Waspadai Perubahan Gejala DBD Ini Berdasarkan Derajatnya

Gejala DBD, termasuk bintik-bintik merah, punya derajat atau tingkat keparahan yang perlu diperhatikan
Munculnya bintik-bintik merah merupakan salah satu gejala DBD

Selain banjir besar, curah hujan tinggi juga bisa memunculkan penyakit mengerikan. Salah satunya adalah demam berdarah dengue (DBD). Gejala DBD harus dipahami, agar Anda atau orang-orang terdekat tidak menjadi korbannya di musim hujan ini.

Gejala DBD dan faktor risikonya

Gejala DBD menjadi suatu hal yang "menipu". Sebab, gejala DBD sangat mirip dengan gejala penyakit flu atau penyakit virus lainnya.

Sebelum mengetahui gejala DBD, pahami dulu bahwa penyakit DBD bisa dipicu beberapa faktor risiko, yang meliputi:

  • Pernah terinfeksi virus dengue
  • Tinggal atau bepergian ke daerah tropis
  • Bayi, anak-anak, orang lanjut usia (lansia), dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk berwarna hitam dengan belang-belang di sekujur tubuhnya ini, aktif ‘mencari mangsa’ pada pagi sampai sore. Jarak terbangnya pun cukup tinggi, yakni 100 meter.

Gejala Demam Berdarah
Gejala demam berdarah yang harus Anda waspadai

Agar DBD dapat diantisipasi, kenali beberapa gejala DBD yang umumnya terjadi, seperti:

  • Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari
  • Sakit kepala
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri sendi dan otot
  • Tampak lesu dan lelah
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam kulit (muncul sekitar 2-5 hari setelah demam)
  • Pendarahan ringan (mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar).

Gejala DBD haruslah sangat diperhatikan. Sifatnya yang "menipu" seringkali membuat banyak orang menyepelekannya.

Terkadang, anak kecil dan orang yang belum pernah terkena DBD, cenderung menampakkan gejala DBD yang lebih ringan dibandingkan orag dewasa.

Selain itu, gejala DBD pun memiliki tingkatan atau derajat keparahan yang harus terus diperhatikan, di antaranya adalah:

  • Derajat I: Demam yang disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi pendarahan adalah uji bendung.
  • Derajat II: Gejalanya seperti derajat I, namun ditambah pendarahan spontan di kulit atau pendarahan lain.
  • Derajat III: Gangguan pada sirkulasi darah, yang ditandai dengan nadi cepat atau lambat, tekanan nadi menurun, sianosis (bibir biru karena kekurangan oksigen), kulit dingin dan lembap, serta raut wajah gelisah.
  • Derajat IV: Syok berat, nadi pun tak teraba, dan tekanan darah juga tidak terukur.

Gejala DBD ini membutuhkan tindakan medis yang cepat. Jika tidak, nyawa dari pasien bisa terancam. Segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tempat berkembang biak nyamuk DBD

Setelah mengetahui gejala DBD yang mengerikan itu, Anda mungkin langsung insecure atau was-was, dengan keberadaan nyamuk penyebar virus dengue. Maka dari itu, mengetahui gejala DBD saja tidak cukup. Kenalilah tempat berkembang biak nyamuk DBD agar penyakit ini bisa dihindari.

Berikut ini adalah tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus:

  • Bak mandi/WC, tempayan, drum air
  • Tempat minum burung peliharaan
  • Vas bunga
  • Pot tanaman air
  • Kaleng bekas, ban bekas, botol bekas, tempurung kelapa, dan plastik yang dibuang sembarangan
  • Talang air yang rusak
  • Pagar atau potongan bambu yang berlubang.

Jika Anda melihat tempat atau benda di atas, segera bersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk. Sebagai upaya pencegahannya, buanglah plastik dan sampah-sampah ke tempatnya. Sebab, nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus bisa berkembang biak di sana sehingga kesehatan keluarga bisa terancam.

Pengobatan DBD

Sampai saat ini, pengobatan spesifik untuk DBD belum ditemukan. Pengobatan yang dilakukan di dokter atau rumah sakit difokuskan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi semakin parah.

Beberapa upaya dapat dilakukan, seperti minum sebanyak mungkin, cukup istirahat, konsumsi obat penurun panas, hingga bantu dengan kompres agar panas tubuh menurun.

Selain itu, hindarilah penggunaan obat-obatan pereda nyeri. Sebab, komplikasi pendarahan bisa saja muncul akibat konsumsi obat-obatan tersebut.

Pencegahan DBD

Terdapat berbagai macam upaya yang bisa dilakukan, untuk mencegah kedatangan DBD. Salah satunya 3M Plus. Tindakan ini perlu dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk demam berdarah, dengan cara:

  • Menguras tempat-tempat penampungan air
  • Menutup rapat semua tempat penampungan air
  • Mengubur barang bekas
  • Plus mencegah perkembangbiakan nyamuk, dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat antinyamuk, tidak menggantung pakaian di dalam kamar, memasang kawat pada jendela dan ventilasi, hingga menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air.

DBD bukanlah penyakit yang bisa diremehkan begitu saja. Jika gejala-gejala umum sudah muncul, jangan tunda pergi ke dokter atau rumah sakit. Dokter akan melakukan diagnosis dan langsung memberikan tindakan medis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Klinik Merial Health

Health Exchange SG https://www.healthxchange.sg/children/health-scares-outbreaks/dengue-fever-severe-dengue
Diakses pada 23 Januari 2020

Artikel Terkait