Waspadai Risiko Kelahiran Bayi Prematur karena Anemia saat Hamil

Anemia pada ibu hamil biasanya diakibatkan oleh kekurangan zat besi, folat, dan vitamin B12
Anemia pada kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi prematur

Semua wanita hamil berisiko mengalami anemia. Pasalnya saat hamil, kebutuhan zat besi dalam tubuh Anda akan meningkat berkali lipat, untuk menunjang tumbuh kembang janin dalam kandungan. Ketika seorang ibu hamil menderita anemia, ada risiko kelahiran bayi prematur di kemudian hari.

Mengapa demikian? Anemia bisa membuatnya merasa lelah dan lemah, hingga menimbulkan beragam risiko komplikasi serius, seperti kelahiran prematur. Saat mengalami anemia, darah dalam tubuh ibu hamil, tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat, untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan kandungannya.

[[artikel-terkait]]

Pada dasarnya, anemia ringan pada wanita hamil merupakan sebuah kondisi yang normal terjadi. Namun, jika anemia yang lebih parah akibat kadar zat besi atau vitamin yang rendah, bisa dipastikan ibu hamil tersebut membutuhkan perawatan dan perhatian khusus. Berikut ini adalah ulasan yang perlu Anda ketahui tentang penyebab, gejala, dan pengobatan anemia selama kehamilan.

Jenis Anemia pada Ibu Hamil

Seorang ibu hamil dinyatakan mengalami anemia, jika hemoglobinnya kurang dari 11mg/L. Beberapa jenis anemia dapat terjadi selama kehamilan, di antaranya:

  • Anemia akibat kekurangan besi
  • Anemia akibat kekurangan folat
  • Anemia akibat kekurangan vitamin B12

Penyebab Anemia pada Ibu Hamil

1. Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi

Jenis anemia ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk menghasilkan jumlah hemoglobin yang dibutuhkan tubuh ibu dan janin. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Akibatnya, darah tidak dapat membawa cukup oksigen ke jaringan di seluruh tubuh ibu termasuk kandungan.

Ibu hamil disarankan mengonsumsi setidaknya 90 pil zat besi di masa kehamilan. Zat besi ini bisa diperoleh dalam bentuk multivitamin yang dijual bebas.

2. Anemia Akibat Kekurangan Folat

Folat adalah vitamin yang ditemukan secara alami dalam makanan tertentu seperti sayuran berdaun hijau. Sebagai salah satu dari jenis vitamin B, tubuh membutuhkan folat untuk menghasilkan sel-sel baru, termasuk sel-sel darah merah yang sehat. Selama kehamilan, para ibu hamil akan membutuhkan folat ekstra. 

Namun terkadang, mereka tidak mendapatkan cukup dari asupan makanan harian yang dikonsumsi. Ketika itu terjadi, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang normal untuk mengangkut oksigen ke jaringan di seluruh tubuh. Kekurangan folat dapat secara langsung berkontribusi terjadinya cacat lahir tertentu, seperti kelainan tabung saraf (spina bifida) dan berat lahir rendah.

3. Anemia Akibat Kekurangan Vitamin B12

Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk membentuk sel darah merah yang sehat. Ketika seorang wanita hamil tidak mendapat cukup vitamin B12 dari makanan sehari-harinya, tubuhnya tidak dapat memproduksi sel darah merah yang sehat.

Wanita yang tidak makan daging, unggas, produk susu, dan telur memiliki risiko lebih besar mengalami kekurangan vitamin B12. Pada ibu hamil, kondisi ini dapat menyebabkan cacat lahir, seperti kelainan tabung saraf dan dapat menyebabkan persalinan prematur. 

Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil

Semua wanita hamil berisiko mengalami anemia. Itu karena pada masa kehamilan, seorang wanita akan membutuhkan lebih banyak zat besi dan asam folat daripada biasanya. Tetapi risikonya akan semakin tinggi jika:

  • Hamil bayi kembar
  • Jarak kehamilan yang berdekatan
  • Banyak muntah karena morning sickness
  • Usia yang terlalu muda saat hamil
  • Kurang asupan makanan yang kaya zat besi
  • Memiliki anemia sebelum hamil

Gejala Anemia pada Ibu Hamil

Gejala anemia yang paling umum selama kehamilan adalah:

  • Kulit, bibir, dan kuku pucat
  • Merasa lelah atau lemah
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan berkonsentrasi

Pada tahap awal anemia, Anda mungkin tidak mendeteksi adanya gejala yang jelas. Hal ini kerap terjadi akibat gejala yang muncul memang sudah biasa Anda rasakan sejak sebelum hamil. Jadi pastikan untuk melakukan tes darah rutin untuk memeriksa anemia pada dokter kandungan Anda.

Risiko Anemia pada Kehamilan

Anemia akibat kekurangan besi yang berat tanpa perawatan dan penanganan khusus selama kehamilan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami:

  • Bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah
  • Transfusi darah (jika Anda kehilangan banyak darah selama persalinan)
  • Depresi pasca melahirkan
  • Bayi dengan anemia
  • Seorang anak dengan keterlambatan perkembangan

Kekurangan folat yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko Anda memiliki:

  • Bayi prematur atau bayi berat lahir rendah
  • Bayi dengan cacat lahir serius pada tulang belakang atau otak (cacat tabung
  • saraf)
  • Kekurangan Vitamin B12 yang tidak diobati juga dapat meningkatkan risiko Anda memiliki bayi dengan cacat tabung saraf.

Pengobatan untuk Anemia

Jika Anda mengalami anemia selama kehamilan, tindakan pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengonsumsi suplemen zat besi dan/atau suplemen asam folat. Dokter mungkin juga menyarankan agar Anda menambahkan lebih banyak makanan yang tinggi zat besi dan asam folat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan kandungan.

Selain itu, Anda juga akan diminta untuk melakukan serangkaian tes darah dalam periode tertentu hingga dokter yakin bahwa kandungan hemoglobin dan hematokrit dalam darah Anda membaik.

Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi lebih banyak asupan makanan hewani, seperti:

  • Daging
  • Telur
  • Produk susu

Dokter spesialis kandungan mungkin merujuk Anda ke ahli hematologi, yaitu dokter yang mengkhususkan diri dalam masalah anemia atau darah. Para spesialis ini dapat memantau kondisi kehamilan, sekaligus mengatasi anemia yang Anda alami. 

Artikel Terkait

Banner Telemed