Akibat Anemia pada Ibu Hamil, Wanita Akan Mengalami 4 Masalah Kesehatan Ini


Akibat anemia pada ibu hamil adalah pendarahan saat bersalin, depresi pascapersalinan, hingga masalah pencernaan. Penanganan yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan serta asupan suplemen yang kaya zat besi, vitamin B12, dan folat.

0,0
09 May 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Akibat anemia pada ibu hamil adalah depresi pascapersalinan hingga gangguan pencernaanAkibat anemia pada ibu hamil adalah ibu rentan mengalami gangguan pencernaan
Akibat anemia pada ibu hamil tentu membahayakan bagi wanita maupun janin yang dikandung.Sebenarnya, anemia umum terjadi pada ibu hamil. Pasalnya saat hamil, kebutuhan zat besi dalam tubuh Anda akan meningkat berkali lipat, untuk menunjang tumbuh kembang janin dalam kandungan.Namun, bila dibiarkan, dampak anemia pada ibu hamil akan mengancam kesehatan.

Bahaya anemia pada ibu hamil

Akibat anemia pada ibu hamil, inilah risiko gangguan kesehatan :

1. Pendarahan pascapersalinan

Akibat anemia pada ibu hamil adalah perdarahan pasacapersalinan
Akibat anemia pada ibu hamil adalah perdarahan pasacapersalinan
Anemia akibat kekurangan besi yang berat tanpa perawatan dan penanganan khusus selama kehamilan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami pendarahan. Kenapa anemia bisa menyebabkan perdarahan? Sebab, saat anemia, tubuh akan kekurangan oksigen. Hal ini menyebabkan rahim juga kekurangan oksigen. Jadi, kontraksi pun tidak memadai.Hal ini memicu terjadinya rahim tidak bisa kembali berkontraksi kembali pascapersalinan atau atonia uteri.Akibatnya, anemia dalam kehamilan pun menyebabkan perdarahan setelah persalinan yang mampu mengancam keselamatan ibu.

2. Depresi pasca melahirkan

Kekurangan zat besi saat anemia mampu meningkatkan risiko depresi pascapersalinan
Kekurangan zat besi saat anemia mampu meningkatkan risiko depresi pascapersalinan
Depresi pascapersalinan pun juga menjadi risiko akibat anemia pada ibu hamil.Dalam hal ini, anemia yang mampu menyebabkan depresi postpartum adalah anemia akibat kekurangan zat besi.Dalam hal ini, zat besi berguna untuk menjaga fungsi kognitif di dalam otak. Zat besi pun juga membantu otak untuk memproduksi serotonin dan dopamin.Hal ini pun dipaparkan dalam riset terbitan The Journal of Nutritional Biochemistry.Bila kekurangan kedua ini, Anda pun akan rentan mengalami depresi.Oleh karena itu, bila Anda mengalami anemia defisiensi zat besi, tubuh pun akan kesulitan memproduksi serotonin dan dopamin sehingga depresi pascapersalinan tak terhindarkan.

3. Otot melemah

Anemia pada ibu hamil membuat otot lemah sehingga tidak mampu naik tangga
Anemia pada ibu hamil membuat otot lemah sehingga tidak mampu naik tangga
Bila Anda anemia, maka kadar hemoglobin akan rendah. Pada riset terbitan The Journals of Gerontology, hemoglobin berhubungan dengan massa otot dan lemak.Dalam hal ini, bila Anda kekurangan hemoglobin, maka massa otot Anda pun melemah. Oleh karena itu, akibat anemia pada ibu hamil adalah menurunnya kekuatan otot.Selain itu, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle juga menemukan bahwa kekurangan zat besi pada anemia defisiensi zat besi mampu mengganggu energi yang digunakan untuk kerja otot rangka.Bahkan, karena hal ini, National Health Service memaparkan bahwa hal kondisi ini akan mengurangi kemampuan aktivitas fisik, seperti naik turun tangga.

4. Masalah pada pencernaan

Zat besi yang tidak terserap dalam saluran pencernaan menyebabkan anemia dan keseimbangan bakteri baik terganggu
Zat besi yang tidak terserap dalam saluran pencernaan menyebabkan anemia dan keseimbangan bakteri baik terganggu
Salah satu penyebab anemia akibat defisiensi zat besi adalah adanya masalah penyerapan zat besi di dalam sistem pencernaan.Dalam hal ini, menurut riset dari Nutrients, bila zat besi tidak terserap dengan sempurna, bakteri baik di usus pun akan hancur. Jadi, bahaya anemia pada ibu hamil adalah adanya ketidakseimbangan jumlah bakteri baik dan jahat di dalam saluran pencernaan.Dikutip dari International Journal of Molecular Sciences, efeknya, wanita pun rentan mengalami keluhan ibu hamil, seperti perut terasa penuh dan kembung, nyeri perut, dan diare.

Penanganan anemia pada ibu hamil

Susu serta produk olahannya mampu meningkatkan kadar zat besi di dalam tubuh
Susu serta produk olahannya mampu meningkatkan kadar zat besi di dalam tubuh
Jika Anda mengalami anemia selama kehamilan, tindakan pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengonsumsi suplemen zat besi dan/atau suplemen asam folat untuk ibu hamil.Dokter mungkin juga menyarankan agar Anda menambahkan lebih banyak makanan yang tinggi zat besi dan asam folat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan kandungan.Selain itu, Anda juga akan diminta untuk melakukan serangkaian tes darah dalam periode tertentu hingga dokter yakin bahwa kandungan hemoglobin dan hematokrit dalam darah Anda membaik.Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi lebih banyak asupan makanan hewani, seperti:
  • Daging
  • Telur
  • Produk susu

Akibat anemia pada ibu hamil yang berdampak pada bayi

Tidak hanya menimbulkan risiko gangguan kesehatan sebagai akibat anemia pada ibu hamil, masalah kesehatan ini mampu membahayakan kondisi janin.Lantas, apakah efek pada bayi jika ibu mengalami anemia?
  • Bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah
  • Bayi dengan anemia
  • Keterlambatan perkembangan setelah lahir
  • Bayi dengan cacat lahir serius pada tulang belakang atau otak (cacat tabung saraf).

Catatan dari SehatQ

Akibat anemia pada ibu hamil akan meningkatkan beragam risiko gangguan, mulai dari fisik hingga mental.Untuk itu, sebaiknya Anda mencegah bahaya anemia pada ibu hamil dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, vitamin B12, dan folat.Bila Anda telah didiagnosis anemia, dokter spesialis kandungan mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis hematologi, yaitu dokter yang mengkhususkan diri dalam masalah anemia atau darah.Para spesialis ini dapat memantau kondisi kehamilan, sekaligus mengatasi anemia yang Anda alami.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait anemia pada ibu hamil, Anda juga bisa tanyakan dengan dokter langsung secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilananemiamelahirkanbayi & menyusuipersalinanpendarahan pasca melahirkandepresi pascapersalinananemia defisiensi besianemia defisiensi vitamin b12 dan folatperdarahan
WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/anemia-in-pregnancy
Diakses pada November 2018
Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-gizi.pdf
Diakses pada 22 Maret 2019
The Journal of Nutritional Biochemistry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4253901/
Diakses pada 6 April 2021
The Journals of Gerontology. https://academic.oup.com/biomedgerontology/article/59/3/M249/579710
Diakses pada 6 April 2021
Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6204587/
Diakses pada 6 April 2021
National Health Service. https://www.ouh.nhs.uk/patient-guide/leaflets/files/14412Panaemia.pdf
Diakses pada 6 April 2021
Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7400826/
Diakses pada 6 April 2021
International Journal of Molecular Sciences. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4425030/
Diakses pada 6 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait