanthelasma. Faktor-faktor risiko xanthelasma tersebut adalah sebagai berikut:Sekitar 50 persen dari penderita xanthelasma adalah orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Seseorang lebih mungkin mengalaminya bila memiliki:
  • Kadar LDL atau kolesterol jahat lebih tinggi dari HDL (kolesterol baik)
  • Anggota Keluarga dengan kondisi serupa, yaitu kolesterol tinggi
  • Penyakit hati yang disebut sirosis bilier primer (primary biliary cirrhosis)
Meski memiliki cukup banyak faktor risiko, xanthelasma tergolong kondisi yang jarang terjadi.

Seperti apa ciri-ciri xanthelasma?

Tanda utama xanthelasma adalah benjolan kuning di sudut mata bagian dalam, di dekat tulang hidung. Benjolan ini memiliki tekstur lembut dan bisa berada di kelopak mata atas atau bawah.Namun gejala xanthelasma ini biasanya tumbuh pada kedua mata dan lokasinya terlihat simetris.Ukuran benjolan bisa terus-menerus sama atau membesar dan melebar seiring berjalannya waktu. Benjolan ini pun dapat berjumlah satu atau lebih.Meski demikian, benjonan xanthelasma tidak nyeri ataupun gatal, dan jarang memengaruhi kemampuan melihat atau luas pandangan penderita.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis xanthelasma?

Dokter biasanya sudah mengetahui xanthelasma melalui pemeriksaan fisik pada area mata pasien. Bila dokter belum yakin pasien mengalami xanthelasma atau tidak, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan.Pemeriksaan penunjang xanthelasma adalah dengan mengambil sedikit sampel dari benjolan yang muncul untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Proses ini disebut biopsi.Dokter juga mungkin meminta pasien untuk menjalani tes diabetes dan evaluasi fungsi hati. Uji fungsi jantung juga mungkin disarankan.

Cara mengatasi xanthelasma yang dianjurkan oleh dokter

Beberapa pilihan cara mengobati xanthelasma adalah sebagai berikut:
  • Krioterapi

Krioterapi adalah penanganan xanthelasma dengan membekukan benjolan ini dengan cairan nitrogen atau bahan kimia lain, kemudian mengangkatnya.
  • Operasi laser

Operasi laser dilakukan memancarkan sinar dengan gelombang tertentu untuk menghancurkan bejolan xanthelasma. Operasi ini dinilai efektif.
  • Pembedahan

Pada pembedahan, dokter akan membuat sayatan di benjolan xanthelasma dan mengangkat tumpukan lemak di dalamnya.
  • Radiofrequency advanced electrolysis (RAF)

RAF adalah salah satu teknik efektif untuk mengurangi hingga menghilangkan xanthelasma. Dengan prosedur ini, risiko benjolan kembali tumbuh juga sangat kecil.
  • Chemical peel

Chemical peel merupakan salah satu prosedur pengangkatan sel kulit bagian dengan bantuan cairan kimia. Senyawa kimia yang biasanya digunakan untuk menangani xanthelasma adalah asam trikoloroasetat.
  • Obat-obatan

Obat-obatan seperti simvastatin yang digunakan untuk mengatasi kolesterol tinggi, juga dapat dipakai untuk mengatasi xanthelasma.

Bantu atasi xanthelasma dengan mengontrol kadar kolesterol

Penumpukan kolesterol sangat mungkin untuk kembali terjadi setelah pasien menjalani salah satu dari pilihan penanganan xanthelasma. Bila kadar kolertesol tinggi kambuh, potensi munculnya benjolan xanthelasma akan turut meningkat.Oleh karena itu, usahakan untuk menurunkan dan menjaga agar kadar kolesterol dalam darah Anda tetap dalam batas normal. Anda dapat melakukannya dengan sejumlah saran berikut:
  • Berhenti merokok
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menjaga berat badan dalam rentang ideal
  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit per hari
  • Membatasi asupan lemak jenuh, misalnya junkfood
Xanthelasma bukanlah kondisi yang umum terjadi. Sebagian besar kasusnya juga tidak berbahaya. Namun mengingat benjolan lemak ini bisa berisiko sebagai tanda penyakit jantung, Anda tidak boleh membiarkannya.Oleh sebab itu, usahakan untuk memerhatikan perubahan tubuh dengan lebih baik. Bila menemukan kejanggalan, seperti xanthelasma, periksakan diri Anda ke dokter.Penanganan umum untuk xanthelasma adalah krioterapi, pembedahan, terapi laser, hingga obat-obatan. Dokter akan menentukan pengobatan yang sesuai untuk Anda.
kolesterol
Healthline. https://www.healthline.com/health/xanthelasma
Diakses pada 21 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321267
Diakses pada 21 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/xanthelasma
Diakses pada 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait